Daftar Rekening Paypal klik disini

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Chines Room. Show all posts
Showing posts with label Chines Room. Show all posts

Thursday, March 10, 2011

Tempat-tempat Menarik Di China

Ada lebih banyak tujuan di Cina dari sekadar Shanghai Expo, makanan murah, dan tembok besar. Pesan tiket kereta dan tiket pesawat, lalu lihatlah beberapa atraksi Cina ini.

1. Karakul Lake, Xinjiang

Karakul adalah danau gletser dengan ketinggian 3600 mdpl, tersembunyi di antara Pegunungan Pamir, dan terlihat seperti berada di pinggir dunia. Terletak di sepanjang jalan tol Karakorum dan sepelemparan batu dari perbatasan Tajikistan, Karakul adalah tempat banyaknya unta, yak, penggembala Kyrgyz dan...hanya itu. Berjalan di sekitar danau (Karakul berarti danau hitam dalam bahasa Kyrgyz) membutuhkan waktu sekitar 3 jam dan menawarkan pemandangan spektakuler akan Gunung Muztagh Ata dengan ketinggian 7500 meter.

Banyak pengunjung yang memilih menginap di yurt milik penduduk setempat. Dengan harga $10 per malam, Anda bisa makan nasi, sayur, daging yak dan tidur di ruang tidur yang hangat dari tungku api kecil. Berpakaianlah yang hangat.

2. Menara Tibet di Sichuan Barat

Menara-menara misterius ini mewarnai Koridor Suku di Provinsi Sichuan Barat. Ratusan menara masih berdiri -- beberapa mencapai ketinggian 50 meter dan menunjuk ke 13 titik -- dan yang tertua diperkirakan berusia 1200 tahun.

Tidak ada yang tahu kenapa menara-menara ini berdiri dan apa kegunaannya, tapi beberapa orang mengatakan bahwa menara ini adalah bagian dari struktur pertahanan untuk mengamati bukit-bukit di sekelilingnya. Yang lain memprediksi bahwa menara-menara ini adalah simbol status atau rumah penyimpanan, atau keduanya. Meski begitu, menara misterius Himalaya ini adalah salah satu rahasia Cina.

3. Sungai besar di Cina

Cina memiliki beberapa sungai terbesar di Asia -- Sungai Kuning, Yangtze, dan Mekong -- dan bagi banyak penduduk, proyek dam raksasa negara ini adalah sebuah tragedi. Tapi Cina masih memiliki beberapa jalur sungai yang terpelihara dan bisa memperlihatkan sisi Cina yang jarang tampil ke permukaan.

Ekspedisi Sungai Perjalanan Terakhir, dikelola oleh pemuda Amerika yang berusaha melestarikan warisan budaya sungai Cina, bisa menjadi titik awal. Perusahaan ini menawarkan tur-tur ke sungai-sungai di Barat Cina -- termasuk Tibet, Qinghai dan Yunnan -- yang mengombinasikan pariwisata dengan tujuan sosial dan lingkungan.


4. Danau Surga, Tempat Loch Ness Cina


Sejak awal abad lalu, Monster Danau Surga sudah beberapa kali 'muncul'. Pada 2003, sekelompok tentara mengaku melihat hewan berwarna hijau dan hitam dengan sisik di punggungnya dan tanduk di kepalanya. Pada 2007, seorang kamerawan TV mengambil gambar dan foto tiga pasang mahluk bersirip, berbentuk seperti anjing laut, dan berenang secepat kapal yacht.

Ada atau tidak ada monster, Danau Surga adalah sebuah keajaiban. Danau vulkanik di Provinsi Jilin ini dianggap sebagai tanah suci pada Dinasti Qing. Dari puncaknya, Anda bisa melihat sekilas Korea Utara di seberang perbatasan.


5. Jalan Burma, Yunnan


Jalan Burma pernah menghubungkan Mandalay sampai Kunming dan menjadi lokasi pertempuran berdarah pada Perang Dunia 2. Pada teritori Cina, jalan ini berawal di Riuli dan dikenal sebagai titik penghubung Segitiga Emas, dan kini populer sebagai pasar giok. Anda akan melewati bukit berpemandangan indah dan sawah bertingkat dalam perjalanan menuju Tongsheng, tempat terdapatnya Museum Perang AntiJepang Yunnan-Burma.

Sebelum menuju Dali, sisakan beberapa hari untuk berjalan melewati desa-desa tradisional di sepanjang bagian selatan Sungai Nu. Setibanya di Dali, bersantailah di salah satu kafe yang tersebar di Kota Tua sebelum sampai ke Kunming, Ibu Kota Yunnan dan salah satu kota paling keren di Cina.


6. Afrika Kecil, Guangzhou

Tersembunyi di salah satu pusat Kota Tua Guangzhou adalah sudut paling menarik di Cina yang tidak Anda ketahui: komunitas yang terdiri dari sekitar 20 ribu pedagang asal Nigeria, Senegal, Ghana, dan negara-negara lain di Afrika.

Terletak dekat Pusat Jual Beli Grosir Ekspor Pakaian Kanaan, Afrika Kecil atau Kota Cokelat -- seperti yang sering disebut oleh penduduk lokal meski terdengar agak rasis -- muncul pada 1990an. Ini adalah masa ketika para pedagang berbondong-bondong datang ke Provinsi Cina selatan yang diberi julukan 'pabrik dunia'. Kelompok sosial dan komunitas keagamaan berkembang pesat dan banyak pedagang yang akan bersedia bercerita pada Anda tentang kisah hidup mereka -- yang baik dan buruk -- di Guangzhou.


7. Telanjang di Bukit Moganshan


Pada awal abad lalu, orang-orang kaya asing yang tinggal di Shanghai datang ke Moganshan untuk bersantai saat musim panas di vila mereka, bermain tenis, dan berenang di kolam umum. Kini Moganshan kembali terkenal, sebagian karena Naked Retreats, sekumpulan rumah-rumah tradisional yang direnovasi. (Jangan tertipu dengan namanya -- jika Anda ingin telanjang, maka itu harus dilakukan di bungalow Anda saja)

Setelah datang, para tamu dibawa melewati 'jalan santai' dan disarankan untuk menghabiskan beberapa menit mengagumi pemandangan. Aktivitas yang tersedia termasuk bersepeda, memancing, dan hiking. Pengunjung bisa berjalan melewati perkebunan teh dan hutan bambu, atau berenang di penampungan air sambil mendengar bunyi serangga. Akomodasi yang disediakan cukup sederhana -- lantai kayunya berderak dan tidak ada pendingin ruangan -- tapi bungalow dilengkapi dengan dapur, TV layar datar dan internet nirkabel.


8. Pulau Gulangyu

Setiap turis ke Cina selalu punya cerita soal mobil -- atau beberapa -- dan jarang yang positif. Gulangyu, sebuah pulau lepas pantai Xiamen, bisa jadi satu-satunya tempat tenang yang tersisa di Cina yang terobsesi dengan mobil.

Gulangyu, tempat tinggal sekitar 16 ribu orang pada satu kilometer persegi tanah, terkenal karena tidak memiliki kendaraan bermotor (dengan beberapa perkecualian). Sepeda pun tidak ada. Tidak ada klakson, macet, pengalaman hampir kecelakaan. Bisakah tempat ini disebut Cina? Pulau berbukit ini seolah setengah Havana, setengah Hawaii -- mimpi indah pejalan kaki.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/61-15-tempat-menarik-di-cina-yang-bukan-tembok-besar?cid=today


Tempat-tempat Menarik Di China

Ada lebih banyak tujuan di Cina dari sekadar Shanghai Expo, makanan murah, dan tembok besar. Pesan tiket kereta dan tiket pesawat, lalu lihatlah beberapa atraksi Cina ini.

1. Karakul Lake, Xinjiang

Karakul adalah danau gletser dengan ketinggian 3600 mdpl, tersembunyi di antara Pegunungan Pamir, dan terlihat seperti berada di pinggir dunia. Terletak di sepanjang jalan tol Karakorum dan sepelemparan batu dari perbatasan Tajikistan, Karakul adalah tempat banyaknya unta, yak, penggembala Kyrgyz dan...hanya itu. Berjalan di sekitar danau (Karakul berarti danau hitam dalam bahasa Kyrgyz) membutuhkan waktu sekitar 3 jam dan menawarkan pemandangan spektakuler akan Gunung Muztagh Ata dengan ketinggian 7500 meter.

Banyak pengunjung yang memilih menginap di yurt milik penduduk setempat. Dengan harga $10 per malam, Anda bisa makan nasi, sayur, daging yak dan tidur di ruang tidur yang hangat dari tungku api kecil. Berpakaianlah yang hangat.

2. Menara Tibet di Sichuan Barat

Menara-menara misterius ini mewarnai Koridor Suku di Provinsi Sichuan Barat. Ratusan menara masih berdiri -- beberapa mencapai ketinggian 50 meter dan menunjuk ke 13 titik -- dan yang tertua diperkirakan berusia 1200 tahun.

Tidak ada yang tahu kenapa menara-menara ini berdiri dan apa kegunaannya, tapi beberapa orang mengatakan bahwa menara ini adalah bagian dari struktur pertahanan untuk mengamati bukit-bukit di sekelilingnya. Yang lain memprediksi bahwa menara-menara ini adalah simbol status atau rumah penyimpanan, atau keduanya. Meski begitu, menara misterius Himalaya ini adalah salah satu rahasia Cina.

3. Sungai besar di Cina

Cina memiliki beberapa sungai terbesar di Asia -- Sungai Kuning, Yangtze, dan Mekong -- dan bagi banyak penduduk, proyek dam raksasa negara ini adalah sebuah tragedi. Tapi Cina masih memiliki beberapa jalur sungai yang terpelihara dan bisa memperlihatkan sisi Cina yang jarang tampil ke permukaan.

Ekspedisi Sungai Perjalanan Terakhir, dikelola oleh pemuda Amerika yang berusaha melestarikan warisan budaya sungai Cina, bisa menjadi titik awal. Perusahaan ini menawarkan tur-tur ke sungai-sungai di Barat Cina -- termasuk Tibet, Qinghai dan Yunnan -- yang mengombinasikan pariwisata dengan tujuan sosial dan lingkungan.


4. Danau Surga, Tempat Loch Ness Cina


Sejak awal abad lalu, Monster Danau Surga sudah beberapa kali 'muncul'. Pada 2003, sekelompok tentara mengaku melihat hewan berwarna hijau dan hitam dengan sisik di punggungnya dan tanduk di kepalanya. Pada 2007, seorang kamerawan TV mengambil gambar dan foto tiga pasang mahluk bersirip, berbentuk seperti anjing laut, dan berenang secepat kapal yacht.

Ada atau tidak ada monster, Danau Surga adalah sebuah keajaiban. Danau vulkanik di Provinsi Jilin ini dianggap sebagai tanah suci pada Dinasti Qing. Dari puncaknya, Anda bisa melihat sekilas Korea Utara di seberang perbatasan.


5. Jalan Burma, Yunnan


Jalan Burma pernah menghubungkan Mandalay sampai Kunming dan menjadi lokasi pertempuran berdarah pada Perang Dunia 2. Pada teritori Cina, jalan ini berawal di Riuli dan dikenal sebagai titik penghubung Segitiga Emas, dan kini populer sebagai pasar giok. Anda akan melewati bukit berpemandangan indah dan sawah bertingkat dalam perjalanan menuju Tongsheng, tempat terdapatnya Museum Perang AntiJepang Yunnan-Burma.

Sebelum menuju Dali, sisakan beberapa hari untuk berjalan melewati desa-desa tradisional di sepanjang bagian selatan Sungai Nu. Setibanya di Dali, bersantailah di salah satu kafe yang tersebar di Kota Tua sebelum sampai ke Kunming, Ibu Kota Yunnan dan salah satu kota paling keren di Cina.


6. Afrika Kecil, Guangzhou

Tersembunyi di salah satu pusat Kota Tua Guangzhou adalah sudut paling menarik di Cina yang tidak Anda ketahui: komunitas yang terdiri dari sekitar 20 ribu pedagang asal Nigeria, Senegal, Ghana, dan negara-negara lain di Afrika.

Terletak dekat Pusat Jual Beli Grosir Ekspor Pakaian Kanaan, Afrika Kecil atau Kota Cokelat -- seperti yang sering disebut oleh penduduk lokal meski terdengar agak rasis -- muncul pada 1990an. Ini adalah masa ketika para pedagang berbondong-bondong datang ke Provinsi Cina selatan yang diberi julukan 'pabrik dunia'. Kelompok sosial dan komunitas keagamaan berkembang pesat dan banyak pedagang yang akan bersedia bercerita pada Anda tentang kisah hidup mereka -- yang baik dan buruk -- di Guangzhou.


7. Telanjang di Bukit Moganshan


Pada awal abad lalu, orang-orang kaya asing yang tinggal di Shanghai datang ke Moganshan untuk bersantai saat musim panas di vila mereka, bermain tenis, dan berenang di kolam umum. Kini Moganshan kembali terkenal, sebagian karena Naked Retreats, sekumpulan rumah-rumah tradisional yang direnovasi. (Jangan tertipu dengan namanya -- jika Anda ingin telanjang, maka itu harus dilakukan di bungalow Anda saja)

Setelah datang, para tamu dibawa melewati 'jalan santai' dan disarankan untuk menghabiskan beberapa menit mengagumi pemandangan. Aktivitas yang tersedia termasuk bersepeda, memancing, dan hiking. Pengunjung bisa berjalan melewati perkebunan teh dan hutan bambu, atau berenang di penampungan air sambil mendengar bunyi serangga. Akomodasi yang disediakan cukup sederhana -- lantai kayunya berderak dan tidak ada pendingin ruangan -- tapi bungalow dilengkapi dengan dapur, TV layar datar dan internet nirkabel.


8. Pulau Gulangyu

Setiap turis ke Cina selalu punya cerita soal mobil -- atau beberapa -- dan jarang yang positif. Gulangyu, sebuah pulau lepas pantai Xiamen, bisa jadi satu-satunya tempat tenang yang tersisa di Cina yang terobsesi dengan mobil.

Gulangyu, tempat tinggal sekitar 16 ribu orang pada satu kilometer persegi tanah, terkenal karena tidak memiliki kendaraan bermotor (dengan beberapa perkecualian). Sepeda pun tidak ada. Tidak ada klakson, macet, pengalaman hampir kecelakaan. Bisakah tempat ini disebut Cina? Pulau berbukit ini seolah setengah Havana, setengah Hawaii -- mimpi indah pejalan kaki.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/61-15-tempat-menarik-di-cina-yang-bukan-tembok-besar?cid=today


Wednesday, February 16, 2011

Asal Usul Shio Dalam Penanggalan Tiongkok

(INTERNET)


Epochtimes.co.id

Pada zaman dahulu kala, tatkala Kaisar Nefrit (penjaga istana surga) sedang merayakan hari ulang tahunnya. Sayangnya, ketika itu tidak ada cara menghitung waktu maka beliau tidak bisa mengetahui berapa usianya. Kaisar Nefrit kemudian memutuskan untuk membuat cara menghitung waktu.

Beliau mengutus pengawalnya turun ke bumi untuk mengumuman bahwa akan diadakan lomba bagi para binatang dan akan disediakan hadiah kepada 12 pemenang.

Hari perlombaan pun tiba, Kaisar datang dengan mengendarai kereta emas. Kaisar berdeham sejenak sebelum memulai pembicaraan, para binatang pun terdiam. “Perlombaan kali ini adalah menyeberangi sungai. Kepada dua belas peserta pertama yang berhasil mencapai seberang, nama mereka akan dipakai sebagai gelar nama tahun. Gelar tahun pertama akan diberikan kepada siapa yang pertama sampai di tepi sungai, begitu seterusnya,” kata Kaisar.

Seluruh peserta segera berbaris di garis start. Beberapa saat kemudian, pengawal mengibaskan bendera tanda perlombaan dimulai, seluruh peserta berlarian menuju sungai. Kucing dan tikus adalah yang pertama tiba di tepi sungai. Melihat sungai yang begitu luas, mereka segera menyadari bahwa medan yang hendak mereka lewati jauh di luar perkiraan mereka, bahkan terlihat sangat berbahaya. Sambil duduk menatapi sungai, kucing dan tikus duduk bersama sambil memikirkan jalan keluar. Di tengah kebingungan, dari kejauhan muncullah kerbau menghampiri keduanya. Tiba-tiba tikus menemukan ide.

“Hei kerbau, apakah engkau keberatan membawa kami ke seberang sungai?” tanyanya. Kerbau termasuk hewan yang ramah, ia pun langsung menyanggupinya.

Kucing dan tikus segera melompat ke atas kepala kerbau dan bersama-sama menyeberangi sungai. Saat hendak sampai di seberang, tikus segera melompat ke daratan, menjadikannya sebagai peserta pertama yang sampai.

“Selamat!” Sambut Kaisar. “Engkau berhak untuk menyandang gelar tahun pertama.” Kerbau yang merasa sedikit kecewa karena telah terkelabui akhirnya merelakan, toh ia mendapat gelar tahun kedua.

Butuh waktu cukup lama bagi harimau untuk sampai. Ia terlihat sangat kelelahan setelah perjuangan keras melawan arus sungai. Kaisar merasa tersentuh melihat upaya harimau dan menggelarinya tahun ketiga.


Menyusul kelinci di urutan keempat. Prestasinya cukup mengejutkan Kaisar. “Semua tahu kalau engkau, kelinci tidak bisa berenang. Apakah engkau telah mengelabui kami semua? “

Kelinci pun menjelaskan dengan jujur bahwa dirinya memang tidak bisa berenang, namun ia berhasil menyeberangi sungai dengan cara melompati batu-batu yang ada di sepanjang sungai dan bertemu sebatang kayu lapuk. Tanpa pikir panjang ia naik dan duduk di atas kayu tersebut yang akhirnya mengantarkannya ke seberang. Kata-kata sang kelinci membuat sang Kaisar merasa kagum dan menghadiahkannya gelar tahun keempat.

Kaisar sangat senang dengan apa yang dirinya lihat sejauh ini. Semua peserta telah menunjukkan kemampuan dan usaha yang luar biasa untuk menyeberangi sungai, akan tetapi sebelumnya Kaisar malah berharap bahwa naga akan tampil sebagai pemenang, menurutnya naga sanggup berenang dan terbang dengan sangat baik, sangat mudah memenangkan perlombaan. Namun sampai kini naga tak juga tampak.

Baru saja terpikir demikian, tiba-tiba sekilas bayangan raksasa melintas di atas kerumunan binatang yang tengah berkumpul, tampak seekor naga menukik turun dan mendarat di tanah. “Akhirnya yang saya tunggu muncul juga, dari mana saja engkau? “tanya Kaisar.

“Saya harus membuat hujan, kemudian saya melihat kelinci berdiri di atas kayu mencoba menyeberangi sungai, jadi terpikir oleh saya untuk membuat angin agar membantunya menyeberang,” jelas naga. “Baik sekali. Engkau adalah binatang kelima yang sampai maka kau berhak mendapatkan gelar tahun kelima,” jawab Kaisar.

Mereka yang sudah berhasil mencapai tepi berkumpul di pinggir sungai sambil menyaksikan peserta yang masih tersisa berjuang menyeberangi sungai. Tak lama kemudian, tampak kuda dari kejauhan, ia terlihat kepayahan berenang.


Baru saja kuda akan menginjakkan kaki di daratan, tiba-tiba ular muncul keluar dari balik permukaan air. Saking terkejut kuda pun meringkik nyaring mengangkat kedua kakinya, memberi peluang bagi ular untuk mendahuluinya dan memperoleh tempat keenam. Kuda mendapat gelar ketujuh, dan cukup senang dengan hasilnya.

Seketika sebuah pemandangan yang tidak biasa ditampakkan di hadapan mereka – membuat siapapun yang melihat akan berdecak kagum.

Ayam jantan, monyet dan kambing muncul secara serentak dan bersamaan berdiri di atas sebuah rakit. Ayam jantan yang pertama kali menemukan rakit, dan dalam perjalanan bertemu monyet dan kambing, kemudian ketiganya naik dan mendayung rakit bersama-sama.

Ketika mereka akhirnya mencapai tepi, Kaisar merasa sangat senang. “Saya belum pernah melihat kerjasama yang luar biasa seperti ini!” Kaisar pun memberikan kambing gelar tahun kedelapan, monyet tahun kesembilan dan ayam jantan kesepuluh.

Selang waktu cukup lama hingga binatang berikutnya sampai. Hal itu membuat kaisar resah dan ragu kalau-kalau masih ada peserta lainnya mampu menyeberang dikarenakan tantangan yang diberikan terlampau sulit.

Namun sebelum dirinya mulai merasa kuatir, tiba-tiba anjing muncul mendekati tepi. Anjing itu menjelaskan bahwa air sungai yang begitu bersih membuatnya tidak bisa menahan diri dan mandi di sana. Kaisar tertawa dan memberikannya gelar tahun kesebelas.

Sekarang tinggal menunggu siapa gerangan yang akan memperoleh tempat terakhir. Ketika para binatang sibuk mempertanyakan tiba-tiba sang babi muncul di hadapan mereka, menggelarinya tahun keduabelas. Para peniup terompet istana mengeluarkan bunyi pembuka dan Kaisar mulai berbicara. “Selamat kepada semua peserta yang berhasil menyeberang sungai hari ini. Nama-nama kalian akan diingat selamanya berkat upaya kalian yang sungguh luar biasa hari ini,” katanya.

Namun apa gerangan yang terjadi dengan kucing yang duduk di atas kepala kerbau? Ternyata tikus mendorongnya kembali ke sungai dan terseret arus ke sungai lain, dan sejak saat itu tikus dan kucing menjadi musuh. (Dawu Wang / The Epoch Times / mya)


Asal Usul Shio Dalam Penanggalan Tiongkok

(INTERNET)


Epochtimes.co.id

Pada zaman dahulu kala, tatkala Kaisar Nefrit (penjaga istana surga) sedang merayakan hari ulang tahunnya. Sayangnya, ketika itu tidak ada cara menghitung waktu maka beliau tidak bisa mengetahui berapa usianya. Kaisar Nefrit kemudian memutuskan untuk membuat cara menghitung waktu.

Beliau mengutus pengawalnya turun ke bumi untuk mengumuman bahwa akan diadakan lomba bagi para binatang dan akan disediakan hadiah kepada 12 pemenang.

Hari perlombaan pun tiba, Kaisar datang dengan mengendarai kereta emas. Kaisar berdeham sejenak sebelum memulai pembicaraan, para binatang pun terdiam. “Perlombaan kali ini adalah menyeberangi sungai. Kepada dua belas peserta pertama yang berhasil mencapai seberang, nama mereka akan dipakai sebagai gelar nama tahun. Gelar tahun pertama akan diberikan kepada siapa yang pertama sampai di tepi sungai, begitu seterusnya,” kata Kaisar.

Seluruh peserta segera berbaris di garis start. Beberapa saat kemudian, pengawal mengibaskan bendera tanda perlombaan dimulai, seluruh peserta berlarian menuju sungai. Kucing dan tikus adalah yang pertama tiba di tepi sungai. Melihat sungai yang begitu luas, mereka segera menyadari bahwa medan yang hendak mereka lewati jauh di luar perkiraan mereka, bahkan terlihat sangat berbahaya. Sambil duduk menatapi sungai, kucing dan tikus duduk bersama sambil memikirkan jalan keluar. Di tengah kebingungan, dari kejauhan muncullah kerbau menghampiri keduanya. Tiba-tiba tikus menemukan ide.

“Hei kerbau, apakah engkau keberatan membawa kami ke seberang sungai?” tanyanya. Kerbau termasuk hewan yang ramah, ia pun langsung menyanggupinya.

Kucing dan tikus segera melompat ke atas kepala kerbau dan bersama-sama menyeberangi sungai. Saat hendak sampai di seberang, tikus segera melompat ke daratan, menjadikannya sebagai peserta pertama yang sampai.

“Selamat!” Sambut Kaisar. “Engkau berhak untuk menyandang gelar tahun pertama.” Kerbau yang merasa sedikit kecewa karena telah terkelabui akhirnya merelakan, toh ia mendapat gelar tahun kedua.

Butuh waktu cukup lama bagi harimau untuk sampai. Ia terlihat sangat kelelahan setelah perjuangan keras melawan arus sungai. Kaisar merasa tersentuh melihat upaya harimau dan menggelarinya tahun ketiga.


Menyusul kelinci di urutan keempat. Prestasinya cukup mengejutkan Kaisar. “Semua tahu kalau engkau, kelinci tidak bisa berenang. Apakah engkau telah mengelabui kami semua? “

Kelinci pun menjelaskan dengan jujur bahwa dirinya memang tidak bisa berenang, namun ia berhasil menyeberangi sungai dengan cara melompati batu-batu yang ada di sepanjang sungai dan bertemu sebatang kayu lapuk. Tanpa pikir panjang ia naik dan duduk di atas kayu tersebut yang akhirnya mengantarkannya ke seberang. Kata-kata sang kelinci membuat sang Kaisar merasa kagum dan menghadiahkannya gelar tahun keempat.

Kaisar sangat senang dengan apa yang dirinya lihat sejauh ini. Semua peserta telah menunjukkan kemampuan dan usaha yang luar biasa untuk menyeberangi sungai, akan tetapi sebelumnya Kaisar malah berharap bahwa naga akan tampil sebagai pemenang, menurutnya naga sanggup berenang dan terbang dengan sangat baik, sangat mudah memenangkan perlombaan. Namun sampai kini naga tak juga tampak.

Baru saja terpikir demikian, tiba-tiba sekilas bayangan raksasa melintas di atas kerumunan binatang yang tengah berkumpul, tampak seekor naga menukik turun dan mendarat di tanah. “Akhirnya yang saya tunggu muncul juga, dari mana saja engkau? “tanya Kaisar.

“Saya harus membuat hujan, kemudian saya melihat kelinci berdiri di atas kayu mencoba menyeberangi sungai, jadi terpikir oleh saya untuk membuat angin agar membantunya menyeberang,” jelas naga. “Baik sekali. Engkau adalah binatang kelima yang sampai maka kau berhak mendapatkan gelar tahun kelima,” jawab Kaisar.

Mereka yang sudah berhasil mencapai tepi berkumpul di pinggir sungai sambil menyaksikan peserta yang masih tersisa berjuang menyeberangi sungai. Tak lama kemudian, tampak kuda dari kejauhan, ia terlihat kepayahan berenang.


Baru saja kuda akan menginjakkan kaki di daratan, tiba-tiba ular muncul keluar dari balik permukaan air. Saking terkejut kuda pun meringkik nyaring mengangkat kedua kakinya, memberi peluang bagi ular untuk mendahuluinya dan memperoleh tempat keenam. Kuda mendapat gelar ketujuh, dan cukup senang dengan hasilnya.

Seketika sebuah pemandangan yang tidak biasa ditampakkan di hadapan mereka – membuat siapapun yang melihat akan berdecak kagum.

Ayam jantan, monyet dan kambing muncul secara serentak dan bersamaan berdiri di atas sebuah rakit. Ayam jantan yang pertama kali menemukan rakit, dan dalam perjalanan bertemu monyet dan kambing, kemudian ketiganya naik dan mendayung rakit bersama-sama.

Ketika mereka akhirnya mencapai tepi, Kaisar merasa sangat senang. “Saya belum pernah melihat kerjasama yang luar biasa seperti ini!” Kaisar pun memberikan kambing gelar tahun kedelapan, monyet tahun kesembilan dan ayam jantan kesepuluh.

Selang waktu cukup lama hingga binatang berikutnya sampai. Hal itu membuat kaisar resah dan ragu kalau-kalau masih ada peserta lainnya mampu menyeberang dikarenakan tantangan yang diberikan terlampau sulit.

Namun sebelum dirinya mulai merasa kuatir, tiba-tiba anjing muncul mendekati tepi. Anjing itu menjelaskan bahwa air sungai yang begitu bersih membuatnya tidak bisa menahan diri dan mandi di sana. Kaisar tertawa dan memberikannya gelar tahun kesebelas.

Sekarang tinggal menunggu siapa gerangan yang akan memperoleh tempat terakhir. Ketika para binatang sibuk mempertanyakan tiba-tiba sang babi muncul di hadapan mereka, menggelarinya tahun keduabelas. Para peniup terompet istana mengeluarkan bunyi pembuka dan Kaisar mulai berbicara. “Selamat kepada semua peserta yang berhasil menyeberang sungai hari ini. Nama-nama kalian akan diingat selamanya berkat upaya kalian yang sungguh luar biasa hari ini,” katanya.

Namun apa gerangan yang terjadi dengan kucing yang duduk di atas kepala kerbau? Ternyata tikus mendorongnya kembali ke sungai dan terseret arus ke sungai lain, dan sejak saat itu tikus dan kucing menjadi musuh. (Dawu Wang / The Epoch Times / mya)


Mungkin Anda mencari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Label

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons