Daftar Rekening Paypal klik disini

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Wisata Mancanegara. Show all posts
Showing posts with label Wisata Mancanegara. Show all posts

Monday, June 20, 2011

Perjalanan Wisata Terbaik 2011

Makanan di Chengdu semakin pedas, pegunungan Himalaya makin mudah diakses dan Irlandia makin hijau saja. Ikuti petualangan paling seru kami untuk tahun ini.

Tujuan perjalanan memang semakin mirip seperti mode busana — ada yang jadi tren tahun ini kemudian tidak populer lagi tahun depan — namun ada beberapa tujuan di peta yang menarik dikunjungi pada 2011.

Inilah tahun yang paling tepat buat Anda untuk menunggang unta, menikmati perjalanan bawah tanah di Palu yang memukau jiwa dan — tentu saja, Anda bisa — menaklukkan Pegunungan Himalaya.

Inilah perencanaan untuk perjalanan terbaik tahun ini.


Perjalanan petualangan terbaik: Pos pendakian Everest

Trekking pada ketinggian ekstrem di Nepal dulunya hanya tersedia bagi beberapa pemberani saja. Namun baru-baru ini, tipe perjalanan seperti ini menjadi semakin mudah dilakukan. Pada April 2011, pembawa acara teleivisi “Word Travels” dan penulis perjalanan Robin Esrock akan memimpin trek menuju pos pendakian Everest bersama dengan World Expeditions.

Perjalanan ini akan berawal dari Lembah Kathmandu dan berlanjut menuju pedesaan Sherpa sampai Biara Tengboche. Di sana, para pendaki akan terkesima dengan panorama puncak-puncak Himalaya: Tawache, Everest, Nuptse, Lhotse, dan Ama Dablam.

Para pendaki akan melewati bagian Gletser Khumbu yang menantang, diikuti tanjakan ke Kala Pattar (5550 meter), sebelum berhenti di pos pendakian Everest (Everest Base Camp).

"Di Nepal, aklimatisasi sangatlah penting, sama halnya dengan berolahraga beberapa bulan sebelum pendakian untuk memastikan agar badan ini tahan dengan perjalanan ini," Esrock mengingatkan.

Ekspedisi perjalanan ke pos pendakian Everest akan berlangsung sampai 24 April, 2011 dan berawal dari Kathmandu.

Harga $2768 per orang, termasuk makanan, paket trek, porter dan akomodasi.

Perjalanan terbaik buat penyuka makan: Chengdu, Sichuan

Pada Agustus 2010, Ibu Kota Sichuan, Chengdu, sudah ditetapkan sebagai Kota Gastronomi UNESCO.

Pada bulan yang sama, di Twitter, pembawa acara TV asal Amerika Andrew Zimmern tidak bisa menahan kegembiraannya akan tempat makan yang sedang berkembang. Dia mengupload foto pangsit rebusan yang bisa salah dikira orang sebagai ubur-ubur raksasa. Pasar daging di Chengdu juga penuh dengan berbagai jenis daging babi kering, termasuk kulit muka babi.

Bagi mereka yang lebih konservatif, perhentian pertama yang lebih mudah dalam safari makanan di Chengdu adalah restoran hotpot Chuan Chuan Xiang yang sangat ramai. Di sini, sayur dan daging akan dimasak bersama. (Chuan Chuan Xiang, Double Bridge Road 45, Chengdu, tel: +028 8433 6879)

Salah satu tempat favorit Chengdu lainnya adalah mi buatan tangan Nenek Jin (Xiaojiahe Street, Chengdu, tel: +028 8518 6457), di sini adonan mi akan ditarik seperti seprai lebar dan kenyal. Pesanan yang paling populer adalah mi dengan daging sapi rebus kuah merah pedas.

Terletak dekat Kuil Wen Shu, hotel BuddhaZen yang kecil dan intim ini mendapat rating tinggi di TripAdvisor dan berbagai forum web lainnya. Ruangannya yang luas bertarif $64-$76 (BuddhaZen hotel, Wenshufang Street B6-6, Distrik Qingyang, Chengdu, tel: +86 28 8692 9898)


Perjalanan darat terbaik: Irlandia searah jarum jam

Jalan raya yang tak berujung di Amerika Utara atau Australia memang mengundang, tapi pada tahun 2011, Kepulauan Emerald tampak lebih mistis (dan murah) untuk perjalanan darat yang panjang.

Herbie Brennan yang asli Irlandia adalah penulis lebih dari 100 buku-buku laris, yang kebanyakan bertema eksplorasi mistis.

Untuk perjalanan pendek, Brennan merekomendasikan berkendara sejauh 32 kilometer barat laut dari Dublin ke Newgrange.

"Mungkin ini adalah situs megalitikum paling spektakuler di dunia, mengalahkan Stonehenge di Inggris," kata dia.

Yang lebih memuaskan adalah perjalanan sepuluh hari sepanjang 1320 kilometer dari Irlandia, searah jarum jam, berawal dari Dublin.

Perhentian pertama adalah Kilkenny, sebuah desa abad pertengahan yang masih terpelihara, diikuti dengan Blarney Stone.

Rute ini juga termasuk benteng tua berusia 4000 tahun, Tebing Moher yang megah dan Connemara yang masih "liar", lalu berputar ke Belfast. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat padang rumput dan ilalang, kota-kota kecil yang cantik, musik Irlandia, bar-bar pedesaan yang menawan, serta warna hijau.

Para turis bisa menyewa kendaraan dari Argus Car Rentals di Dublin dengan harga mulai dari $10 per hari (lihat kan apa yang kami maksud dengan murah?). Go Ireland juga mendaftar tarif-tarif khusus untuk hotel-hotel di seluruh negara.

Bagaimana memaksimalkan perjalanan ini?

"Kunjungi pub-pub di desa dan berbincanglah dengan penduduk lokal," kata Brennan. "Atau, dengarkan saja. Dengan orang-orang Irlandia, Anda akan sulit menyela pembicaraan mereka."

Atau Irlandia jauh dari jangkauan? Asia juga penuh dengan jalan-jalan raya buat Anda yang ingin menikmati perjalanan darat nan panjang. Lihat di sini.


Perjalanan Wisata Terbaik 2011

Makanan di Chengdu semakin pedas, pegunungan Himalaya makin mudah diakses dan Irlandia makin hijau saja. Ikuti petualangan paling seru kami untuk tahun ini.

Tujuan perjalanan memang semakin mirip seperti mode busana — ada yang jadi tren tahun ini kemudian tidak populer lagi tahun depan — namun ada beberapa tujuan di peta yang menarik dikunjungi pada 2011.

Inilah tahun yang paling tepat buat Anda untuk menunggang unta, menikmati perjalanan bawah tanah di Palu yang memukau jiwa dan — tentu saja, Anda bisa — menaklukkan Pegunungan Himalaya.

Inilah perencanaan untuk perjalanan terbaik tahun ini.


Perjalanan petualangan terbaik: Pos pendakian Everest

Trekking pada ketinggian ekstrem di Nepal dulunya hanya tersedia bagi beberapa pemberani saja. Namun baru-baru ini, tipe perjalanan seperti ini menjadi semakin mudah dilakukan. Pada April 2011, pembawa acara teleivisi “Word Travels” dan penulis perjalanan Robin Esrock akan memimpin trek menuju pos pendakian Everest bersama dengan World Expeditions.

Perjalanan ini akan berawal dari Lembah Kathmandu dan berlanjut menuju pedesaan Sherpa sampai Biara Tengboche. Di sana, para pendaki akan terkesima dengan panorama puncak-puncak Himalaya: Tawache, Everest, Nuptse, Lhotse, dan Ama Dablam.

Para pendaki akan melewati bagian Gletser Khumbu yang menantang, diikuti tanjakan ke Kala Pattar (5550 meter), sebelum berhenti di pos pendakian Everest (Everest Base Camp).

"Di Nepal, aklimatisasi sangatlah penting, sama halnya dengan berolahraga beberapa bulan sebelum pendakian untuk memastikan agar badan ini tahan dengan perjalanan ini," Esrock mengingatkan.

Ekspedisi perjalanan ke pos pendakian Everest akan berlangsung sampai 24 April, 2011 dan berawal dari Kathmandu.

Harga $2768 per orang, termasuk makanan, paket trek, porter dan akomodasi.

Perjalanan terbaik buat penyuka makan: Chengdu, Sichuan

Pada Agustus 2010, Ibu Kota Sichuan, Chengdu, sudah ditetapkan sebagai Kota Gastronomi UNESCO.

Pada bulan yang sama, di Twitter, pembawa acara TV asal Amerika Andrew Zimmern tidak bisa menahan kegembiraannya akan tempat makan yang sedang berkembang. Dia mengupload foto pangsit rebusan yang bisa salah dikira orang sebagai ubur-ubur raksasa. Pasar daging di Chengdu juga penuh dengan berbagai jenis daging babi kering, termasuk kulit muka babi.

Bagi mereka yang lebih konservatif, perhentian pertama yang lebih mudah dalam safari makanan di Chengdu adalah restoran hotpot Chuan Chuan Xiang yang sangat ramai. Di sini, sayur dan daging akan dimasak bersama. (Chuan Chuan Xiang, Double Bridge Road 45, Chengdu, tel: +028 8433 6879)

Salah satu tempat favorit Chengdu lainnya adalah mi buatan tangan Nenek Jin (Xiaojiahe Street, Chengdu, tel: +028 8518 6457), di sini adonan mi akan ditarik seperti seprai lebar dan kenyal. Pesanan yang paling populer adalah mi dengan daging sapi rebus kuah merah pedas.

Terletak dekat Kuil Wen Shu, hotel BuddhaZen yang kecil dan intim ini mendapat rating tinggi di TripAdvisor dan berbagai forum web lainnya. Ruangannya yang luas bertarif $64-$76 (BuddhaZen hotel, Wenshufang Street B6-6, Distrik Qingyang, Chengdu, tel: +86 28 8692 9898)


Perjalanan darat terbaik: Irlandia searah jarum jam

Jalan raya yang tak berujung di Amerika Utara atau Australia memang mengundang, tapi pada tahun 2011, Kepulauan Emerald tampak lebih mistis (dan murah) untuk perjalanan darat yang panjang.

Herbie Brennan yang asli Irlandia adalah penulis lebih dari 100 buku-buku laris, yang kebanyakan bertema eksplorasi mistis.

Untuk perjalanan pendek, Brennan merekomendasikan berkendara sejauh 32 kilometer barat laut dari Dublin ke Newgrange.

"Mungkin ini adalah situs megalitikum paling spektakuler di dunia, mengalahkan Stonehenge di Inggris," kata dia.

Yang lebih memuaskan adalah perjalanan sepuluh hari sepanjang 1320 kilometer dari Irlandia, searah jarum jam, berawal dari Dublin.

Perhentian pertama adalah Kilkenny, sebuah desa abad pertengahan yang masih terpelihara, diikuti dengan Blarney Stone.

Rute ini juga termasuk benteng tua berusia 4000 tahun, Tebing Moher yang megah dan Connemara yang masih "liar", lalu berputar ke Belfast. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat padang rumput dan ilalang, kota-kota kecil yang cantik, musik Irlandia, bar-bar pedesaan yang menawan, serta warna hijau.

Para turis bisa menyewa kendaraan dari Argus Car Rentals di Dublin dengan harga mulai dari $10 per hari (lihat kan apa yang kami maksud dengan murah?). Go Ireland juga mendaftar tarif-tarif khusus untuk hotel-hotel di seluruh negara.

Bagaimana memaksimalkan perjalanan ini?

"Kunjungi pub-pub di desa dan berbincanglah dengan penduduk lokal," kata Brennan. "Atau, dengarkan saja. Dengan orang-orang Irlandia, Anda akan sulit menyela pembicaraan mereka."

Atau Irlandia jauh dari jangkauan? Asia juga penuh dengan jalan-jalan raya buat Anda yang ingin menikmati perjalanan darat nan panjang. Lihat di sini.


Ucapan Selamat Datang dari Suku Asli di India

Oleh Anthea Gerrie


Suku Bishnoi di Rajasthan mengenakan pakaian warna-warni, menjalani kehidupan yang berwarna pula.

Para penduduk desa Bishnoi di sebelah barat Rajasthan punya cara unik dalam menyambut tamu. Demi kesopanan, mereka akan mempersilakan Anda mencicipi opium.

Anda akan lebih sungkan menolak setelah melihat ritual rumit yang dilakukan oleh komunitas terisolasi ini untuk membuat adonan opium.

Ketika saya datang ke sana, tuan rumah menghancurkan bola kecil opium kering dalam sebuah mangkuk tembaga. Perlahan, ia menambahkan air, tetes demi tetes. Setelah menyaringnya beberapa kali, adonan bernama “amal” ini lalu dituang ke tangan saya yang sudah menengadah.

Tidak seperti yang saya bayangkan, rasanya cair, pahit dan tidak ada pengaruhnya apa-apa.

Meski begitu, apa yang mereka lakukan adalah bentuk keramahan luar biasa.

Opium dan pelestarian

Ritual pembuatan minuman opium yang disiapkan untuk para tamu kampung.Ritual pembuatan minuman opium ini dilakukan bagi para pengunjung yang datang ke desa. Meski secara resmi opium dilarang di India, tetapi masih tersedia berkat suku pencinta lingkungan ini. Dari suku Bishoi yang pemberani inilah, istilah “tree-hugger” (pemeluk pohon) berasal.

Pada 1730, ratusan orang dari suku Bishnoi siap mengorbankan
nyawa mereka dengan memeluk pohon demi mencegah penebangan. Orang-orang ini kemudian dihukum pancung. Tapi saat Maharaja Jodhpur mendengar cerita pengorbanan suku Bishnoi, ia memerintahkan para penebang untuk memotong pohon (dan kepala orang) di kawasan ini.

Sampai hari ini, orang Bishnoi terkenal dengan dedikasinya pada penyelamatan lingkungan. Otoritas pemerintah pun pura-pura tidak tahu akan penggunaan opium suku Bishnoi untuk ritual keagamaan.

Dalam perjalanan sejauh 40 km menuju tenggara Jodhpur itu, pemandu saya menjelaskan bagaimana besan suku Bishnoi menikmati minum teh bersama. Pada hari pernikahan, ayah mempelai wanita menawarkan opium campur air ke ayah mempelai pria. Tiga kali ditawarkan, tiga kali pula air opium itu diminum dari tangan. Selanjutnya, ayah mempelai pria akan melakukan hal yang sama untuk ayah mempelai wanita.

Sebenarnya ini adalah ritual perkenalan saat orang asing datang berkunjung. Namun, mereka menghormati tata krama dan kebiasaan dari orang asing yang berkunjung dengan membolehkan air opium diminum dari tangan si turis sendiri.

Kadang-kadang bubuk saffron (kuma-kuma) dipakai sebagai pengganti opium.

Berakar dari agama

Selain air opium, mereka yang bertamu ke desa ini juga akan disuguhi hidangan tradisional, yaitu roti dan kari.Kata “Bishnoi” yang berarti 29 — merujuk pada 20 prinsip agama Hindu dan sembilan prinsip Muslim yang dijunjung
kelompok etnis ini — menghasilkan serangkaian perintah yang intinya berhubungan dengan perlindungan lingkungan.

Kaum Bishnoi sangat menghormati kijang dan sapi karena mereka percaya dua mahluk ini adalah nenek moyang mereka. Maka itu, kijang dan sapi mereka lindungi dari pemburu. Kaum ibu di sini bahkan siap memberi ASI pada kijang yang tak beribu. Kaum Bishnoi juga tidak pernah makan daging.

Kayu yang akan mereka pakai untuk memasak akan dilempar tiga kali ke tanah, hanya untuk memastikan tidak ada lagi serangga yang tersembunyi di dalam kayu saat dibakar.

Mereka pun menyaring air dua kali sebelum memasaknya,
untuk menghindari adanya serangga-serangga kecil.

Tapi yang paling mengejutkan dari kehidupan suku Bishnoi (kini sudah tak berlaku lagi) adalah sistem pejantan.

Sambil menikmati hidangan pasca-opium — kari labu, cabai dan chapati gandum — saya diberi tahu bahwa sampai 50 tahun lalu, pria paling tampan di kampung akan disarankan untuk tidur dengan sebanyak mungkin wanita yang belum menikah, selama sepuluh tahun.

Pejantan ini kemudian dipancung, atau setidaknya, dikucilkan seumur hidup. Sistem ini kini sudah dilarang — meski mereka juga bilang hal yang sama tentang opium di sini.

Sistem ini kini sudah dilarang — meski mereka juga bilang hal yang sama tentang opium di sini.

Mencapai Jodhpur

Jodhpur bisa dicapai dari Delhi dengan penerbangan selama satu jam atau 10 jam kereta malam. Sajjan Singh, pemilik penginapan Surya Kunj (www.mahindrahomestays.com), bisa mengatur kunjungan Anda ke komunitas Bishnoi.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/118-sambutan-selamat-datang-dari-suku-asli-di-india


Ucapan Selamat Datang dari Suku Asli di India

Oleh Anthea Gerrie


Suku Bishnoi di Rajasthan mengenakan pakaian warna-warni, menjalani kehidupan yang berwarna pula.

Para penduduk desa Bishnoi di sebelah barat Rajasthan punya cara unik dalam menyambut tamu. Demi kesopanan, mereka akan mempersilakan Anda mencicipi opium.

Anda akan lebih sungkan menolak setelah melihat ritual rumit yang dilakukan oleh komunitas terisolasi ini untuk membuat adonan opium.

Ketika saya datang ke sana, tuan rumah menghancurkan bola kecil opium kering dalam sebuah mangkuk tembaga. Perlahan, ia menambahkan air, tetes demi tetes. Setelah menyaringnya beberapa kali, adonan bernama “amal” ini lalu dituang ke tangan saya yang sudah menengadah.

Tidak seperti yang saya bayangkan, rasanya cair, pahit dan tidak ada pengaruhnya apa-apa.

Meski begitu, apa yang mereka lakukan adalah bentuk keramahan luar biasa.

Opium dan pelestarian

Ritual pembuatan minuman opium yang disiapkan untuk para tamu kampung.Ritual pembuatan minuman opium ini dilakukan bagi para pengunjung yang datang ke desa. Meski secara resmi opium dilarang di India, tetapi masih tersedia berkat suku pencinta lingkungan ini. Dari suku Bishoi yang pemberani inilah, istilah “tree-hugger” (pemeluk pohon) berasal.

Pada 1730, ratusan orang dari suku Bishnoi siap mengorbankan
nyawa mereka dengan memeluk pohon demi mencegah penebangan. Orang-orang ini kemudian dihukum pancung. Tapi saat Maharaja Jodhpur mendengar cerita pengorbanan suku Bishnoi, ia memerintahkan para penebang untuk memotong pohon (dan kepala orang) di kawasan ini.

Sampai hari ini, orang Bishnoi terkenal dengan dedikasinya pada penyelamatan lingkungan. Otoritas pemerintah pun pura-pura tidak tahu akan penggunaan opium suku Bishnoi untuk ritual keagamaan.

Dalam perjalanan sejauh 40 km menuju tenggara Jodhpur itu, pemandu saya menjelaskan bagaimana besan suku Bishnoi menikmati minum teh bersama. Pada hari pernikahan, ayah mempelai wanita menawarkan opium campur air ke ayah mempelai pria. Tiga kali ditawarkan, tiga kali pula air opium itu diminum dari tangan. Selanjutnya, ayah mempelai pria akan melakukan hal yang sama untuk ayah mempelai wanita.

Sebenarnya ini adalah ritual perkenalan saat orang asing datang berkunjung. Namun, mereka menghormati tata krama dan kebiasaan dari orang asing yang berkunjung dengan membolehkan air opium diminum dari tangan si turis sendiri.

Kadang-kadang bubuk saffron (kuma-kuma) dipakai sebagai pengganti opium.

Berakar dari agama

Selain air opium, mereka yang bertamu ke desa ini juga akan disuguhi hidangan tradisional, yaitu roti dan kari.Kata “Bishnoi” yang berarti 29 — merujuk pada 20 prinsip agama Hindu dan sembilan prinsip Muslim yang dijunjung
kelompok etnis ini — menghasilkan serangkaian perintah yang intinya berhubungan dengan perlindungan lingkungan.

Kaum Bishnoi sangat menghormati kijang dan sapi karena mereka percaya dua mahluk ini adalah nenek moyang mereka. Maka itu, kijang dan sapi mereka lindungi dari pemburu. Kaum ibu di sini bahkan siap memberi ASI pada kijang yang tak beribu. Kaum Bishnoi juga tidak pernah makan daging.

Kayu yang akan mereka pakai untuk memasak akan dilempar tiga kali ke tanah, hanya untuk memastikan tidak ada lagi serangga yang tersembunyi di dalam kayu saat dibakar.

Mereka pun menyaring air dua kali sebelum memasaknya,
untuk menghindari adanya serangga-serangga kecil.

Tapi yang paling mengejutkan dari kehidupan suku Bishnoi (kini sudah tak berlaku lagi) adalah sistem pejantan.

Sambil menikmati hidangan pasca-opium — kari labu, cabai dan chapati gandum — saya diberi tahu bahwa sampai 50 tahun lalu, pria paling tampan di kampung akan disarankan untuk tidur dengan sebanyak mungkin wanita yang belum menikah, selama sepuluh tahun.

Pejantan ini kemudian dipancung, atau setidaknya, dikucilkan seumur hidup. Sistem ini kini sudah dilarang — meski mereka juga bilang hal yang sama tentang opium di sini.

Sistem ini kini sudah dilarang — meski mereka juga bilang hal yang sama tentang opium di sini.

Mencapai Jodhpur

Jodhpur bisa dicapai dari Delhi dengan penerbangan selama satu jam atau 10 jam kereta malam. Sajjan Singh, pemilik penginapan Surya Kunj (www.mahindrahomestays.com), bisa mengatur kunjungan Anda ke komunitas Bishnoi.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/118-sambutan-selamat-datang-dari-suku-asli-di-india


Kedamaian di Luang Prabang, Laos

Oleh Olenka Priyadarsani

Di tengah kesibukan kerja yang cukup menjemukan, saya memutuskan mengambil cuti beberapa hari dan terbang sendirian ke Luang Prabang di Laos. Terletak di bagian utara yang dilalui Sungai Mekong, kota ini merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO dan hanya didiami sekitar 100 ribu orang.


Bangunan bergaya Perancis yang menjadi kekhasan di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Setelah menempuh dua jam penerbangan dari Bangkok, Thailand, saya pun sampai di Bandara Luang Prabang. Ini bandara internasional paling kecil yang pernah saya singgahi. Melayani penerbangan dari Kamboja, Thailand, dan Vietnam, bandara ini bahkan tidak dilengkapi ban berjalan!

Tetapi petugas imigrasi di sini sangat ramah. Ia bertugas sambil tersenyum dan mengajak saya bercakap-cakap. Tampaknya ia heran karena jarang sekali ada turis Indonesia, apalagi seorang perempuan, bepergian sendirian.

Laos memberlakukan visa kedatangan (visa on arrival) terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk negara ASEAN. Pengunjung dari Indonesia akan dikenakan biaya $ 20 dengan tambahan $ 1 apabila tidak membawa foto.

Bandara Luang Prabang terletak di bagian utara kota, hanya 20 menit perjalanan dari jalan utama Sisavangvong. Tersedia taksi atau tuktuk yang siap mengantar Anda ke kota yang sama sekali terbebas dari kemacetan ini.

Sepanjang jalan dari bandara, saya melewati beberapa kuil Buddha (wat) yang mendominasi, serta bangunan bergaya Perancis yang jadi ciri khas Luang Prabang.

Di Jl. Sisavangvong, terdapat jajaran penginapan dengan tarif bervariasi antara $ 15 hingga $ 50, tergantung fasilitas. Di jalan ini juga terdapat banyak restoran, toko kelontong, warung Internet, agen penukaran uang, serta agen perjalanan. Selain mata uang resmi kip, dolar Amerika dan baht Thailand merupakan mata uang yang umum digunakan.

Saya sendiri memilih tempat menginap yang lebih sepi di luar jalan utama, dengan pemandangan menghadap Sungai Mekong. Alhasil, saya dapat duduk di beranda, menyesap kopi Laos sembari menikmati pemandangan sekaligus mempersiapkan diri untuk mengunjungi objek wisata di Luang Prabang.

Air terjun Kuang Xi

Terletak sekitar 29 km dari pusat kota, inilah objek wisata yang paling indah diabadikan, dan wajib dikunjungi. Air terjun bertingkat-tingkat jatuh di di jajaran kolam yang berwarna kehijauan. Anda bisa berenang di beberapa tempat yang dangkal.


Air terjun Kuang Xi di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Pada pagi hari, daerah dekat kolam sangat licin (apalagi pada musim hujan). Gunakanlah sandal gunung atau bahkan bertelanjang kaki saja sekalian. Saya yakin Anda tidak akan puas berjalan-jalan untuk mengambil gambar.

Di luar kompleks air terjun terdapat toko-toko yang menjual suvenir, kerajinan tangan dan makanan kecil. Bila Anda bepergian dalam rombongan, Anda akan lebih berhemat karena dapat membagi ongkos tuktuk. Perjalanan pulang balik ke Kuang Xi akan menghabiskan $ 14, namun jangan lupa tawarlah sebelumnya.

Gua Park Ou

Disebut juga Gua Buddha, gua ini berada sekitar satu jam perjalanan darat atau sekitar setengah jam dengan perahu melalui Sungai Mekong. Gua ini terdiri dari dua bagian; atas dan bawah. Gua bagian bawah merupakan jalan masuk, sementara gua atas berada di puncak bukit. Anda harus memanjat ke atas (cukup curam) namun hasilnya pun sepadan. Karena di atas sana gelap, Anda harus mempergunakan senter atau obor.


Penduduk desa Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Phou Si

Phou Si berada di tengah kota Luang Prabang. Ini adalah sebuah bukit landai tempat Anda bisa melihat pemandangan seluruh kota. Pilihlah waktu matahari terbit atau tenggelam sehingga pemandangan yang Anda dapatkan terlihat lebih indah. Harga tiket masuk 20.000 kip.

Pasar malam

Pasar malam berlangsung setiap malam di sepanjang Jl. Sisavangvong hingga ke Phou Si. Di sini tersedia oleh-oleh mulai dari sutra, kaus, kemeja tradisional, seprai, taplak, tas dan sebagainya. Sebelum membeli, ada baiknya memastikan dulu barang-barang tersebut bukan buatan Thailand. Supaya tidak rugi, periksalah nilai tukar dolar atau baht jika Anda hendak membayar dalam mata uang itu.

Upacara sedekah biksu

Upacara ini dilakukan setiap pagi ketika matahari terbit. Pada saat itu para penduduk desa berlutut untuk memberikan sedekah kepada para biksu. Bila ingin, Anda bisa ikut serta memberikan makanan atau buah. Namun demikian, bila Anda hendak mengambil foto, sebaiknya lakukan dari kejauhan agar tidak mengganggu acara tersebut.


Upacara pemberian sedekah pada biksu di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: AP/Lind Ehrichs

Walau hanya menginap tiga malam di Luang Prabang, saya merasa kota ini sangat mengesankan. Perpaduan antara keindahan alam, suasana pedesaan dan budaya yang melekat pada masyarakatnya sangat menarik.

Oh, hampir lupa, makanan utama penduduk Laos sehari-hari adalah ketan. Berlawanan dengan kita, mereka memakan ketan dengan lauk pauk untuk makan sehari-hari, sementara nasi hanya sebagai cemilan. Karena itu jangan kaget bila Anda disuguhi ketan berlauk ikan atau ayam, ya!

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/105-mencari-kedamaian-di-luang-prabang


Kedamaian di Luang Prabang, Laos

Oleh Olenka Priyadarsani

Di tengah kesibukan kerja yang cukup menjemukan, saya memutuskan mengambil cuti beberapa hari dan terbang sendirian ke Luang Prabang di Laos. Terletak di bagian utara yang dilalui Sungai Mekong, kota ini merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO dan hanya didiami sekitar 100 ribu orang.


Bangunan bergaya Perancis yang menjadi kekhasan di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Setelah menempuh dua jam penerbangan dari Bangkok, Thailand, saya pun sampai di Bandara Luang Prabang. Ini bandara internasional paling kecil yang pernah saya singgahi. Melayani penerbangan dari Kamboja, Thailand, dan Vietnam, bandara ini bahkan tidak dilengkapi ban berjalan!

Tetapi petugas imigrasi di sini sangat ramah. Ia bertugas sambil tersenyum dan mengajak saya bercakap-cakap. Tampaknya ia heran karena jarang sekali ada turis Indonesia, apalagi seorang perempuan, bepergian sendirian.

Laos memberlakukan visa kedatangan (visa on arrival) terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk negara ASEAN. Pengunjung dari Indonesia akan dikenakan biaya $ 20 dengan tambahan $ 1 apabila tidak membawa foto.

Bandara Luang Prabang terletak di bagian utara kota, hanya 20 menit perjalanan dari jalan utama Sisavangvong. Tersedia taksi atau tuktuk yang siap mengantar Anda ke kota yang sama sekali terbebas dari kemacetan ini.

Sepanjang jalan dari bandara, saya melewati beberapa kuil Buddha (wat) yang mendominasi, serta bangunan bergaya Perancis yang jadi ciri khas Luang Prabang.

Di Jl. Sisavangvong, terdapat jajaran penginapan dengan tarif bervariasi antara $ 15 hingga $ 50, tergantung fasilitas. Di jalan ini juga terdapat banyak restoran, toko kelontong, warung Internet, agen penukaran uang, serta agen perjalanan. Selain mata uang resmi kip, dolar Amerika dan baht Thailand merupakan mata uang yang umum digunakan.

Saya sendiri memilih tempat menginap yang lebih sepi di luar jalan utama, dengan pemandangan menghadap Sungai Mekong. Alhasil, saya dapat duduk di beranda, menyesap kopi Laos sembari menikmati pemandangan sekaligus mempersiapkan diri untuk mengunjungi objek wisata di Luang Prabang.

Air terjun Kuang Xi

Terletak sekitar 29 km dari pusat kota, inilah objek wisata yang paling indah diabadikan, dan wajib dikunjungi. Air terjun bertingkat-tingkat jatuh di di jajaran kolam yang berwarna kehijauan. Anda bisa berenang di beberapa tempat yang dangkal.


Air terjun Kuang Xi di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Pada pagi hari, daerah dekat kolam sangat licin (apalagi pada musim hujan). Gunakanlah sandal gunung atau bahkan bertelanjang kaki saja sekalian. Saya yakin Anda tidak akan puas berjalan-jalan untuk mengambil gambar.

Di luar kompleks air terjun terdapat toko-toko yang menjual suvenir, kerajinan tangan dan makanan kecil. Bila Anda bepergian dalam rombongan, Anda akan lebih berhemat karena dapat membagi ongkos tuktuk. Perjalanan pulang balik ke Kuang Xi akan menghabiskan $ 14, namun jangan lupa tawarlah sebelumnya.

Gua Park Ou

Disebut juga Gua Buddha, gua ini berada sekitar satu jam perjalanan darat atau sekitar setengah jam dengan perahu melalui Sungai Mekong. Gua ini terdiri dari dua bagian; atas dan bawah. Gua bagian bawah merupakan jalan masuk, sementara gua atas berada di puncak bukit. Anda harus memanjat ke atas (cukup curam) namun hasilnya pun sepadan. Karena di atas sana gelap, Anda harus mempergunakan senter atau obor.


Penduduk desa Luang Prabang, Laos. Kredit foto: Olenka Priyadarsani

Phou Si

Phou Si berada di tengah kota Luang Prabang. Ini adalah sebuah bukit landai tempat Anda bisa melihat pemandangan seluruh kota. Pilihlah waktu matahari terbit atau tenggelam sehingga pemandangan yang Anda dapatkan terlihat lebih indah. Harga tiket masuk 20.000 kip.

Pasar malam

Pasar malam berlangsung setiap malam di sepanjang Jl. Sisavangvong hingga ke Phou Si. Di sini tersedia oleh-oleh mulai dari sutra, kaus, kemeja tradisional, seprai, taplak, tas dan sebagainya. Sebelum membeli, ada baiknya memastikan dulu barang-barang tersebut bukan buatan Thailand. Supaya tidak rugi, periksalah nilai tukar dolar atau baht jika Anda hendak membayar dalam mata uang itu.

Upacara sedekah biksu

Upacara ini dilakukan setiap pagi ketika matahari terbit. Pada saat itu para penduduk desa berlutut untuk memberikan sedekah kepada para biksu. Bila ingin, Anda bisa ikut serta memberikan makanan atau buah. Namun demikian, bila Anda hendak mengambil foto, sebaiknya lakukan dari kejauhan agar tidak mengganggu acara tersebut.


Upacara pemberian sedekah pada biksu di Luang Prabang, Laos. Kredit foto: AP/Lind Ehrichs

Walau hanya menginap tiga malam di Luang Prabang, saya merasa kota ini sangat mengesankan. Perpaduan antara keindahan alam, suasana pedesaan dan budaya yang melekat pada masyarakatnya sangat menarik.

Oh, hampir lupa, makanan utama penduduk Laos sehari-hari adalah ketan. Berlawanan dengan kita, mereka memakan ketan dengan lauk pauk untuk makan sehari-hari, sementara nasi hanya sebagai cemilan. Karena itu jangan kaget bila Anda disuguhi ketan berlauk ikan atau ayam, ya!

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/105-mencari-kedamaian-di-luang-prabang


Kota-kota Paling 'Berbahaya' di Asia

Inilah kota-kota terbaik di Asia yang akan mengakomodasi berbagai kenakalan Anda.

Tujuh kota sibuk di Asia ini menawarkan berbagai macam godaan. Anda bisa makan dengan rakus di Taipei atau menjadi seorang pesolek di Manila. Kota-kota ini bisa menjadi alasan tersendiri untuk berdosa.


1. Kerakusan: Taipei, Taiwan

Makanan murah bisa Anda temukan di manapun, siang maupun malam.

Ada 18 jalan di Taipei yang didedikasikan hanya untuk berjualan makanan. Di tempat-tempat yang biasanya akan terdapat halte bus, di Taipei Anda akan menemukan makanan panggang. Trotoar menjadi kios penganan. Bau tahu fermentasi pun memenuhi udara.

Pasar malam di Taipei jadi terkenal karena pilihan camilannya. Biasanya, makanan-makanan ini dikenal dengan sebutan xiaochi, yang arti harfiahnya adalah “makanan kecil”. Harga makanan kecil ini antara $ 1-2.

Perut Anda sangat mudah membuncit di kota ini.




2. Kemalasan: Seoul, Korea Selatan

Jika tidak lembur, orang-orang Korea Selatan akan menghabiskan bandwidth.

Internet di Seoul sudah ditata, dikelola, dan dirapikan sedemikian rupa sampai, saking cepatnya, orang tidak perlu bergerak ke mana-mana. Penduduk Korea Selatan bisa berjam-jam bermain World of Warcraft dengan nyaman.

Korea Selatan ada di peringkat 15 kota termalas di dunia (dan nomor satu di Asia) oleh The Daily Beast. Dan ada alasan mereka bisa menjadi lebih malas lagi.

Proposal terbaru dari pemerintah mengusulkan kemajuan teknologi digital. Alasannya adalah permintaan dari game online dan video streaming di Seoul. Pada 2012, kecepatan Internet di kota berpenduduk 39 juta orang ini bisa mencapai 1000 Mbps.




3. Kebanggaan: Manila, Philippines

Wanita-wanita Filipina terkenal akan kecantikannya. Tapi para prianya terlalu sibuk mematut-matut diri mereka sendiri di depan cermin.

Menurut penelitian terbaru dari Synovate, pria Filipina adalah yang paling narsisistik di Asia. Sekitar 48 persen dari pria-pria ini meyakini diri mereka menarik secara seksual.

Dan sekitar 9 dari 10 pria yang mencabut alisnya mengaku, mereka ingin terlihat keren untuk dirinya sendiri, bukan untuk memikat wanita.

Jika dibandingkan, hanya 25 persen pria di Singapura yang yakin dirinya atraktif. Angka itu hanya mencapai 17 persen di Cina dan Taiwan, sementara di Hongkong hanya 12 persen pria yang berpikir mereka menarik.




4. Ketamakan: Shenzhen, Cina

Saat semua orang berusaha menghemat pengeluarkan, Shenzhen tak henti-hentinya mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli produk-produk teknologi tinggi.

Shenzhen adalah satu dari sekian banyak kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pemasukan domestik bruto provinsi ini mencapai $ 42 miliar — itu artinya lebih dari PDB negara seperti Guatemala, Lebanon, dan empat kali lebih besar dari Islandia.

Tinggal tunggu waktu sampai ada 1 miliar jutawan di Cina. Filosofi Shenzhen berkata, jika kamu tidak bisa menghasilkan satu juta, maka hasilkanlah satu miliar.




5. Gairah: Tokyo, Jepang

Industri seks Jepang diperkirakan mencapai ¥ 2.5 triliun ($ 30 miliar), nomor dua di bawah industri otomotifnya.

Menurut penulis “Pink Box”, Joan Sinclair, “Jepang bisa menawarkan apa pun yang bisa Anda bayangkan.”

Dari porno yang menjijikkan sampai pelayan kafe, Tokyo seperti seorang pria tua berpikiran jorok di tubuh seorang remaja. Dan dia memuaskan keinginan-keinginan kotornya dengan semangat seorang eksibisionis.

Tokyo adalah kota yang bisa memenuhi fetis Anda, atau tempat Anda bisa dimandikan oleh seorang remaja muda berseragam.




6. Iri: New Delhi, India

Pada 2010, orang India adalah emigran kedua terbesar dunia setelah Meksiko. Data ini berdasarkan Migration and Remittances Factbook 2011 dari Bank Dunia.

Ada sekitar 11,4 juta orang India yang bermigrasi untuk mencari penghidupan lebih baik. India dan ibu kotanya, New Delhi, mengalami sindrom “rumput tetangga lebih hijau” yang terparah.




7. Dendam: Pyongyang, Korea Utara

Keras kepala, suka membuka konfrontasi, antidamai... ibu kota Korea Utara seperti remaja labil Asia. Tetapi, tidak seperti remaja yang suka mengekspresikan rasa ketidakamanan mereka dengan menindik bagian tubuh atau mewarnai rambut, Korea Utara lebih suka menenggelamkan kapal atau menembaki pulau-pulau dengan peluru.

Olahraga nasional Korea Utara adalah Taekwondo. Jika terjadi kekurangan pangan, maka militerlah yang lebih dulu dilayani. Film-film propaganda terus-menerus berbicara tentang kekuatan tak terlihat tentara Korea Utara. Poster-poster di Pyongyang juga berpesan, “Kedamaian ada di ujung bayonet.” Dengan penduduk sekitar 24 juta orang, Korea Utara memiliki 1 juta tentara.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/133-kota-kota-paling-berbahaya-di-asia

Kota-kota Paling 'Berbahaya' di Asia

Inilah kota-kota terbaik di Asia yang akan mengakomodasi berbagai kenakalan Anda.

Tujuh kota sibuk di Asia ini menawarkan berbagai macam godaan. Anda bisa makan dengan rakus di Taipei atau menjadi seorang pesolek di Manila. Kota-kota ini bisa menjadi alasan tersendiri untuk berdosa.


1. Kerakusan: Taipei, Taiwan

Makanan murah bisa Anda temukan di manapun, siang maupun malam.

Ada 18 jalan di Taipei yang didedikasikan hanya untuk berjualan makanan. Di tempat-tempat yang biasanya akan terdapat halte bus, di Taipei Anda akan menemukan makanan panggang. Trotoar menjadi kios penganan. Bau tahu fermentasi pun memenuhi udara.

Pasar malam di Taipei jadi terkenal karena pilihan camilannya. Biasanya, makanan-makanan ini dikenal dengan sebutan xiaochi, yang arti harfiahnya adalah “makanan kecil”. Harga makanan kecil ini antara $ 1-2.

Perut Anda sangat mudah membuncit di kota ini.




2. Kemalasan: Seoul, Korea Selatan

Jika tidak lembur, orang-orang Korea Selatan akan menghabiskan bandwidth.

Internet di Seoul sudah ditata, dikelola, dan dirapikan sedemikian rupa sampai, saking cepatnya, orang tidak perlu bergerak ke mana-mana. Penduduk Korea Selatan bisa berjam-jam bermain World of Warcraft dengan nyaman.

Korea Selatan ada di peringkat 15 kota termalas di dunia (dan nomor satu di Asia) oleh The Daily Beast. Dan ada alasan mereka bisa menjadi lebih malas lagi.

Proposal terbaru dari pemerintah mengusulkan kemajuan teknologi digital. Alasannya adalah permintaan dari game online dan video streaming di Seoul. Pada 2012, kecepatan Internet di kota berpenduduk 39 juta orang ini bisa mencapai 1000 Mbps.




3. Kebanggaan: Manila, Philippines

Wanita-wanita Filipina terkenal akan kecantikannya. Tapi para prianya terlalu sibuk mematut-matut diri mereka sendiri di depan cermin.

Menurut penelitian terbaru dari Synovate, pria Filipina adalah yang paling narsisistik di Asia. Sekitar 48 persen dari pria-pria ini meyakini diri mereka menarik secara seksual.

Dan sekitar 9 dari 10 pria yang mencabut alisnya mengaku, mereka ingin terlihat keren untuk dirinya sendiri, bukan untuk memikat wanita.

Jika dibandingkan, hanya 25 persen pria di Singapura yang yakin dirinya atraktif. Angka itu hanya mencapai 17 persen di Cina dan Taiwan, sementara di Hongkong hanya 12 persen pria yang berpikir mereka menarik.




4. Ketamakan: Shenzhen, Cina

Saat semua orang berusaha menghemat pengeluarkan, Shenzhen tak henti-hentinya mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli produk-produk teknologi tinggi.

Shenzhen adalah satu dari sekian banyak kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pemasukan domestik bruto provinsi ini mencapai $ 42 miliar — itu artinya lebih dari PDB negara seperti Guatemala, Lebanon, dan empat kali lebih besar dari Islandia.

Tinggal tunggu waktu sampai ada 1 miliar jutawan di Cina. Filosofi Shenzhen berkata, jika kamu tidak bisa menghasilkan satu juta, maka hasilkanlah satu miliar.




5. Gairah: Tokyo, Jepang

Industri seks Jepang diperkirakan mencapai ¥ 2.5 triliun ($ 30 miliar), nomor dua di bawah industri otomotifnya.

Menurut penulis “Pink Box”, Joan Sinclair, “Jepang bisa menawarkan apa pun yang bisa Anda bayangkan.”

Dari porno yang menjijikkan sampai pelayan kafe, Tokyo seperti seorang pria tua berpikiran jorok di tubuh seorang remaja. Dan dia memuaskan keinginan-keinginan kotornya dengan semangat seorang eksibisionis.

Tokyo adalah kota yang bisa memenuhi fetis Anda, atau tempat Anda bisa dimandikan oleh seorang remaja muda berseragam.




6. Iri: New Delhi, India

Pada 2010, orang India adalah emigran kedua terbesar dunia setelah Meksiko. Data ini berdasarkan Migration and Remittances Factbook 2011 dari Bank Dunia.

Ada sekitar 11,4 juta orang India yang bermigrasi untuk mencari penghidupan lebih baik. India dan ibu kotanya, New Delhi, mengalami sindrom “rumput tetangga lebih hijau” yang terparah.




7. Dendam: Pyongyang, Korea Utara

Keras kepala, suka membuka konfrontasi, antidamai... ibu kota Korea Utara seperti remaja labil Asia. Tetapi, tidak seperti remaja yang suka mengekspresikan rasa ketidakamanan mereka dengan menindik bagian tubuh atau mewarnai rambut, Korea Utara lebih suka menenggelamkan kapal atau menembaki pulau-pulau dengan peluru.

Olahraga nasional Korea Utara adalah Taekwondo. Jika terjadi kekurangan pangan, maka militerlah yang lebih dulu dilayani. Film-film propaganda terus-menerus berbicara tentang kekuatan tak terlihat tentara Korea Utara. Poster-poster di Pyongyang juga berpesan, “Kedamaian ada di ujung bayonet.” Dengan penduduk sekitar 24 juta orang, Korea Utara memiliki 1 juta tentara.

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/133-kota-kota-paling-berbahaya-di-asia

Wednesday, June 15, 2011

Tempat Pemandian Termewah Dunia

Ketika menjelajah ke berbagai sudut dunia, Anda mungkin akan bertemu dengan banyak sekali pilihan tempat pemandian yang bisa Anda nikmati. Memanjakan diri di sebuah tempat pemandian adalah tradisi mewah para bangsawan Romawi. Kala itu mereka gemar mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya sekedar untuk rekreasi, namun juga untuk penyembuhan dan peremajaan diri. Masa berganti, nama dan pola adopsi pun kini berganti. Tempat favorit bangsa Romawi itupun kini berganti nama menjadi spa. Namun di satu-dua tempat Anda masih bisa menemukannya. Seperti empat tempat berikut ini yang masih mempertahankan konsep tradisional yang mempesona, lokasi sempurna untuk relaksasi jiwa dan raga Anda.

1. Cagaloglu Hamami, Istanbul, Turki


Di Istanbul, orang menyebut tempat pemandian dengan nama hamam. Dan di seluruh daratan Turki, tak ada yang bisa mengalahkan Cagaloglu, hamam terakhir yang dibangun di masa pemerintahan Kekaisaran Ottoman dan telah beroperasi sejak tahun 1741. Tempat pemandian yang terkenal dengan interior yang mempesona serta tekhnik pijat dan uap panas yang menggetarkan jiwa ini dimasa jayanya diyakini pernah memberikan dedikasi terbaiknya untuk para figur dunia, termasuk Florence Nightingale dan Raja Edward VIII dari Inggris. Usia yang telah mencapai lebih dari 270 tahun tak membuat Cagaloglu kehilangan daya tarik dan pesonanya karena sampai hari inipun dia masih memiliki posisi dalam daftar 1,000 Places To See Before You Die.

2. Gellert Baths & Spa, Budapest, Hungaria


Salah satu tempat pemandian yang paling populer dikalangan wisatawan yang berkunjung ke Budapest adalah Gellert Baths & Spa. Mata air alami yang diyakini berkhasiat seperti obat, perabotan dengan gaya Art Nouveau, mosaik artistik, jendela kaca patri dan berbagai pahatan adalah kombinasi keindahan dengan dosis yang sempurna untuk semua wisatawan yang ingin menikmatinya. Gellert Baths & Spa membuka pintunya pertamakali di tahun 1919 dan memiliki 13 bak mandi yang terdiri dari dua pemandian effervescent, tiga kolam renang, dan delapan pemandian air panas dengan suhu air bervariasi 24-37 derajat Celsius.

3. The Thermal Baths, Vals, Swiss


Dengan menggunakan kombinasi konsep ruang gelap dan terang, serta tertutup dan terbuka, pemandian air panas di Vals, Swiss, ini adalah surga untuk bersantai dan menenangkan diri. Dengan fasilitas indoor dan outdoor yang beragam, termasuk kolam renang, ruang pijat dan relaksasi, ditambah kehadiran kolam renang api, kolam es, kolam bunga dan pemandangan gunung yang mempesona, The Thermal Baths menawarkan lebih dari yang bisa Anda minta.

4. Poseidon Gardens, Ischia, Italia


Khusus untuk kenyamanan dan kebahagiaan Anda, gunung vulkanik di Italia mengalirkan mata air dengan panas yang alami ke berbagai kolam serta bak penampungan air di Poseidon Gardens. Suhu air yang tinggi serta kekayaan kandungan mineral dalam air (termasuk diantaranya sodium, kalsium, potasium, besi, dan mangan) menjadikan Poseidon Gardens sebagai salah satu tempat pemandian air panas paling terapis yang bisa Anda temukan. Untuk (hampir) apapun jenis penyakit yang Anda derita, air panas Poseidon Gardens dipercaya mampu menyembuhkannya.

http://jiwaku931.blogspot.com/2011/06/tempat-pemandiantermewah-di-dunia.html

Tempat Pemandian Termewah Dunia

Ketika menjelajah ke berbagai sudut dunia, Anda mungkin akan bertemu dengan banyak sekali pilihan tempat pemandian yang bisa Anda nikmati. Memanjakan diri di sebuah tempat pemandian adalah tradisi mewah para bangsawan Romawi. Kala itu mereka gemar mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya sekedar untuk rekreasi, namun juga untuk penyembuhan dan peremajaan diri. Masa berganti, nama dan pola adopsi pun kini berganti. Tempat favorit bangsa Romawi itupun kini berganti nama menjadi spa. Namun di satu-dua tempat Anda masih bisa menemukannya. Seperti empat tempat berikut ini yang masih mempertahankan konsep tradisional yang mempesona, lokasi sempurna untuk relaksasi jiwa dan raga Anda.

1. Cagaloglu Hamami, Istanbul, Turki


Di Istanbul, orang menyebut tempat pemandian dengan nama hamam. Dan di seluruh daratan Turki, tak ada yang bisa mengalahkan Cagaloglu, hamam terakhir yang dibangun di masa pemerintahan Kekaisaran Ottoman dan telah beroperasi sejak tahun 1741. Tempat pemandian yang terkenal dengan interior yang mempesona serta tekhnik pijat dan uap panas yang menggetarkan jiwa ini dimasa jayanya diyakini pernah memberikan dedikasi terbaiknya untuk para figur dunia, termasuk Florence Nightingale dan Raja Edward VIII dari Inggris. Usia yang telah mencapai lebih dari 270 tahun tak membuat Cagaloglu kehilangan daya tarik dan pesonanya karena sampai hari inipun dia masih memiliki posisi dalam daftar 1,000 Places To See Before You Die.

2. Gellert Baths & Spa, Budapest, Hungaria


Salah satu tempat pemandian yang paling populer dikalangan wisatawan yang berkunjung ke Budapest adalah Gellert Baths & Spa. Mata air alami yang diyakini berkhasiat seperti obat, perabotan dengan gaya Art Nouveau, mosaik artistik, jendela kaca patri dan berbagai pahatan adalah kombinasi keindahan dengan dosis yang sempurna untuk semua wisatawan yang ingin menikmatinya. Gellert Baths & Spa membuka pintunya pertamakali di tahun 1919 dan memiliki 13 bak mandi yang terdiri dari dua pemandian effervescent, tiga kolam renang, dan delapan pemandian air panas dengan suhu air bervariasi 24-37 derajat Celsius.

3. The Thermal Baths, Vals, Swiss


Dengan menggunakan kombinasi konsep ruang gelap dan terang, serta tertutup dan terbuka, pemandian air panas di Vals, Swiss, ini adalah surga untuk bersantai dan menenangkan diri. Dengan fasilitas indoor dan outdoor yang beragam, termasuk kolam renang, ruang pijat dan relaksasi, ditambah kehadiran kolam renang api, kolam es, kolam bunga dan pemandangan gunung yang mempesona, The Thermal Baths menawarkan lebih dari yang bisa Anda minta.

4. Poseidon Gardens, Ischia, Italia


Khusus untuk kenyamanan dan kebahagiaan Anda, gunung vulkanik di Italia mengalirkan mata air dengan panas yang alami ke berbagai kolam serta bak penampungan air di Poseidon Gardens. Suhu air yang tinggi serta kekayaan kandungan mineral dalam air (termasuk diantaranya sodium, kalsium, potasium, besi, dan mangan) menjadikan Poseidon Gardens sebagai salah satu tempat pemandian air panas paling terapis yang bisa Anda temukan. Untuk (hampir) apapun jenis penyakit yang Anda derita, air panas Poseidon Gardens dipercaya mampu menyembuhkannya.

http://jiwaku931.blogspot.com/2011/06/tempat-pemandiantermewah-di-dunia.html

Mungkin Anda mencari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Label

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons