Daftar Rekening Paypal klik disini

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Mithology. Show all posts
Showing posts with label Mithology. Show all posts

Monday, August 8, 2011

Legenda Keris Mpu Gandring

Mpu Gandring berasal dari desa Lulumbang. Ia merupakan sahabat dari Bango Samparan, ayah angkat Ken Arok. Dikisahkan dalam Pararaton bahwa Ken Arok berniat mencari senjata ampuh untuk membunuh majikannya, yaitu Tunggul Ametung akuwu Tumapel.

Ia ingin memiliki sebilah keris yang dapat membunuh hanya sekali tusuk. Bango Samparan pun memperkenalkan Ken Arok pada Mpu Gandring. Untuk mewujudkan pesanan Ken Arok, Mpu Gandring meminta waktu setahun. Ken Arok tidak sabar. Ia berjanji akan datang lagi setelah lima bulan.

Lima bulan kemudian, Ken Arok benar-benar datang menemui Mpu Gandring. Ia marah melihat keris pesanannya baru setengah jadi. Karena marah, keris itu direbut dan digunakan untuk menikam dada Mpu Gandring. Meskipun belum sempurna, namun keris itu mampu membelah lumpang batu milik Mpu Gandring.
Mpu Gandring pun tewas terkena keris buatannya sendiri. Namun ia sempat mengutuk kelak keris tersebut akan merenggut nyawa tujuh keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri. Ken Arok kembali ke Tumapel untuk membunuh dan merebut kedudukan Tunggul Ametung

Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok. Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok, salah seorang tokoh penyamun yang menurut seorang brahmana bernama Lohgawe adalah titisan wisnu.

Ken Arok memesan keris ini kepada Mpu Gandring dengan waktu satu malam saja, yang merupakan pekerjaan hampir mustahil dilakukan oleh para “mpu” (gelar bagi seorang pandai logam yang sangat sakti) pada masa itu. Namun Mpu Gandring menyanggupinya dengan kekuatan gaib yang dimilikinya. Bahkan kekuatan tadi “ditransfer” ke dalam keris buatannya itu untuk menambah kemampuan dan kesaktian keris tersebut.

Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan haris diambil.

Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya).

Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yakni:

Terbunuhnya Tunggul Ametung
Tunggul Ametung, kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singhasari) yang saat itu adalah bawahan dari Kerajaan Kadiri yang saat itu diperintah oleh Kertajaya yang bergelar “Dandang Gendis” (raja terakhir kerajaan ini). Tumapel sendiri adalah pecahan dari sebuah kerajaan besar yang dulunya adalah Kerajaan Jenggala yang dihancurkan Kadiri, dimana kedua-duanya awalnya adalah satu wilayah yang dipimpin oleh Airlangga.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya yang cantik, Ken Dedes. Ken Arok sendiri saat itu adalah pegawai kepercayaan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercaya. Latar belakang pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa “barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia”.

Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, keris ini dipinjamkan kepada rekan kerjanya, yang bernama Kebo Ijo yang tertarik dengan keris itu dan selalu dibawa-bawanya kemana mana untuk menarik perhatian umum. Bagi Ken Arok sendiri, peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok.

Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung. Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon, dengan keris pusaka itu.

Terbunuhnya Ken Arok
Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok mengambil jabatannya, memperistri Ken Dedes yang saat itu sedang mengandung dan memperluas pengaruh Tumapel sehingga akhirnya mampu menghancurkan Kerajaan Kediri. Ken Arok sendiri akhirnya mendirikan kerajaan Singhasari. Rupanya kasus pembunuhan ini tercium oleh Anusapati, anak Ken Dedes dengan ayah Tunggul Ametung.

Anusapati, yang diangkat anak oleh Ken Arok mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes dan bertekat untuk menuntut balas. Anusapati akhirnya merancang pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan.

Pada saat menyendiri di kamar pusaka kerajaan, Ken Arok mengamati pusaka kerajaan yang dimilikinya. Salah satu pusaka yang dimilikinya adalah keris tanpa sarung buatan Mpu Gandring yang dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. Melihat ceceran darah pada keris tersebut, ia merasa ketakutan, terlebih lebih terdengar suara ghaib dari dalam keris tersebut yang meminta tumbal.

Ia ingat kutukan Mpu Gandring yang dibunuhnya, dan serta merta membantingnya ke tanah sampai hancur berkeping-keping. Ia bermaksud memusnahkannya. Namun ternyata keris tersebut melayang dan menghilang. Sementara Anusapati dan Ki Pengalasan merancang pembunuhan tersebut, tiba-tiba keris tersebut berada di tangan Anusapati. Anusapati menyerahkan keris kepada Ki Pengalasan yang menurut bahasa sekarang, bertugas sebagai “eksekutor” terhadap Ken Arok. Tugas itu dilaksanakannya, dan untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris itu.




Terbunuhnya Anusapati
Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak lama. Karena Tohjaya, Putra Ken Arok dari Ken Umang akhirnya mengetahui kasus pembunuhan itu. Dan Tohjaya pun menuntut balas. Tohjaya mengadakan acara Sabung Ayam kerajaan yang sangat digemari Anusapati.

Ketika Anusapati lengah, Tohjaya mengambil keris Mpu Gandring tersebut dan langsung membunuhnya di tempat. Tohjaya membunuhnya berdasarkan hukuman dimana Anusapati diyakini membunuh Ken Arok. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya mengangkat dirinya sebagai raja menggantikan Anusapati.

Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari.

Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya. Keris Mpu Gandring ini menurut beberapa sumber spritual sebenarnya tidak hilang. Dalam arti hilang musnah dan benar-benar tidak ketahuan keberadaannya. Pada bagian ini tak hendak membahas masalah itu. Pada bagian ini hendak mengajak para pembaca untuk sejenak menganalisa “keampuahan” atau “tuah” dari keris itu maupun pembuatnya (Mpu Gandring).

Di akhir hayatnya di ujung keris buatannya sendiri, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok, bahwa keris itu akan menelan korban tujuh turunan dari Ken Arok. Sekarang marilah kita hitung. Dalam sejarah ataupun legenda yang kita ketahui, ternyata hanya ada 7 (tujuh) orang yang terbunuh oleh Keris Mpu Gandring, dimana keturunan Ken Arok yang terbunuh hanyalah Tohjaya
1. Mpu Gandring, Sang Pembuat Keris.
2. Kebo Ijo, rekan Ken Arok.
3. Tunggul Ametung, Penguasa Tumapel pada saat itu.
4. Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singasari.
5. Ki Pengalasan, pengawal Anusapati yang membunuh Ken Arok
6. Anusapati, Anak Ken Dedes yang memerintah Ki Pengalasan membunuh Ken Arok.
7. Tohjaya, Anak Ken Arok dengan Ken Umang

Sunday, February 27, 2011

Flying Rod

Rod, kadang disebut juga sebagai ikan langit, adalah sebuah ketertarikan baru dalam bidang cryptozoology. Ia adalah satu makhluk yang terbang dan berputar dengan kecepatan tinggi sehingga sukar ditangkap oleh mata telanjang. Satu-satunya bukti adanya rod adalah penangkapan gambar oleh kamera karena kemampuan kamera untuk menangkap gerakan yang lebih akurat. Penampakan Rod terjadi di hampir seluruh dunia.

Seorang yang bernama Jose Camilla adalah orang yang pertama kali mengklaim sebagai penemu Rod. Ia menangkap gambar Rod yang sedang terbang dengan kamera saat ia merekam kegiatan Base Jumper di gua Swallow, Meksiko. Jose Camilla bahkan percaya bahwa Rod adalah manifestasi dari Ufo sehingga ia menamai websitenya roswellrods.com. Dari kata Roswell dan rods. Roswell adalah sebuah kota di New Meksiko yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan artefak ufo dan tubuh alien oleh pemerintah Amerika Serikat (Area 51).

Entitas ini disebut Rod karena bentuk tubuhnya yang seperti tongkat. Dari observasi lewat kamera, maka dapat disimpulkan bahwa panjang Rod antara 10 cm hingga 5 meter. Dan Rod juga dapat mengendalikan arah terbangnya persis seperti burung atau serangga.

Rod memiliki tubuh seperti membran tipis seperti ubur-ubur yang meliputi tulang axis mereka. Beberapa mengklaim bahwa Rod adalah hewan yang belum dikenal dan kemungkinan masih keluarga anomalocarids yang terbang. Beberapa menganggap bahwa Rod adalah sebuah manifestasi UFO yang terbang dengan kecepatan tinggi. Beberapa beranggapan bahwa Rod adalah sebuah trik yang tercipta akibat merekam video dan memutar ulang rekaman tersebut.






Rod terekam oleh kameramen Fox News saat merekam perang Irak.





History Channel pernah mengupas tentang Rod dalam Monster Quest season 1. Diadakan penelitian dengan menggunakan dua kamera. Satu kamera tradisional dan satu lagi kamera berkecepatan tinggi. Kamera tradisional menangkap gambar Rod yang sedang melintas dengan sayap yang mengepak, sedangkan kamera berkecepatan tinggi hanya menangkap seekor serangga yang sedang melintas di ladang. Tapi para pemercaya Rod mengkritik teori tersebut dan mengatakan bahwa Kamera tradisional tidak mungkin bisa menangkap gambar dengan kejernihan yang tinggi seperti yang terdapat pada gambar-gambar Rod di seluruh dunia.


Sepasang Rod yang terekam dengan jernih terbang keluar dari gua.



Rod putih yang terbang di dekat batang pohon.




Rod terekam kamera halaman parkir.


Sampai saat ini Rod masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan ufolog.


Source: http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=19443


Flying Rod

Rod, kadang disebut juga sebagai ikan langit, adalah sebuah ketertarikan baru dalam bidang cryptozoology. Ia adalah satu makhluk yang terbang dan berputar dengan kecepatan tinggi sehingga sukar ditangkap oleh mata telanjang. Satu-satunya bukti adanya rod adalah penangkapan gambar oleh kamera karena kemampuan kamera untuk menangkap gerakan yang lebih akurat. Penampakan Rod terjadi di hampir seluruh dunia.

Seorang yang bernama Jose Camilla adalah orang yang pertama kali mengklaim sebagai penemu Rod. Ia menangkap gambar Rod yang sedang terbang dengan kamera saat ia merekam kegiatan Base Jumper di gua Swallow, Meksiko. Jose Camilla bahkan percaya bahwa Rod adalah manifestasi dari Ufo sehingga ia menamai websitenya roswellrods.com. Dari kata Roswell dan rods. Roswell adalah sebuah kota di New Meksiko yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan artefak ufo dan tubuh alien oleh pemerintah Amerika Serikat (Area 51).

Entitas ini disebut Rod karena bentuk tubuhnya yang seperti tongkat. Dari observasi lewat kamera, maka dapat disimpulkan bahwa panjang Rod antara 10 cm hingga 5 meter. Dan Rod juga dapat mengendalikan arah terbangnya persis seperti burung atau serangga.

Rod memiliki tubuh seperti membran tipis seperti ubur-ubur yang meliputi tulang axis mereka. Beberapa mengklaim bahwa Rod adalah hewan yang belum dikenal dan kemungkinan masih keluarga anomalocarids yang terbang. Beberapa menganggap bahwa Rod adalah sebuah manifestasi UFO yang terbang dengan kecepatan tinggi. Beberapa beranggapan bahwa Rod adalah sebuah trik yang tercipta akibat merekam video dan memutar ulang rekaman tersebut.






Rod terekam oleh kameramen Fox News saat merekam perang Irak.





History Channel pernah mengupas tentang Rod dalam Monster Quest season 1. Diadakan penelitian dengan menggunakan dua kamera. Satu kamera tradisional dan satu lagi kamera berkecepatan tinggi. Kamera tradisional menangkap gambar Rod yang sedang melintas dengan sayap yang mengepak, sedangkan kamera berkecepatan tinggi hanya menangkap seekor serangga yang sedang melintas di ladang. Tapi para pemercaya Rod mengkritik teori tersebut dan mengatakan bahwa Kamera tradisional tidak mungkin bisa menangkap gambar dengan kejernihan yang tinggi seperti yang terdapat pada gambar-gambar Rod di seluruh dunia.


Sepasang Rod yang terekam dengan jernih terbang keluar dari gua.



Rod putih yang terbang di dekat batang pohon.




Rod terekam kamera halaman parkir.


Sampai saat ini Rod masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan ufolog.


Source: http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=19443


Tel Jericho, Bangunan Pencakar Langit Kuno Pertama Dunia

Sejak ditemukannya oleh para arkeologis pada tahun 1962, menara batu setinggi 28 kaki yang ditemukan pada sudut kota Jericho telah menjadi teka-teki bagi para ilmuwan. Saat ini, 11.000 tahun setelah menara tersebut dibangun, para arkeologis di situs kuno Tel Jericho mengungkap fakta baru mengenai bangunan “pencakar langit” pertama di dunia.

Riset berbasis komputer mutakhir oleh mahasiswa doctoral Roy Liran dan Dr Ran Barkai dari Departemen Arkeologi Jacob M. Alkow Universitas Tel Aviv dan Ancient Near Eastern Cultures di Fakultas Humanitas Lester and Sally menyibak siapa yang membangun menara 28 kaki itu – dan mengapa itu dibangun?

Para periset mencatat bahwa ini merupakan hal pertama manusia menegakkan bangunan tinggi seperti itu, sebelum transisi ke pertanian dan produksi pangan di daerah tersebut. Liran dan Dr. Barker saat ini begitu yakin bahwa menara, yang dibutuhkan sepuluh tahun untuk membangunnya itu adalah indikasi perjuangan kekuatan pada awal periode Neolitik, dan seseorang atau masyarakat khusus telah mengekploitasi ketakutan purba para penduduk Jericho untuk membujuk mereka agar segera membangun menara itu. Mengenai terungkapnya penelitian baru tentang menara kuno ini diterbitkan pula dalam jurnal Antiquity.

“Dalam artikel yang baru kami publikasikan menyatakan sebuah penemuan baru dan menarik,” kata Liran dan Dr.barkai dalam suatu pernyataannya. “Terdapat sesuatu yang dihubungkan ke posisi menara pada sudut desa Jericho, dan bayangan yang melingkupi situs ketika matahari tenggelam pada hari terpanjang pada suatu tahun.”

Tangga (dan menara ) ke Surga

“Rekonstruksi matahari terbenam mengungkapkan kepada kita bahwa bayangan bukit saat matahari terbenam pada hari terpanjang tahun ini jatuh tepat pada menara Yerikho, menutupi menara dan menutupi keseluruhan desa.

“Untuk alasan inilah, kami menduga menara yang digunakan sebagai sebuah unsur duniawi yang menghubungkan penduduk situs dengan bukit-bukit di sekitar mereka dan dengan elemen surgawi dimana matahari terbenam.”


“Ini adalah saat ketika hierarki dan kepepimpinan mulai dibangun,” kata Dr. Barkai seperti dikutip dari Jerussalem Post. “Kami percaya menara ini merupakan salah satu mekanisme untuk memotivasi orang-orang dalam gaya hidup komunal.”

Membongkar teori-teori lama

Beberapa peneliti telah mengklaim bahwa menara dan dinding tersebut terdiri dari sistem benteng dan pertahanan terhadap banjir. Namun yang lain menyatakan bahwa menara dan tembok sebagai penanda geografis, mendefinisikan wilayah penduduk awal Yerikho, dan simbol dari kekayaan dan kekuasaan desa kuno.

Dalam sebuah artikel tahun 2008, peneliti dari Universitas Tel Aviv , menyatakan bahwa dinding menara dan Yerikho harus dilihat sebagai penanda kosmologis, menghubungkan desa kuno Yerikho dengan Gunung Qarantal dekatnya dan matahari terbenam pada hari yang memperpanjang tahun. Begitulah hipotesis baru mereka.
Ide ini didasarkan pada kenyataan bahwa sumbu tingkatan tangga di menara ini dibangun pada sudut yang tepat untuk pengaturan matahari pada hari terpanjang tahun di balik puncak tertinggi menghadap Yerikho, Gunung Qarantal. Mereka percaya bahwa itu adalah pencakar langit pertama umat manusia, betapapun kecilnya, dan juga merupakan bangunan publik pertama di dunia.

Source: http://www.dapunta.com/teka-teki-tel-jericho-bangunan-pencakar-langit-kuno-pertama-dunia.html


Tel Jericho, Bangunan Pencakar Langit Kuno Pertama Dunia

Sejak ditemukannya oleh para arkeologis pada tahun 1962, menara batu setinggi 28 kaki yang ditemukan pada sudut kota Jericho telah menjadi teka-teki bagi para ilmuwan. Saat ini, 11.000 tahun setelah menara tersebut dibangun, para arkeologis di situs kuno Tel Jericho mengungkap fakta baru mengenai bangunan “pencakar langit” pertama di dunia.

Riset berbasis komputer mutakhir oleh mahasiswa doctoral Roy Liran dan Dr Ran Barkai dari Departemen Arkeologi Jacob M. Alkow Universitas Tel Aviv dan Ancient Near Eastern Cultures di Fakultas Humanitas Lester and Sally menyibak siapa yang membangun menara 28 kaki itu – dan mengapa itu dibangun?

Para periset mencatat bahwa ini merupakan hal pertama manusia menegakkan bangunan tinggi seperti itu, sebelum transisi ke pertanian dan produksi pangan di daerah tersebut. Liran dan Dr. Barker saat ini begitu yakin bahwa menara, yang dibutuhkan sepuluh tahun untuk membangunnya itu adalah indikasi perjuangan kekuatan pada awal periode Neolitik, dan seseorang atau masyarakat khusus telah mengekploitasi ketakutan purba para penduduk Jericho untuk membujuk mereka agar segera membangun menara itu. Mengenai terungkapnya penelitian baru tentang menara kuno ini diterbitkan pula dalam jurnal Antiquity.

“Dalam artikel yang baru kami publikasikan menyatakan sebuah penemuan baru dan menarik,” kata Liran dan Dr.barkai dalam suatu pernyataannya. “Terdapat sesuatu yang dihubungkan ke posisi menara pada sudut desa Jericho, dan bayangan yang melingkupi situs ketika matahari tenggelam pada hari terpanjang pada suatu tahun.”

Tangga (dan menara ) ke Surga

“Rekonstruksi matahari terbenam mengungkapkan kepada kita bahwa bayangan bukit saat matahari terbenam pada hari terpanjang tahun ini jatuh tepat pada menara Yerikho, menutupi menara dan menutupi keseluruhan desa.

“Untuk alasan inilah, kami menduga menara yang digunakan sebagai sebuah unsur duniawi yang menghubungkan penduduk situs dengan bukit-bukit di sekitar mereka dan dengan elemen surgawi dimana matahari terbenam.”


“Ini adalah saat ketika hierarki dan kepepimpinan mulai dibangun,” kata Dr. Barkai seperti dikutip dari Jerussalem Post. “Kami percaya menara ini merupakan salah satu mekanisme untuk memotivasi orang-orang dalam gaya hidup komunal.”

Membongkar teori-teori lama

Beberapa peneliti telah mengklaim bahwa menara dan dinding tersebut terdiri dari sistem benteng dan pertahanan terhadap banjir. Namun yang lain menyatakan bahwa menara dan tembok sebagai penanda geografis, mendefinisikan wilayah penduduk awal Yerikho, dan simbol dari kekayaan dan kekuasaan desa kuno.

Dalam sebuah artikel tahun 2008, peneliti dari Universitas Tel Aviv , menyatakan bahwa dinding menara dan Yerikho harus dilihat sebagai penanda kosmologis, menghubungkan desa kuno Yerikho dengan Gunung Qarantal dekatnya dan matahari terbenam pada hari yang memperpanjang tahun. Begitulah hipotesis baru mereka.
Ide ini didasarkan pada kenyataan bahwa sumbu tingkatan tangga di menara ini dibangun pada sudut yang tepat untuk pengaturan matahari pada hari terpanjang tahun di balik puncak tertinggi menghadap Yerikho, Gunung Qarantal. Mereka percaya bahwa itu adalah pencakar langit pertama umat manusia, betapapun kecilnya, dan juga merupakan bangunan publik pertama di dunia.

Source: http://www.dapunta.com/teka-teki-tel-jericho-bangunan-pencakar-langit-kuno-pertama-dunia.html


Friday, February 25, 2011

Pohon Kehidupan di Gurun Pasir Bahrain

Jangan kira pohon rindang tak bisa tumbuh di gurun pasir. Pengecualian selalu ada. Inilah pohon yang bisa hidup sendirian tengah gurun pasir tandus dan panas, berkilometer-kilometer jauhnya dari sumber air (yang diketahui) serta vegetasi lainnya. Pohon itu dinamai Sharajat Al Hayat, Pohon Kehidupan, yang adanya di Bahrain dan merupakan salah satu fenomena alam paling luar biasa.

http://7wolu.blogspot.com

Pohon Kehidupan tersebut terletak 2 kilometer dari Jabal ad Dukhan, bukit pasir tertinggi (15 meteran). Misteri tentang bagaimana bisa pohon ajaib itu hidup dalam kondisi seperti itu telah membuatnya menjadi legenda di Bahrain, selain membuat penasaran banyak orang dari seluruh dunia untuk melihat secara langsung. Keajaiban alam ini konon sudah berusia 400 tahun dan membuat bingung para ilmuwan sampai sekarang. Meski mereka telah mengembangkan beberapa teori, tetap belum ada konklusi final alias masih teka-teki. Ada yang bilang akar-akarnya menyebar sangat mendalam dan dengan jangkauan luas hingga mencapai sumber air yang tak diketahui keberadaannya, tetapi belum ada yang bisa membuktikan.


Bahkan, warga setempat pun memiliki penjelasan berbeda-beda soal rahasia di balik keberadaannya. Namun, sebagian besar berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Ada yang percaya bahwa di situlah lokasi sebenarnya dari Taman Firdaus, Tamah Eden, sedangkan suku Badui di sana yakin pohon itu telah diberkati Enki, Dewa Air. Apapun penjelasannya, Sharajat Al Hayat terus tumbuh berkembang selama empat abad.

sumber : http://seadanyadeh.blogspot.com/



Pohon Kehidupan di Gurun Pasir Bahrain

Jangan kira pohon rindang tak bisa tumbuh di gurun pasir. Pengecualian selalu ada. Inilah pohon yang bisa hidup sendirian tengah gurun pasir tandus dan panas, berkilometer-kilometer jauhnya dari sumber air (yang diketahui) serta vegetasi lainnya. Pohon itu dinamai Sharajat Al Hayat, Pohon Kehidupan, yang adanya di Bahrain dan merupakan salah satu fenomena alam paling luar biasa.

http://7wolu.blogspot.com

Pohon Kehidupan tersebut terletak 2 kilometer dari Jabal ad Dukhan, bukit pasir tertinggi (15 meteran). Misteri tentang bagaimana bisa pohon ajaib itu hidup dalam kondisi seperti itu telah membuatnya menjadi legenda di Bahrain, selain membuat penasaran banyak orang dari seluruh dunia untuk melihat secara langsung. Keajaiban alam ini konon sudah berusia 400 tahun dan membuat bingung para ilmuwan sampai sekarang. Meski mereka telah mengembangkan beberapa teori, tetap belum ada konklusi final alias masih teka-teki. Ada yang bilang akar-akarnya menyebar sangat mendalam dan dengan jangkauan luas hingga mencapai sumber air yang tak diketahui keberadaannya, tetapi belum ada yang bisa membuktikan.


Bahkan, warga setempat pun memiliki penjelasan berbeda-beda soal rahasia di balik keberadaannya. Namun, sebagian besar berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Ada yang percaya bahwa di situlah lokasi sebenarnya dari Taman Firdaus, Tamah Eden, sedangkan suku Badui di sana yakin pohon itu telah diberkati Enki, Dewa Air. Apapun penjelasannya, Sharajat Al Hayat terus tumbuh berkembang selama empat abad.

sumber : http://seadanyadeh.blogspot.com/



Sunday, January 23, 2011

Sucuriju Gigante, Legenda Awal Terjadinya Sungai Amazon

Sucuriju gigante adalah seekor anakonda raksasa yang konon berukuran paling besar yang hidup di amazon. Beda dengan anakonda biasa yang panjangnya 10 meteran, konon sucuriju bisa mencapai panjang 40 meter.



Dengan diameter 80 cm dan berat 5 ton, dia bisa ngancurin truk dengan sekali lilit, menurut suku asli amazon, sucuriju ini adalah pencipta dari sungai amazon yang konon ketika hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir lumpur dimana-mana dan saat itulah keluar gigante terbesar yang pernah ada.


Berikut ini adalah beberapa kesaksian-kesaksian yang pernah tercatat

Waktu Paus memberi bagian Amerika Selatan ke Spanyol dan yang lainnya ke Portugal dalam Perjanjian Tordesilla (dulu portugis dan spanyol rebutan amerika), Spanyol pun menjelajahi hutan tropis di amerika selatan.

Konon waktu mereka kembali, mereka membawa cerita tentang ular yang sangat besar yang mereka sebut matora, atau "pemakan banteng". Menurut laporan mereka, ular ini mencapai lebih dari 80 meter panjangnya.


Kolonel Percy Fawcett, yang dikirim untuk memetakan bagian-bagian dari Amazon, mengklaim telah bertemu anaconda sepanjang 62 kaki. Sebagai petugas Royal Engineers ia menuliskan informasinya dengan cermat.

Berikut buku hariannya :

"Aku mengambil senapan untuk menembak makhluk yang mulai membuat perahu kami kandas, aku menembaknya tepat di tulang belakangnya dengan kaliber 44."

"Kami melangkah mendekati darat dan mendekati makhluk dengan hati-hati. Sejauh yang dapat diukur, panjangnya 45 kaki terapung di air dan 17 kaki di dalam air, sehingga total panjang 62 kaki."

"Tubuhnya tidak tebal, tidak lebih dari 12 inci diameternya, tapi mungkin sudah lama tanpa makanan."

Pada tahun 1925, Pastor Victor Heinz juga melihat salah satu ular, kemungkinan besar anaconda, sedangkan orang-orang Negro Rio Sungai Amazon mengatakan bahwa mereka melihat ular sepanjang 80 kaki dan tubuh setebal drum.

Bernard Huevelmans, ayah Cryptozoology, mencatat pertemuannya dengan sebuah anaconda dengan sekelompok orang Prancis dan Brasil.

"Kami melihat ular tidur di padang rumput. Kami segera melepaskan tembakan ke tubuhnya. Tembakan membuatnya kejang dan dia mencoba lari, tapi kami berhasil mengejar dan menghabisinya."

"Saat itulah kami menyadari betapa besar ular itu, ketika kami berjalan mengitarinya, panjang tubuhnya sepertinya tidak akan pernah berakhir. Yang membuat saya kagum adalah kepala besarnya, berbentuk segitiga sekitar 24 inci."

"Kami tidak memiliki alat untuk mengukur binatang itu, tapi kami mengukurnya dengan merentangkan tangan kami. Kami mengukurnya dan menyimpulkan kalau makhluk itu panjangnya lebih dari 23 meter (75kaki)."


The Diario, surat kabar dari Pernambuco di Brasil, dari 24 Januari 1948 menerbitkan sebuah artikel dengan judul "Anaconda Beratnya 5 Ton." Gambar menunjukkan bagian dari anaconda raksasa yang tertangkap oleh ras Indian.

Mereka menangkapnya waktu anakonda itu tidur setelah makan banteng, panjangnya 131 meter. Empat bulan kemudian, surat kabar dari Rio berjudul "A Noite Illustrada" menampilkan satu foto anaconda dibantai oleh Milisi. Panjang ular ini mencapai 115 meter.

Kolonel Rene van Lierde adalah pilot helikopter yang sedang terbang di atas provinsi Katanga. Ular raksasa tiba-tiba menjulang seakan untuk menyerang helikopter itu. Dia mengambil beberapa foto ular dan melanjutkan perjalanannya.

Ia memperkirakan panjangnya kurang lebih 45 kaki. Ini mengalahkan python sepanjang 32 kaki yang berasal dari Indonesia. Ada yang bilang kalo Sucuriju ini spesies ular jaman prasejarah yaitu Gigantophis.

www.kaskus.us

Sucuriju Gigante, Legenda Awal Terjadinya Sungai Amazon

Sucuriju gigante adalah seekor anakonda raksasa yang konon berukuran paling besar yang hidup di amazon. Beda dengan anakonda biasa yang panjangnya 10 meteran, konon sucuriju bisa mencapai panjang 40 meter.



Dengan diameter 80 cm dan berat 5 ton, dia bisa ngancurin truk dengan sekali lilit, menurut suku asli amazon, sucuriju ini adalah pencipta dari sungai amazon yang konon ketika hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir lumpur dimana-mana dan saat itulah keluar gigante terbesar yang pernah ada.


Berikut ini adalah beberapa kesaksian-kesaksian yang pernah tercatat

Waktu Paus memberi bagian Amerika Selatan ke Spanyol dan yang lainnya ke Portugal dalam Perjanjian Tordesilla (dulu portugis dan spanyol rebutan amerika), Spanyol pun menjelajahi hutan tropis di amerika selatan.

Konon waktu mereka kembali, mereka membawa cerita tentang ular yang sangat besar yang mereka sebut matora, atau "pemakan banteng". Menurut laporan mereka, ular ini mencapai lebih dari 80 meter panjangnya.


Kolonel Percy Fawcett, yang dikirim untuk memetakan bagian-bagian dari Amazon, mengklaim telah bertemu anaconda sepanjang 62 kaki. Sebagai petugas Royal Engineers ia menuliskan informasinya dengan cermat.

Berikut buku hariannya :

"Aku mengambil senapan untuk menembak makhluk yang mulai membuat perahu kami kandas, aku menembaknya tepat di tulang belakangnya dengan kaliber 44."

"Kami melangkah mendekati darat dan mendekati makhluk dengan hati-hati. Sejauh yang dapat diukur, panjangnya 45 kaki terapung di air dan 17 kaki di dalam air, sehingga total panjang 62 kaki."

"Tubuhnya tidak tebal, tidak lebih dari 12 inci diameternya, tapi mungkin sudah lama tanpa makanan."

Pada tahun 1925, Pastor Victor Heinz juga melihat salah satu ular, kemungkinan besar anaconda, sedangkan orang-orang Negro Rio Sungai Amazon mengatakan bahwa mereka melihat ular sepanjang 80 kaki dan tubuh setebal drum.

Bernard Huevelmans, ayah Cryptozoology, mencatat pertemuannya dengan sebuah anaconda dengan sekelompok orang Prancis dan Brasil.

"Kami melihat ular tidur di padang rumput. Kami segera melepaskan tembakan ke tubuhnya. Tembakan membuatnya kejang dan dia mencoba lari, tapi kami berhasil mengejar dan menghabisinya."

"Saat itulah kami menyadari betapa besar ular itu, ketika kami berjalan mengitarinya, panjang tubuhnya sepertinya tidak akan pernah berakhir. Yang membuat saya kagum adalah kepala besarnya, berbentuk segitiga sekitar 24 inci."

"Kami tidak memiliki alat untuk mengukur binatang itu, tapi kami mengukurnya dengan merentangkan tangan kami. Kami mengukurnya dan menyimpulkan kalau makhluk itu panjangnya lebih dari 23 meter (75kaki)."


The Diario, surat kabar dari Pernambuco di Brasil, dari 24 Januari 1948 menerbitkan sebuah artikel dengan judul "Anaconda Beratnya 5 Ton." Gambar menunjukkan bagian dari anaconda raksasa yang tertangkap oleh ras Indian.

Mereka menangkapnya waktu anakonda itu tidur setelah makan banteng, panjangnya 131 meter. Empat bulan kemudian, surat kabar dari Rio berjudul "A Noite Illustrada" menampilkan satu foto anaconda dibantai oleh Milisi. Panjang ular ini mencapai 115 meter.

Kolonel Rene van Lierde adalah pilot helikopter yang sedang terbang di atas provinsi Katanga. Ular raksasa tiba-tiba menjulang seakan untuk menyerang helikopter itu. Dia mengambil beberapa foto ular dan melanjutkan perjalanannya.

Ia memperkirakan panjangnya kurang lebih 45 kaki. Ini mengalahkan python sepanjang 32 kaki yang berasal dari Indonesia. Ada yang bilang kalo Sucuriju ini spesies ular jaman prasejarah yaitu Gigantophis.

www.kaskus.us

Tuesday, December 21, 2010

Membangkitkan Indra Ke Enam

Sebenarnya indera ke 6 atau dalam bahasa gaulnya di sebut "The Sixth Sense", adalah kemampuan seseorang untuk menangkap sinyal-sinyal ghaib ataupun hal-hal yang belum terjadi. Sinyal-sinyal ini dapat berupa apa saja, bisa berupa wangsit,bisikan ghaib,penglihatan, atau bahkan pertanda melalui mimpi.

Indera keenam sering di identikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera ke 6 sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian / percabangan dari kemampuan indera ke 6 itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera ke 6 tidak mengenal adanya pengalaman.

Tips Indera ke 6, sejatinya adalah kemampuan terpendam dari manusia. Karena pada hakekatnya kita dapat mendayagunakan kemampuan indera ke 6 ini bila saja kita semua mengetahui caranya.

Terlepas dari itu semua, indera ke 6 aneh juga karena bisa untuk di kembangkan dan di miliki oleh siapapun. Karena kini telah begitu banyak metode unik yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera ke 6 itu sendiri. Indera ke 6 dapat muncul / bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran,jiwa,raga,rasa dan juga karsanya. Hal ini dapat di tempuh dengan cara meditasi / bertapa / tafakur. Kesemua cara itu bisa di pelajari, yang di butuhkan hanyalah ketekunan dan kemauan dan tentu saja kesungguhan hati dalam menjalankannya dengan niat Lillahi ta'ala.

Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu "loncatan fungsi indera", yaitu dari panca indera ke indera ke 6. Loncatan indera ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa dirinya telah tertidur. Batas kesadarannya sangat tipis sekali.

Perbedaan budaya antara Timur dan Barat membuat munculnya perbedaan persepsi tentang indera ke 6 ini. Budaya barat yang lebih mengedepankan hal-hal yang bersifat rasional berpendapat bahwa indera ke 6 ini lebih di kategorikan sebagai suatu kemampuan yang merupakan salah satu percabangan dari kekuatan pikiran bawah sadar manusia yang belum banyak di gali.

Sedangkan budaya timur, budaya yang tidak asing lagi dengan hal-hal yang bersifat Irasional atau ghaib, membuat indera ke 6 ini mendapatkan kedudukan "istimewa" pada diri seseorang. Merupakan suatu karomah yang luar biasa yang hanya di miliki oleh orang-orang tertentu.

Bagi sedulur-sedulur semua yang mungkin ingin mengaktifkan kemampuan indera ke 6 secara sempurna, berikut ini saya paparkan beberapa tips pengaktifan indera ke 6.

1. Minum air rajah atau kapsul yang telah di transfer energi positif.

* sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6.

* sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

2. Menelan biji mata burung hantu atau gagak.

* sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6.

* sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

3. Meditasi pembukaan cakra ajna

* sisi positif : Cara ini relatif lebih aman daripada cara 1 dan 2, namun harus tetap dalam pengawasan ahli.

* sisi negatif: waktu penempuhan untuk mencapai hasil yang relatif ( tergantung dari bakat dan kesungguhan hati pengamalnya).

4. Di bangkitkan oleh orang yang kompeten (misal : Guru spiritual)

* sisi positif : hasil yang di peroleh instant, dan langsung dapat di gunakan.

* sisi negatif : terkadang biaya yang di patok untuk pengaktifan indera ke 6 ini terbilang gila-gilaan. Faktanya bahwa semakin mahal "mahar" yang di minta, justru lebih aman bagi penggunanya.

5. Dan masih ada cara lainnya yang belum tersebutkan di atas.

Menitik beratkan pada poin nomor 5, maka saya akan memberikan cara yang saya dapatkan dari seorang teman saya, cara ini sangat cocok bagi njenengan-njenengan yang lebih senang dengan aliran hikmah


Sumber : http://www.kumpulberita.co.cc/

Membangkitkan Indra Ke Enam

Sebenarnya indera ke 6 atau dalam bahasa gaulnya di sebut "The Sixth Sense", adalah kemampuan seseorang untuk menangkap sinyal-sinyal ghaib ataupun hal-hal yang belum terjadi. Sinyal-sinyal ini dapat berupa apa saja, bisa berupa wangsit,bisikan ghaib,penglihatan, atau bahkan pertanda melalui mimpi.

Indera keenam sering di identikkan dengan kemampuan untuk melihat makhluk halus, padahal sebenarnya fungsi dari indera ke 6 sendiri jauh melebihi hanya sekedar melihat makhluk halus. Karena kemampuan melihat makhluk halus hanya merupakan bagian / percabangan dari kemampuan indera ke 6 itu sendiri. Seperti intuisi, namun jauh lebih tajam. Apabila intuisi merupakan suatu hasil pengalaman, indera ke 6 tidak mengenal adanya pengalaman.

Tips Indera ke 6, sejatinya adalah kemampuan terpendam dari manusia. Karena pada hakekatnya kita dapat mendayagunakan kemampuan indera ke 6 ini bila saja kita semua mengetahui caranya.

Terlepas dari itu semua, indera ke 6 aneh juga karena bisa untuk di kembangkan dan di miliki oleh siapapun. Karena kini telah begitu banyak metode unik yang di kembangkan agar seseorang dapat menguasai indera ke 6 itu sendiri. Indera ke 6 dapat muncul / bangkit bila seseorang senantiasa mampu mengolah pikiran,jiwa,raga,rasa dan juga karsanya. Hal ini dapat di tempuh dengan cara meditasi / bertapa / tafakur. Kesemua cara itu bisa di pelajari, yang di butuhkan hanyalah ketekunan dan kemauan dan tentu saja kesungguhan hati dalam menjalankannya dengan niat Lillahi ta'ala.

Dengan cara-cara tersebut, akan terjadi suatu "loncatan fungsi indera", yaitu dari panca indera ke indera ke 6. Loncatan indera ini bisa kita ibaratkan seperti orang tidur, karena tak seorangpun yang dengan kesadaran penuh, bahwa dirinya telah tertidur. Batas kesadarannya sangat tipis sekali.

Perbedaan budaya antara Timur dan Barat membuat munculnya perbedaan persepsi tentang indera ke 6 ini. Budaya barat yang lebih mengedepankan hal-hal yang bersifat rasional berpendapat bahwa indera ke 6 ini lebih di kategorikan sebagai suatu kemampuan yang merupakan salah satu percabangan dari kekuatan pikiran bawah sadar manusia yang belum banyak di gali.

Sedangkan budaya timur, budaya yang tidak asing lagi dengan hal-hal yang bersifat Irasional atau ghaib, membuat indera ke 6 ini mendapatkan kedudukan "istimewa" pada diri seseorang. Merupakan suatu karomah yang luar biasa yang hanya di miliki oleh orang-orang tertentu.

Bagi sedulur-sedulur semua yang mungkin ingin mengaktifkan kemampuan indera ke 6 secara sempurna, berikut ini saya paparkan beberapa tips pengaktifan indera ke 6.

1. Minum air rajah atau kapsul yang telah di transfer energi positif.

* sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6.

* sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

2. Menelan biji mata burung hantu atau gagak.

* sisi positif : dapat membantu mengaktifkan cakra ajna (cakra mata ke 3) dan beberapa organ yang berperan dalam indera ke 6.

* sisi negatif : sebenarnya cara ini bukan membuka cakra ajna, tapi justru merobek saluran antara cakra ajna dan cakra tenggorokan. Hal ini belum tentu akan membuat seseorang untuk dapat melihat sesuatu yang bersifat ghoib, karena cara ini akan menyebabkan seseorang berhalusinasi, sehingga belum tentu apa yang dilihatnya adalah hal ghoib, melainkan hanya sebatas halusinasi dan imaji belaka.

3. Meditasi pembukaan cakra ajna

* sisi positif : Cara ini relatif lebih aman daripada cara 1 dan 2, namun harus tetap dalam pengawasan ahli.

* sisi negatif: waktu penempuhan untuk mencapai hasil yang relatif ( tergantung dari bakat dan kesungguhan hati pengamalnya).

4. Di bangkitkan oleh orang yang kompeten (misal : Guru spiritual)

* sisi positif : hasil yang di peroleh instant, dan langsung dapat di gunakan.

* sisi negatif : terkadang biaya yang di patok untuk pengaktifan indera ke 6 ini terbilang gila-gilaan. Faktanya bahwa semakin mahal "mahar" yang di minta, justru lebih aman bagi penggunanya.

5. Dan masih ada cara lainnya yang belum tersebutkan di atas.

Menitik beratkan pada poin nomor 5, maka saya akan memberikan cara yang saya dapatkan dari seorang teman saya, cara ini sangat cocok bagi njenengan-njenengan yang lebih senang dengan aliran hikmah


Sumber : http://www.kumpulberita.co.cc/

Saturday, December 11, 2010

Misteri Piramida Dan Tubuh Manusia


(INTERNET)

Piramida Mesir, disebut-sebut sebagai kepala dari 7 keajaiban dunia. Ia menyimpan seperangkat angka, ukuran, bobot, sudut, temperatur, arah mata angin dan ilmu geometri yang saling memiliki keterkaitan di dalamnya dengan garis meridian bumi, jarak bumi dengan bulan dan matahari, di mana jaraknya memiliki kecocokan nan menakjubkan, serta banyak benda lain yang lebih misterius, namun masih berupa kode rahasia informasi alam semesta yang belum dapat diselami dan disadari manusia.

Ada sebuah negara yang membuat model mirip piramida dengan menggunakan bahan kaca dan mengikuti ukuran dan ketinggiannya. Setelah beberapa waktu berlalu, di sekitar piramida buatan itu terbentuk zat semacam awan berkabut. Sangat menakjubkan namun tetap saja berupa teka-teki tak terpecahkan.

Seorang pebisnis Kalifornia membuat sejumlah piramida-piramida kecil sesuai dengan perbandingannya. Di dalam model piramidanya, tunas rumput peternakan tumbuh dengan pesat, rasa sakit pasien berkurang, luka dapat cepat menutup, pisau yang tak terpakai lama bisa berubah tajam, makanan tetap segar, bunga segar dapat mekar dalam jangka waktu lama.

Rumania memanfaatkan perangkat berbentuk piramida untuk membunuh kuman dalam air. Di dalam bangunan yang berbentuk piramida, anak-anak yang suka rewel bisa dengan cepat menjadi tenang kembali, pasien dapat tidur dengan nyenyak, perempuan saat haid mengeluarkan darah lebih sedikit, otak terasa segar dan kemampuan seksual dapat diperbaiki.

Baru ini saja yang diketahui manusia, yang belum diketahui dan dipahami menanti untuk diteliti dan dibuktikan pada masa depan. Sebenarnya sebagian kecil piramida-piramida yang menakjubkan itu merupakan warisan bangunan peradaban tinggi dari periode sejarah bumi sebelumnya. Ia merupakan perwujudan bentuk bangunan dan ekspresi efektivitas kemanunggalan antara Langit (sang Pencipta) dan manusia.

Keajaiban Meditasi

Dipandang dari luar, piramida memang menakjubkan, namun diamati dari dalam, tubuh manusia jauh lebih menakjubkan dibandingkan piramida. Di saat manusia bermeditasi dengan kaki menyilang, biasanya disebut posisi kaki Lotus, kedua tangan diletakkan di atas pangkuan, dinamakan Lima Hati Menghadap Langit (titik-titik akupunktur di kedua pusat telapak tangan, kedua pusat telapak kaki dan titik Baihui di ubun-ubun).

Saat bermeditasi, tubuh manusia membentuk sebuah piramida yang tipikal, maka ia dapat mengumpulkan energi dari lapisan ruang menengah dan tinggi dari alam semesta, dan memperoleh kondisi kemanunggalan antara Langit dan manusia. Meditasi apabila ditekuni dalam jangka waktu lama dapat menyehatkan tubuh; pikiran memperoleh ketenangan; otak terasa segar, juga dapat mengembangkan kebijaksanaan dan membangkitkan potensi seseorang.

Dapat menyaksikan alam lain, hidung dapat mengendus wewangian unik; telinga dapat mendengarkan suara gaib; lidah dapat mendeteksi rasa manis, tubuh terasa ringan dan serasa mengambang di udara; kesadaran bisa tertembus, kesadaran yang tergugah dapat mendeteksi eksistensi ruang lain, mata-telinga-hidung-lidah-tubuh dan niat secara serentak dapat merasakan kondisi gaib yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Sudut pandang Taoisme

Ketika kita sedang bermeditasi, posisi kepala menghadap langit, menerima energi tinggi dari alam semesta, disebut Membuka Pintu Langit. Dalam posisi sila, titik akupunktur Hui Yin (disekitar dubur, persisnya di tengah-tengah antara dubur dan alat kelamin) menjadi di bagian dasar tubuh, tertutup kaki yang menyilang, sehingga energi dari Hui Yin terhindar dari kebocoran, ini disebut Menutup Pintu Bumi.

Kedua pusat telapak tangan dan telapak kaki ditambah ubun-ubun yang menghadap atas, mengumpulkan dan menyerap energi tinggi dari jagad raya, disebut Lima Pusat Hati Menghadap Langit. Kedua kaki disilangkan (sila ganda atau Lotus), sehingga 3 Meridian Yin Kaki (tiga titik kaki feminin) dan 3 Meridian Yang Kaki (tiga titik kaki maskulin) bertemu dalam persilangan kaki tersebut, sehingga energi kedua tungkai dapat saling memperkuat.

Kedua telapak tangan membuat simpul dalam posisi Jie Yin (kedua telapak tangan saling menumpang dan menghadap atas serta kedua ujung jempol bersentuhan membentuk bulatan/oval), sehingga 3 Yin Tangan (tiga titik tangan feminin) dan 3 Yang Tangan (tiga titik tangan maskulin) saling berhubungan, energi kedua tangan dapat saling mengisi dengan lancar; ujung lidah menempel ke langit-langit, gigi sedikit direnggangkan, mulut terkatup, agar kedua meridian Ren dan Du terhubung dan memperoleh kelancaran aliran Mai besar dari tubuh, disebut dengan Membentang Jembatan Burung Magpie.

Sudut pandang kultivator

Posisi lidah menempel di langit-langit, mulut terkatup, 2 Meridian, Ren dan Du saling terhubung, membentuk sebuah Sirkulasi Lingkaran Langit, yakni yang sering disebut sebagai Lingkaran Langit Zhou Tian. Pada situasi umumnya, jam 23.00-01.00 tengah malam dan jam 11.00-13.00 siang, saat tubuh manusia relaks dan beristirahat, baru dapat membentuk Sirkulasi Lingkaran Langit (Zhou Tian).

Oleh sebab itu orang yang memelihara kesehatan mengutamakan tidur jam 11.00 -13.00, maka sirkulasi Lingkaran Langit tersebut dinamakan Lingkaran Langit Zi Wu. Sedangkan para kultivator bertujuan menghubungkan kedua Meridian Mai tersebut agar Meridian Mai dari dalam tubuh memperoleh kelancaran dengan taraf lebih besar, mempertahankan kesehatan tubuh dan penyegaran semangat.

Kedua kaki bagian tungkai saling menyilang, maka kedua kaki tersebut telah membentuk sebuah Lingkaran Langit (Zhou Tian) berbentuk segi tiga, membentuk sebuah siklus Meridian (Mailuo). Kedua telapak tangan dalam posisi membentuk simpul Jieyin (kedua telapak tangan pada posisi di bawah pusar, saling menumpuk menghadap atas dengan kedua ibu jari membentuk huruf O), antara kedua tangan tersebut dengan kepala juga telah mirip berbentuk sebuah Lingkaran Langit segi-3, juga sebuah siklus Meridian.

Ke-12 Meridian utama saling terhubung, maka membentuk semacam bentuk siklus dari sisi samping tubuh. Sesuai dengan pembagian waktu dalam sirkulasi alamiah tubuh manusia, Shichen (satuan waktu) alami dari tubuh, siklus semacam ini, pada umumnya bergerak dan berputar di saat jam 05.00-07.00 dan jam 17.00-19.00, tubuh manusia secara otomatis membentuk pergerakan siklus, maka cara kultivasi semacam ini disebut Lingkaran Langit Zhou Tian Mao You.

Ketika manusia pada saat meditasi memasuki suasana tenang dan dan di bawah kondisi memasuki keheningan, 5 organ dalam tubuh dapat secara harmonis saling menghidupi, berkoordinasi dan saling membatasi. Melalui cairan ginjal yang bergerak ke atas, sedangkan api jantung menuju bawah, disebut air dan api saling menunjang, melalui Qi (energi) lever bergerak ke arah barat; cairan paru bergerak ke arah Timur, terciptalah hubungan logam dan kayu yang serasi, dan lain sebagainya.

Membentuk sebuah siklus Lingkaran Langit dalam tubuh manusia; memperoleh pergerakan saling menghidupi dari - dan saling membatasi bagi - 5 organ ganda internal (paru-paru, hati, ginjal, jantung dan limpa ditambah dengan empedu, usus kecil, lambung, usus besar dan kandung kemih) dan pergerakan saling membatasi serta saling berhubungan dengan 3 Penghangat (disebut pula 3 cekungan tubuh: Penghangat Bawah, posisinya di bawah pusar; Penghangat Tengah, terletak antara pusar dan diafragma; Penghangat Atas, di atas diafragma), membentuk semacam siklus Lingkaran Langit Zhou Tian di dalam tubuh, sehingga potensi terpendam tubuh manusia berkembang maksimal.

Keluar dari kegaiban saksikan kegaiban

Pengetahuan manusia terhadap piramida dan pemahaman tentang tubuh manusia, sebetulnya masih berkutat pada pengenalan setengah jalan. Manusia senantiasa suka menggunakan teori menusia untuk menjelaskan persoalan yang tidak dimengerti. Hal yang sulit dijelaskan, maka manusia tidak rela mengakui atau memahaminya. Melangkah keluar dari kegaiban untuk menyaksikan kegaiban, maka dari dalam kegaiban itu Anda dapat mencari penyebab gagalnya efektivitas pemeliharaan kesehatan dan simpul kemampatan pada proses kultivasi.

Ada sebagian orang terjebak di dalam kultivasi dan pemeliharaan ke-sehatan yang berniat dengan disengaja, menggunakan cara semacam itu untuk berkultivasi dan memelihara kesehatan. Begitu dimulai, barangkali dapat memperoleh sedikit hasil, malah ada yang maju agak banyak.

Namun begitu dilanjutkan terus, ditemukan perkembangan yang melambat, meski ngotot melanjutkan terkadang malah kontra produktif. Berkultivasi dan memelihara kesehatan sampai tingkatan tertentu, Anda akan menemukan, apabila tidak melepas pikiran buruk, tindakan tidak benar dan tidak bersahabat, serta kebiasaan jelek; maka Anda tidak bisa mentransformasi karma menjadi berkah.

Tanpa bimbingan guru arif bijaksana, moralitas Anda tak dapat meningkat, berkah Anda juga tak berhasil terdongkrak; maka akan sangat sulit melakukan pendobrakan baru dalam perjalanan kultivasi dan kemajuan pemeliharaan kesehatan (termasuk juga pengendalian emosi, nafsu dan lain sebagainya).

Metode pamrih bagaikan gelembung

Melepas bermacam-macam pikiran tidak baik dari sisi manusia kita, seperti halnya piramida, tidak merenungkan, tidak memikir, dengan tenang duduk di sana, tatkala bermeditasi membawa tujuan nihil, maka Anda sudah selaras dengan ajaran Tao (= jalan) dari Taoisme dan Fa (= hukum) dari aliran Buddha.

Maka “orang tua” Anda yang sejati dapat membantu hingga memperoleh hal indah yang seharusnya Anda peroleh. Guru yang Anda muliakan pasti akan memberikan benih-benih kultivasi kepada Anda, agar Anda mengakar kokoh di dalam penderitaan, berbunga harum di dalam mempertahankan, dan berbuah manis di dalam ujian hingga berjalan menuju kesempurnaan serta memperoleh keabadian (harfiah: buah sejati). (The Epoch Times/whs)


Misteri Piramida Dan Tubuh Manusia


(INTERNET)

Piramida Mesir, disebut-sebut sebagai kepala dari 7 keajaiban dunia. Ia menyimpan seperangkat angka, ukuran, bobot, sudut, temperatur, arah mata angin dan ilmu geometri yang saling memiliki keterkaitan di dalamnya dengan garis meridian bumi, jarak bumi dengan bulan dan matahari, di mana jaraknya memiliki kecocokan nan menakjubkan, serta banyak benda lain yang lebih misterius, namun masih berupa kode rahasia informasi alam semesta yang belum dapat diselami dan disadari manusia.

Ada sebuah negara yang membuat model mirip piramida dengan menggunakan bahan kaca dan mengikuti ukuran dan ketinggiannya. Setelah beberapa waktu berlalu, di sekitar piramida buatan itu terbentuk zat semacam awan berkabut. Sangat menakjubkan namun tetap saja berupa teka-teki tak terpecahkan.

Seorang pebisnis Kalifornia membuat sejumlah piramida-piramida kecil sesuai dengan perbandingannya. Di dalam model piramidanya, tunas rumput peternakan tumbuh dengan pesat, rasa sakit pasien berkurang, luka dapat cepat menutup, pisau yang tak terpakai lama bisa berubah tajam, makanan tetap segar, bunga segar dapat mekar dalam jangka waktu lama.

Rumania memanfaatkan perangkat berbentuk piramida untuk membunuh kuman dalam air. Di dalam bangunan yang berbentuk piramida, anak-anak yang suka rewel bisa dengan cepat menjadi tenang kembali, pasien dapat tidur dengan nyenyak, perempuan saat haid mengeluarkan darah lebih sedikit, otak terasa segar dan kemampuan seksual dapat diperbaiki.

Baru ini saja yang diketahui manusia, yang belum diketahui dan dipahami menanti untuk diteliti dan dibuktikan pada masa depan. Sebenarnya sebagian kecil piramida-piramida yang menakjubkan itu merupakan warisan bangunan peradaban tinggi dari periode sejarah bumi sebelumnya. Ia merupakan perwujudan bentuk bangunan dan ekspresi efektivitas kemanunggalan antara Langit (sang Pencipta) dan manusia.

Keajaiban Meditasi

Dipandang dari luar, piramida memang menakjubkan, namun diamati dari dalam, tubuh manusia jauh lebih menakjubkan dibandingkan piramida. Di saat manusia bermeditasi dengan kaki menyilang, biasanya disebut posisi kaki Lotus, kedua tangan diletakkan di atas pangkuan, dinamakan Lima Hati Menghadap Langit (titik-titik akupunktur di kedua pusat telapak tangan, kedua pusat telapak kaki dan titik Baihui di ubun-ubun).

Saat bermeditasi, tubuh manusia membentuk sebuah piramida yang tipikal, maka ia dapat mengumpulkan energi dari lapisan ruang menengah dan tinggi dari alam semesta, dan memperoleh kondisi kemanunggalan antara Langit dan manusia. Meditasi apabila ditekuni dalam jangka waktu lama dapat menyehatkan tubuh; pikiran memperoleh ketenangan; otak terasa segar, juga dapat mengembangkan kebijaksanaan dan membangkitkan potensi seseorang.

Dapat menyaksikan alam lain, hidung dapat mengendus wewangian unik; telinga dapat mendengarkan suara gaib; lidah dapat mendeteksi rasa manis, tubuh terasa ringan dan serasa mengambang di udara; kesadaran bisa tertembus, kesadaran yang tergugah dapat mendeteksi eksistensi ruang lain, mata-telinga-hidung-lidah-tubuh dan niat secara serentak dapat merasakan kondisi gaib yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Sudut pandang Taoisme

Ketika kita sedang bermeditasi, posisi kepala menghadap langit, menerima energi tinggi dari alam semesta, disebut Membuka Pintu Langit. Dalam posisi sila, titik akupunktur Hui Yin (disekitar dubur, persisnya di tengah-tengah antara dubur dan alat kelamin) menjadi di bagian dasar tubuh, tertutup kaki yang menyilang, sehingga energi dari Hui Yin terhindar dari kebocoran, ini disebut Menutup Pintu Bumi.

Kedua pusat telapak tangan dan telapak kaki ditambah ubun-ubun yang menghadap atas, mengumpulkan dan menyerap energi tinggi dari jagad raya, disebut Lima Pusat Hati Menghadap Langit. Kedua kaki disilangkan (sila ganda atau Lotus), sehingga 3 Meridian Yin Kaki (tiga titik kaki feminin) dan 3 Meridian Yang Kaki (tiga titik kaki maskulin) bertemu dalam persilangan kaki tersebut, sehingga energi kedua tungkai dapat saling memperkuat.

Kedua telapak tangan membuat simpul dalam posisi Jie Yin (kedua telapak tangan saling menumpang dan menghadap atas serta kedua ujung jempol bersentuhan membentuk bulatan/oval), sehingga 3 Yin Tangan (tiga titik tangan feminin) dan 3 Yang Tangan (tiga titik tangan maskulin) saling berhubungan, energi kedua tangan dapat saling mengisi dengan lancar; ujung lidah menempel ke langit-langit, gigi sedikit direnggangkan, mulut terkatup, agar kedua meridian Ren dan Du terhubung dan memperoleh kelancaran aliran Mai besar dari tubuh, disebut dengan Membentang Jembatan Burung Magpie.

Sudut pandang kultivator

Posisi lidah menempel di langit-langit, mulut terkatup, 2 Meridian, Ren dan Du saling terhubung, membentuk sebuah Sirkulasi Lingkaran Langit, yakni yang sering disebut sebagai Lingkaran Langit Zhou Tian. Pada situasi umumnya, jam 23.00-01.00 tengah malam dan jam 11.00-13.00 siang, saat tubuh manusia relaks dan beristirahat, baru dapat membentuk Sirkulasi Lingkaran Langit (Zhou Tian).

Oleh sebab itu orang yang memelihara kesehatan mengutamakan tidur jam 11.00 -13.00, maka sirkulasi Lingkaran Langit tersebut dinamakan Lingkaran Langit Zi Wu. Sedangkan para kultivator bertujuan menghubungkan kedua Meridian Mai tersebut agar Meridian Mai dari dalam tubuh memperoleh kelancaran dengan taraf lebih besar, mempertahankan kesehatan tubuh dan penyegaran semangat.

Kedua kaki bagian tungkai saling menyilang, maka kedua kaki tersebut telah membentuk sebuah Lingkaran Langit (Zhou Tian) berbentuk segi tiga, membentuk sebuah siklus Meridian (Mailuo). Kedua telapak tangan dalam posisi membentuk simpul Jieyin (kedua telapak tangan pada posisi di bawah pusar, saling menumpuk menghadap atas dengan kedua ibu jari membentuk huruf O), antara kedua tangan tersebut dengan kepala juga telah mirip berbentuk sebuah Lingkaran Langit segi-3, juga sebuah siklus Meridian.

Ke-12 Meridian utama saling terhubung, maka membentuk semacam bentuk siklus dari sisi samping tubuh. Sesuai dengan pembagian waktu dalam sirkulasi alamiah tubuh manusia, Shichen (satuan waktu) alami dari tubuh, siklus semacam ini, pada umumnya bergerak dan berputar di saat jam 05.00-07.00 dan jam 17.00-19.00, tubuh manusia secara otomatis membentuk pergerakan siklus, maka cara kultivasi semacam ini disebut Lingkaran Langit Zhou Tian Mao You.

Ketika manusia pada saat meditasi memasuki suasana tenang dan dan di bawah kondisi memasuki keheningan, 5 organ dalam tubuh dapat secara harmonis saling menghidupi, berkoordinasi dan saling membatasi. Melalui cairan ginjal yang bergerak ke atas, sedangkan api jantung menuju bawah, disebut air dan api saling menunjang, melalui Qi (energi) lever bergerak ke arah barat; cairan paru bergerak ke arah Timur, terciptalah hubungan logam dan kayu yang serasi, dan lain sebagainya.

Membentuk sebuah siklus Lingkaran Langit dalam tubuh manusia; memperoleh pergerakan saling menghidupi dari - dan saling membatasi bagi - 5 organ ganda internal (paru-paru, hati, ginjal, jantung dan limpa ditambah dengan empedu, usus kecil, lambung, usus besar dan kandung kemih) dan pergerakan saling membatasi serta saling berhubungan dengan 3 Penghangat (disebut pula 3 cekungan tubuh: Penghangat Bawah, posisinya di bawah pusar; Penghangat Tengah, terletak antara pusar dan diafragma; Penghangat Atas, di atas diafragma), membentuk semacam siklus Lingkaran Langit Zhou Tian di dalam tubuh, sehingga potensi terpendam tubuh manusia berkembang maksimal.

Keluar dari kegaiban saksikan kegaiban

Pengetahuan manusia terhadap piramida dan pemahaman tentang tubuh manusia, sebetulnya masih berkutat pada pengenalan setengah jalan. Manusia senantiasa suka menggunakan teori menusia untuk menjelaskan persoalan yang tidak dimengerti. Hal yang sulit dijelaskan, maka manusia tidak rela mengakui atau memahaminya. Melangkah keluar dari kegaiban untuk menyaksikan kegaiban, maka dari dalam kegaiban itu Anda dapat mencari penyebab gagalnya efektivitas pemeliharaan kesehatan dan simpul kemampatan pada proses kultivasi.

Ada sebagian orang terjebak di dalam kultivasi dan pemeliharaan ke-sehatan yang berniat dengan disengaja, menggunakan cara semacam itu untuk berkultivasi dan memelihara kesehatan. Begitu dimulai, barangkali dapat memperoleh sedikit hasil, malah ada yang maju agak banyak.

Namun begitu dilanjutkan terus, ditemukan perkembangan yang melambat, meski ngotot melanjutkan terkadang malah kontra produktif. Berkultivasi dan memelihara kesehatan sampai tingkatan tertentu, Anda akan menemukan, apabila tidak melepas pikiran buruk, tindakan tidak benar dan tidak bersahabat, serta kebiasaan jelek; maka Anda tidak bisa mentransformasi karma menjadi berkah.

Tanpa bimbingan guru arif bijaksana, moralitas Anda tak dapat meningkat, berkah Anda juga tak berhasil terdongkrak; maka akan sangat sulit melakukan pendobrakan baru dalam perjalanan kultivasi dan kemajuan pemeliharaan kesehatan (termasuk juga pengendalian emosi, nafsu dan lain sebagainya).

Metode pamrih bagaikan gelembung

Melepas bermacam-macam pikiran tidak baik dari sisi manusia kita, seperti halnya piramida, tidak merenungkan, tidak memikir, dengan tenang duduk di sana, tatkala bermeditasi membawa tujuan nihil, maka Anda sudah selaras dengan ajaran Tao (= jalan) dari Taoisme dan Fa (= hukum) dari aliran Buddha.

Maka “orang tua” Anda yang sejati dapat membantu hingga memperoleh hal indah yang seharusnya Anda peroleh. Guru yang Anda muliakan pasti akan memberikan benih-benih kultivasi kepada Anda, agar Anda mengakar kokoh di dalam penderitaan, berbunga harum di dalam mempertahankan, dan berbuah manis di dalam ujian hingga berjalan menuju kesempurnaan serta memperoleh keabadian (harfiah: buah sejati). (The Epoch Times/whs)


Monday, December 6, 2010

Arsitektur Dan Makna Tata Ruang Keraton Yogya

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu aset kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keraton yang berlokasi di hutan Garjitawati, desa Beringin dan Pacetokan, ini mulai dibangun pada tahun 1755, dan terus berlanjut hampir 40 tahun kemudian, selama masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Di sinilah pusat perkembangan kebudayaan, khususnya kebudayaan Jawa.

Luas Keraton mencapai kurang lebih 14.000 m2, dan terdiri dari 7 bagian. Mengapa 7? Ada satu asumsi peninggalan agama Hindu, bahwa angka 7 merupakan angka yang sempurna. Hal ini juga sesuai dengan prinsip kosmologi Jawa, bahwa dunia terdiri dari 3 lapisan, yaitu dunia atas, tempat bersemayamnya para dewa dan supreme being; dunia tengah, tempat manusia; dan dunia bawah, tempat dimana kekuatan-kekuatan jahat bersemayam. Dunia atas dan bawah masing-masing terdiri dari 3 bagian, sehingga lapisan dunia ini pun menjadi 7 lapisan.

Ketujuh bagian (seven steps to heaven) Keraton adalah: Lingkungan I : Alun-alun Utara sampai Siti Hinggil Utara Lingkungan II : Keben atau Kemandungan Utara Lingkungan III : Srimanganti Lingkungan IV : Pusat Keraton Lingkungan V : Kemagangan Lingkungan VI : Kemagangan Kidul (Kemagangan Selatan) Lingkungan VII : Alun-alun Selatan sampai Siti Hinggil Selatan

Sembilan Gerbang = Sembilan Lubang di Tubuh Manusia

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki 9 buah gerbang/ pintu masuk, yang masing-masing menghubungkan 9 pelataran yang ada di wilayah Keraton. Sembilan gerbang itu sendiri melambangkan 9 buah lubang di tubuh manusia. Jika seseorang mampu menutup seluruh lubang yang ada di tubuhnya, maka ia dianggap telah mencapai tingkat meditasi tertinggi.

Kesembilan gerbang itu adalah: 1. Gerbang Pangarukan 2. Gerbang Tarub Hagung 3. Gerbang Brajanala 4. Gerbang Srimanganti 5. Gerbang Danapratapa 6. Gerbang Kemagangan 7. Gerbang Gadung Mlati 8. Gerbang Kemandungan 9. Gerbang Plengkung Gading

Pola Konsentris Tata Ruang dan Makna Arsitektur Keraton

Kalau kita potret seluruh kompleks Keraton Yogyakarta, maka akan jelas terlihat bahwa semua bagian di dalamnya membentuk suatu pola/tatanan yang konsentris. Dalam tatanan ini kedudukan titik pusat sangat dominan, sebagai penjaga kestabilan keseluruhan tatanan.

Pada keraton-keraton Dinasti Mataram, keberadaan pusat ini diwujudkan dalam bentuk Bangsal Purbayeksa/ Prabuyasa, yang berfungsi sebagai persemayaman pusat kerajaan dan tempat tinggal resmi raja. Bangsal ini dikelilingi oleh pelataran Kedaton, kemudian berturut-turut adalah pelataran Kemagangan, Kemandungan, Siti Hinggil, dan Alun-Alun pada lingkup terluar.

Lapisan Terluar

Pada lapisan ini terdapat Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Di Alun-alun Utara terdapat Masjid Agung, Pekapalan, Pagelaran, dan Pasar, yang seluruhnya membentuk Catur Gatara Tunggal. Sedangkan di Alun-alun Selatan, terdapat sebuah Kandang Gajah.

Satu ciri utama dari Alun-alun adalah, adanya dua buah pohon beringin bernama “Wok”, yang berarti gadis. Di tengah Alun-alun juga ada dua pohon beringin, yang ditutupi oleh dinding. Kedua pohon ini dinamakan “Supit-urang” (Supit artinya khitanan). Supit-urang itu melambangkan bagian yang paling rahasia dari tubuh manusia. Itulah kenapa kedua pohon itu ditutupi oleh dinding.

Alun-alun dibatasi oleh pohon Pakel dan Kuweni (keduanya adalah jenis mangga). Dalam bahasa Jawa, Pakel sama artinya dengan akil-balik, yang melambangkan kedewasaan. Dan Kuweni diambil dari kata ‘wani’ yang berarti berani.

Lapisan Kedua

Pada lapisan ini terdapat Siti Hinggil Utara dan Siti Hinggil Selatan. Dalam bahasa krama hinggil, kata “siti” berarti tanah, dan “hinggil” berarti tinggi. Jadi secara harafiah Siti Hinggil artinya adalah tanah tinggi. Tapi maksud sebenarnya adalah lokas dan posisi bangsal dengan lingkungannya lebih tinggi dari bangsal-bangsal yang ada di sekitarnya.

Di Siti Hinggil Utara terdapat antara lain, Bangsal Witana dan Bangsal Manguntur, yang digunakan sultan untuk upacara kenegaraan. Sedangkan di Siti Hinggil Selatan, kita akan menemukan sebuah “bangsal” (ruangan terbuka), yang dipergunakan untuk kepentingan sultan yang sifatnya lebih privat, seperti menyaksikan latihan keprajuritan, sampai adu macan dengan manusia (rampogan) atau banteng. Di tengah-tengah bangsal tersebut terdapat “gilang” (semacam pendopo), yang digunakan sebagai singgasana sultan. Siti Hinggil dikelilingi oleh pohon gayam, melambangkan anak muda yang sedang jatuh cinta, merasa aman, dan bahagia. Sementara bagian halamannya ditanami pohon mangga dan soka, yang memiliki bunga sangat indah, dan melambangkan asal-usul manusia.

Siti Hinggil dikelilingi oleh jalan yang disebut “Pamengkang” (melambangkan kedua kaki manusia). Pamengkang berasal dari kata “mekangkang”, yang berarti posisi kaki kita ketika direntangkan melebar.

Lapisan Ketiga

Pada lapisan ini terdapat Pelataran Kemandungan Utara dan Pelataran Kemandungan Selatan, yang merupakan ruang transisi menuju pusat. Kemandungan itu sendiri berasal dari kata “ngandung” yang berarti kehamilan.

Pada Pelataran Kemandungan Utara kita akan menemukan salah satunya adalah Bangsal Pancaniti, dan di Pelataran Kemandungan Selatan terdapat Bangsal Kemandungan. Secara harafiah, Bangsal Pancaniti berarti memeriksa lima. Di sinilah Sultan melakukan pengadilan. Bangsal ini juga digunakan oleh sebagian Abdi Dalem menunggu untuk menghadap Sultan.

Pada dinding sebelah kanan dan kiri Kemandungan ada dua buah pintu yang membawa kita menuju lorong keluar. Keduanya melambangkan pengaruh negatif yang dapat membahayakan seorang anak.

Bagian halaman Kemandungan ditanami oleh pohon Kepel, Cengkirgading, Pelem, dan Jambu Dersana. Pemilihan jenis pohon ini juga bukan tanpa makna. Kepel berasal dari kata berbahasa Jawa, “kempel” yang berarti bersatu. Cengkirgading adalah jenis kelapa yang paling indah, kecil, dan berwarna kuning. Ia digunakan untuk upacara “nujuh bulan” (sebuah upacara ketika seorang anak menginjak usia 7 bulan). Pelem berasal dari kata “gelem”, berarti saling pengertian. Sedangkan jambu Dersana berasal dari kata “darsana” yang berarti hal terbaik dari seorang manusia.

Lapisan Keempat

Di sebelah utara, kita akan menemukan Pelataran Srimanganti, tempat Sultan sering menerima tamu yang tidak terlalu formal dan semi formal. Di wilayah ini terdapat antara lain Bangsal Trajumas di sisi utara, dan Bangsal Srimanganti di sisi selatan, yang berfungsi sebagai ruang tunggu untuk menghadap raja. Untuk masuk ke Pelataran Srimanganti, kita harus terlebih dulu melewati Gerbang Srimanganti.

Di sebelah selatan lapisan ini terdapat Pelataran Kemagangan. Kemagangan berasal dari kata berbahasa Jawa, “magang”, yang berarti kedatangan. Kalau kita berjalan dari arah selatan (Alun-alun Selatan), maka untuk masuk ke dalam Pelataran Kemagangan ini kita harus melewati Gerbang Gadung Mlati. Arti kata Gadung Mlati itu sendiri adalah bayi akan dilahirkan. Makanan untuk bayi itu pun sudah disiapkan. Hal ini disimbolkan dengan keberadaan dapur Gebulen dan Sekullanggen, di sisi kiri dan kanan pelataran.

Pusat Konsentrik

Pusat konsentrik dari tata ruang keraton adalah Pelataran Kedaton yang merupakan tempat paling dalam dan keramat. Pelataran Kedaton merepresentasikan gunung keramat, tempat bersemayamnya para dewa. Di pusatnya terdapat rumah segala pusaka milik Keraton, Prabayeksa, dan Bangsal Kencana, tempat dimana Sultan bertahta dan memerintah sepanjang tahun. Di tempat ini Sultan menerima tamu paling penting setara Residen dan Gubernur.

Di komplek ini jugalah Sultan dan keluarganya tinggal. Tempat tinggal Sultan kita kenal dengan nama Gedong Jene, terletak di sebelah utara Kedaton.

Kedaton itu sendiri merupakan simbol kedewasaan pikiran dan jiwa seorang manusia. Bila kita selalu bersikap baik dan melayani, berpikiran dan berhati baik, kita akan memperoleh segala sesuatu sesuai dengan apa yang kita harapkan sesuai dengan cita-cita dan ambisi kita. Itulah makna Kedaton.


http://diancallista.blogspot.com/


Mungkin Anda mencari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Label

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons