Daftar Rekening Paypal klik disini

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Galaxy. Show all posts
Showing posts with label Galaxy. Show all posts

Monday, August 1, 2011

25 Ton Meteor di Temukan Di Cina

Meteorit berukuran besar ditemukan di daerah pegunungan sebelah barat laut China. Batu dengan berat sekitar 25 ton itu diperkirakan salah satu dari meteorit terbesar yang pernah ada.

http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311044411525_1311044411525_r.jpg

Batu yang ditemukan di Pegunungan Altai, Provinsi Xinjiang, itu merupakan meteorit yang memiliki kandungan nikel yang banyak (dikenal dengan istilah meteorit besi).

"Barangkali meteorit ini adalah meteorit besi terbesar kedua," kata Baolin Zang, spesialis meteorit dari Beijing Planetarium.

http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311043950117_1311043950117_r.jpg


Meteorit yang terbesar saat ini ditemukan di Namibia, seberat lebih kurang 60 ton. Zhang mengestimasi, massa meteorit Xinjiang berada pada kisaran antara 25-30 ton.

Meteorit raksasa menonjol keluar dari lempengan granit yang lebih besar. Bagian yang terletak di atas tanah memiliki panjang 2,3 meter dengan lebar separuh panjangnya.

Zhang dalam wawancaranya dengan China Central Television menyebutkan bahwa meteorit berasal dari luar tata surya.

Pada awal bulan ini, Baolin Zhang, seorang peneliti ahli bidang meteorit di Planetarium Beijing, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan meteor tersebut.

Tim naik ke ketinggian puncak 9.500 kaki (2.900 meter), dan mulai mengidentifikasi batu bintang besar dengan warna kecoklatan ini.

http://www.whatsondalian.com/news_images/9558720.jpg

http://www.chinadaily.com.cn/photo/images/attachement/jpg/site1/20110719/0023ae9885da0f8f317704.jpg


Menurut Meenakshi Wadhwa dari Center for Meteorite Studies Arizona State University, sebagian besar meteorit terbentuk 4 miliar tahun lalu, ketika tata surya terbentuk, "Temuan ini potensial untuk memberikan data terkait sejarah pembentukan tata surya."

Sumber

Thursday, April 7, 2011

Gunung Ceranus Tholus dan Uranius Tholus di Planet Mars

Tak cuma Bumi yang memiliki gunung bertetangga seperti Merapi dan Merbabu, Mars pun demikian. Baru-baru ini, European Space Agency (ESA) merilis citra gunung bertetangga yang terletak di belahan utara planet merah.

Dua gunung tersebut adalah Ceraunius Tholus dan Uranius Tholus. Ceraunius Tholus adalah gunung yang lebih besar dengan wilayah merentang selebar 130 km, tinggi menjulang 5,5 km, dan caldera yang berdiameter 25 km.

Dua gunung Ceranus Tholus dan Uranius Tholus di belahan utara Planet Mars
Pada gambar tampak puncak Ceraunius Tholus berwarna kelabu, sementara bagian lain yang berwarna violet adalah Kawah Rahe yang berukuran 35 x 18 km. Kawah tersebut diduga terbentuk akibat meteorit.

Uranius Tholus yang lebih kecil berada di 60 km sebelah utara Ceraunius Tholus. Diameter dasar Uranius Tholus mencapai 62 km dengan tinggi 4,5 km. Kawah berdiameter 13 km bisa dilihat di sebelah barat Uranius Tholus.

Bagian dasar caldera yang halus di puncak Ceraunius Tholus mengindikasikan bahwa saat atmosfer Mars berdensitas lebih tinggi, bagian itu merupakan danau. Dugaan lain, caldera bisa hasil pelelehan es yang terbentuk di bawah permukaan.

Selain kedua gunung ini, Mars juga memiliki gunung yang dikenal terbesar di tata surya, yakni Olympus. Pada tahun 2004, Mars Express memberikan gambaran detail gunung-gunung di Mars.


http://sains.kompas.com/read/2011/04/07/08483784/.Merapi-Merbabu.di.Mars

Gunung Ceranus Tholus dan Uranius Tholus di Planet Mars

Tak cuma Bumi yang memiliki gunung bertetangga seperti Merapi dan Merbabu, Mars pun demikian. Baru-baru ini, European Space Agency (ESA) merilis citra gunung bertetangga yang terletak di belahan utara planet merah.

Dua gunung tersebut adalah Ceraunius Tholus dan Uranius Tholus. Ceraunius Tholus adalah gunung yang lebih besar dengan wilayah merentang selebar 130 km, tinggi menjulang 5,5 km, dan caldera yang berdiameter 25 km.

Dua gunung Ceranus Tholus dan Uranius Tholus di belahan utara Planet Mars
Pada gambar tampak puncak Ceraunius Tholus berwarna kelabu, sementara bagian lain yang berwarna violet adalah Kawah Rahe yang berukuran 35 x 18 km. Kawah tersebut diduga terbentuk akibat meteorit.

Uranius Tholus yang lebih kecil berada di 60 km sebelah utara Ceraunius Tholus. Diameter dasar Uranius Tholus mencapai 62 km dengan tinggi 4,5 km. Kawah berdiameter 13 km bisa dilihat di sebelah barat Uranius Tholus.

Bagian dasar caldera yang halus di puncak Ceraunius Tholus mengindikasikan bahwa saat atmosfer Mars berdensitas lebih tinggi, bagian itu merupakan danau. Dugaan lain, caldera bisa hasil pelelehan es yang terbentuk di bawah permukaan.

Selain kedua gunung ini, Mars juga memiliki gunung yang dikenal terbesar di tata surya, yakni Olympus. Pada tahun 2004, Mars Express memberikan gambaran detail gunung-gunung di Mars.


http://sains.kompas.com/read/2011/04/07/08483784/.Merapi-Merbabu.di.Mars

Wednesday, March 23, 2011

Umur Matahari

Pertanyaan kapan matahari akan padam adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab dengan pasti, apalagi kalau harus membuktikan kebenarannya.

Namun sama halnya dengan keingintahuan manusia untuk mengetahui berapa umur bumi atau kapan terbentuknya bumi ini, maka para ahlipun berusaha dengan akalnya untuk memperkirakan kapan matahari akan padam.

Seperti telah diterangkan di muka, bahwa matahari akan padam manakala reaksi thermonuklir di matahari telah berhenti.

Apabila matahari padam, maka kehidupan di muka bumi akan berhenti.
Secara empiris telah dapat dibuktikan bahwa ada bintang yang pada mulanya bersinar terang, akan tetapi kemudian sinarnya makin redup dan akhirnya padam. Keadaan ini telah direkam oleh teleskop angkasa luar hubble. Atas dasar ini maka dapat saja matahari pada suatu saat akan padam.

Seorang fisikawan Jerman, Hermann von Helmholtz, pada tahun 1825 mengamati perkembangan matahari yang ternyata diameter matahari setiap tahunnya menyusut 85 m. Kalau pengamatan Helmholtz benar, maka berdasarkan perhitungan penyusutan diameter matahari, umur matahari hanya akan bertahan untuk waktu 20.000.000 sampai dengan 25.000.000 tahun sejak matahari mengalami penyusutan.

Untuk kurun waktu itu, teori Helmholtz ini cukup memuaskan para ilmuwan, sebelum akhirnya digugurkan oleh teori reaksi thermonuklir yang masih bertahan sampai saat ini.

Atas dasar teori thermonuklir sudah barang tentu teori Helmholtz menjadi tidak benar, karena dalam kenyataannya matahari telah bersinar sejak orde 5.000.000.000 tahun yang lalu atau bahkan lebih dari itu, suatu umur yang melebihi perkiraan Helmholtz.

Reaksi thermonuklir yang dikemukakan oleh Hans Bethe seperti yang telah diuraikan di muka, sebenarnya mirip dengan reaksi kimia konvensional dalam arti bahwa reaksi masih dapat berlangsung selama masih tersedia unsur atau reaktan yang menyebabkan terjadinya proses reaksi thermonuklir tersebut.

Pada reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari, sebagai reaktan utama adalah gas Hidrogen.

Para ahli astronomi dan astrofisika berpendapat bahwa dengan bertambahnya umur matahari, maka pemakaian Hidrogen untuk reaksi thermonuklir dalam rangka mendapatkan energi yang amat sangat panas makin bertambah.

Pada peristiwa ini energi yang dihasilkan oleh reaksi thermonuklir juga bertambah, sehingga energi radiasi yang dipancarkan matahari juga bertambah. Hal ini berarti pula suhu atmosfir bumi akan naik dan bumi akan terasa makin panas.

Apabila pendapat para ahli astronomi dan astrofisika tersebut benar, yaitu dengan bertambahnya umur matahari akan membuat persediaan gas Hidrogen pada permukaan matahari berkurang, maka jelas bahwa cepat atau lambat matahari pada akhirnya akan padam.

Berdasarkan teori ini energi radiasi matahari diperkirakan masih dapat bertahan untuk jangka waktu kurang lebih 10.000.000.000 tahun lagi, setelah itu matahari padam.

Contohnya adanya bintang yang pada saat ini sedang dalam proses menuju ke keadaan padam, telah dapat direkam gambarnya oleh teleskop ruang angkasa Hublle. Hal ini secara empiris menunjukkan kemungkinan yang sama dapat terjadi pada matahari kita.

Namu apa yang terjadi akan terjadi sebelum waku 10.000.000.000. tahun tersebut terjadi?

Secara teori dalam perjalanan menuju waktu 10.000.000.000. tersebut, suhu atmosfir bumi akan naik terus karena energi radiasi yang datang dari matahari bertambah panas. Keadaan ini akan menyebabkan es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair yang mengakibatkan tenggelammnya beberapa daratan atau garis pantai akan bergeser ke arah daratan. Kota-kota yang berada di pantai akan tenggelam. Ini baru merupakan bencana awal bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Bencana berikutnya adalah menguapnya semua air yang ada di bumi ini, karena suhu atmosfir bumi makin panas yang pada akhirnya tidak ada lagi air di muka bumi ini. Bumi yang menjadin kering kerontang tanpa air sama sekali dan suhunya yang panas menyebabkan berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Keadaan ini aka terjadi menjelang waktu mendekati 10.000.000.000 tahun yang akan datang.

Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam. Matahari yang telah padam ini akan mengeci;l (menyusust) menjadi suatu planet kecil yang dingin membeku yang disebut "White dwarf" atau si kerdil putih yang bukan matahari lagi!

Contoh bintang atau planet yang sudah menjadi "white dwarf" di jagat raya ini cukup banyak, salah satunya planet bintang yang pada saat ini sedang menuju kematian seperti yang direkam oleh teleskop ruang angkasa Hubble.

Sekali lagi keadaan tersebut akan terjadi 10.000.000.000 tahun yang akan datang. Keterangan ini merupakan jawaban untuk pertanyaan kapan reaksi thermonuklir di matahari berhenti atau matahari padam.

Tidak ada jawaban yang pasti juga apabila matahari mati maka kehidupan akan terus ada atau tidak.

http://ujungbumi.blogspot.com/


Umur Matahari

Pertanyaan kapan matahari akan padam adalah suatu pertanyaan yang sulit dijawab dengan pasti, apalagi kalau harus membuktikan kebenarannya.

Namun sama halnya dengan keingintahuan manusia untuk mengetahui berapa umur bumi atau kapan terbentuknya bumi ini, maka para ahlipun berusaha dengan akalnya untuk memperkirakan kapan matahari akan padam.

Seperti telah diterangkan di muka, bahwa matahari akan padam manakala reaksi thermonuklir di matahari telah berhenti.

Apabila matahari padam, maka kehidupan di muka bumi akan berhenti.
Secara empiris telah dapat dibuktikan bahwa ada bintang yang pada mulanya bersinar terang, akan tetapi kemudian sinarnya makin redup dan akhirnya padam. Keadaan ini telah direkam oleh teleskop angkasa luar hubble. Atas dasar ini maka dapat saja matahari pada suatu saat akan padam.

Seorang fisikawan Jerman, Hermann von Helmholtz, pada tahun 1825 mengamati perkembangan matahari yang ternyata diameter matahari setiap tahunnya menyusut 85 m. Kalau pengamatan Helmholtz benar, maka berdasarkan perhitungan penyusutan diameter matahari, umur matahari hanya akan bertahan untuk waktu 20.000.000 sampai dengan 25.000.000 tahun sejak matahari mengalami penyusutan.

Untuk kurun waktu itu, teori Helmholtz ini cukup memuaskan para ilmuwan, sebelum akhirnya digugurkan oleh teori reaksi thermonuklir yang masih bertahan sampai saat ini.

Atas dasar teori thermonuklir sudah barang tentu teori Helmholtz menjadi tidak benar, karena dalam kenyataannya matahari telah bersinar sejak orde 5.000.000.000 tahun yang lalu atau bahkan lebih dari itu, suatu umur yang melebihi perkiraan Helmholtz.

Reaksi thermonuklir yang dikemukakan oleh Hans Bethe seperti yang telah diuraikan di muka, sebenarnya mirip dengan reaksi kimia konvensional dalam arti bahwa reaksi masih dapat berlangsung selama masih tersedia unsur atau reaktan yang menyebabkan terjadinya proses reaksi thermonuklir tersebut.

Pada reaksi thermonuklir yang terjadi di matahari, sebagai reaktan utama adalah gas Hidrogen.

Para ahli astronomi dan astrofisika berpendapat bahwa dengan bertambahnya umur matahari, maka pemakaian Hidrogen untuk reaksi thermonuklir dalam rangka mendapatkan energi yang amat sangat panas makin bertambah.

Pada peristiwa ini energi yang dihasilkan oleh reaksi thermonuklir juga bertambah, sehingga energi radiasi yang dipancarkan matahari juga bertambah. Hal ini berarti pula suhu atmosfir bumi akan naik dan bumi akan terasa makin panas.

Apabila pendapat para ahli astronomi dan astrofisika tersebut benar, yaitu dengan bertambahnya umur matahari akan membuat persediaan gas Hidrogen pada permukaan matahari berkurang, maka jelas bahwa cepat atau lambat matahari pada akhirnya akan padam.

Berdasarkan teori ini energi radiasi matahari diperkirakan masih dapat bertahan untuk jangka waktu kurang lebih 10.000.000.000 tahun lagi, setelah itu matahari padam.

Contohnya adanya bintang yang pada saat ini sedang dalam proses menuju ke keadaan padam, telah dapat direkam gambarnya oleh teleskop ruang angkasa Hublle. Hal ini secara empiris menunjukkan kemungkinan yang sama dapat terjadi pada matahari kita.

Namu apa yang terjadi akan terjadi sebelum waku 10.000.000.000. tahun tersebut terjadi?

Secara teori dalam perjalanan menuju waktu 10.000.000.000. tersebut, suhu atmosfir bumi akan naik terus karena energi radiasi yang datang dari matahari bertambah panas. Keadaan ini akan menyebabkan es yang ada di kutub utara dan selatan akan mencair yang mengakibatkan tenggelammnya beberapa daratan atau garis pantai akan bergeser ke arah daratan. Kota-kota yang berada di pantai akan tenggelam. Ini baru merupakan bencana awal bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Bencana berikutnya adalah menguapnya semua air yang ada di bumi ini, karena suhu atmosfir bumi makin panas yang pada akhirnya tidak ada lagi air di muka bumi ini. Bumi yang menjadin kering kerontang tanpa air sama sekali dan suhunya yang panas menyebabkan berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Keadaan ini aka terjadi menjelang waktu mendekati 10.000.000.000 tahun yang akan datang.

Pada saat matahari kehabisan reaktan gas Hidrogen, maka reaksi thermonuklir benar-benar akan berhenti dan ini berarti matahari padam. Matahari yang telah padam ini akan mengeci;l (menyusust) menjadi suatu planet kecil yang dingin membeku yang disebut "White dwarf" atau si kerdil putih yang bukan matahari lagi!

Contoh bintang atau planet yang sudah menjadi "white dwarf" di jagat raya ini cukup banyak, salah satunya planet bintang yang pada saat ini sedang menuju kematian seperti yang direkam oleh teleskop ruang angkasa Hubble.

Sekali lagi keadaan tersebut akan terjadi 10.000.000.000 tahun yang akan datang. Keterangan ini merupakan jawaban untuk pertanyaan kapan reaksi thermonuklir di matahari berhenti atau matahari padam.

Tidak ada jawaban yang pasti juga apabila matahari mati maka kehidupan akan terus ada atau tidak.

http://ujungbumi.blogspot.com/


Monday, February 28, 2011

Sensus: Ada 50 Miliar Planet di Bima Sakti

Para ilmuwan antariksa mengadakan sensus kosmik pertama di galaksi Bima Sakti. Hasilnya, diperkirakan ada 50 miliar planet di galaksi tersebut.

Setidaknya ada 500 juta planet di wilayah yang tidak terlalu panas dan tidak tidak terlalu dingin di mana mungkin ada kehidupan. Perkiraan jumlah ini didasarkan hasil sementara yang diperoleh teleskop pemburu planet, Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ilmuwan Kepler, William Borucki, mengatakan, jumlah planet tersebut diperoleh dari pengamatan zona kecil di langit malam, lalu membuat estimasi dengan dasar asumsi, setiap bintang memiliki sejumlah planet. Kepler menghitung planet-planet tersebut saat melintas antara Bumi dan orbit bintang.

Sejauh ini, Kepler telah menemukan 1.235 kandidat planet yang diperkirakan bisa menopang kehidupan, 54 di antaranya berada di zona Goldilocks. Misi Kepler bukan untuk memeriksa setiap planet, namun memberi gambaran pada para astronom tentang jumlah planet, khususnya yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Borucki dan rekan-rekannya menggambarkan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dibanding 200 bintang memiliki planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup. Estimasi ini diumumkan dalam konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science, Sabtu 19 Februari 2011.

Ini baru perkiraan minimum, sebab bintang-bintang tersebut bisa memiliki lebih dari satu planet. Kepler pun belum mampu melihat planet-planet di sisi luar bintang.

Misalnya, jika Kepler berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi dan melihat ke Matahari, ketika Venus melintas, hanya ada kemungkinan 1:8 Kepler melihat Bumi.

Untuk mendapatkan estimasi total jumlah planet, para ilmuwan menggunakan frekuensi yang telah diterapkan dan mengaplikasikannya ke beberapa bintang di Bima Sakti.

Sebelum sensus dilakukan, para ilmuwan berasumsi, ada 100 miliar bintang di Bima Sakti, sementara itu, tahun lalu, para astronom Universitas Yale, memperkirakan ada 300 miliar bintang.

Jumlah sebanyak itu hanya ada di galaksi Bima Sakti. Bayangkan jumlah seluruh planet di alam semesta. Apalagi, jumlah galaksi diperkirakan ada 100 miliar.

Borucki mengatakan, kalkulasi teranyar berdasar sensus ini akan mengantarkan kepada pertanyaan, adakah kehidupan lain di luar sana. "Pertanyaan berikutnya, mengapa mereka tidak mengunjungi kita di Bumi," kata Borucki, seperti dimuat Associated Press, Minggu 20 Februari 2011. Jawabannya? "Saya tidak tahu," tukas dia.

Source: http://teknologi.vivanews.com/news/read/205526-sensus--ada-50-miliar-planet-di-bima-sakti


Sensus: Ada 50 Miliar Planet di Bima Sakti

Para ilmuwan antariksa mengadakan sensus kosmik pertama di galaksi Bima Sakti. Hasilnya, diperkirakan ada 50 miliar planet di galaksi tersebut.

Setidaknya ada 500 juta planet di wilayah yang tidak terlalu panas dan tidak tidak terlalu dingin di mana mungkin ada kehidupan. Perkiraan jumlah ini didasarkan hasil sementara yang diperoleh teleskop pemburu planet, Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Ilmuwan Kepler, William Borucki, mengatakan, jumlah planet tersebut diperoleh dari pengamatan zona kecil di langit malam, lalu membuat estimasi dengan dasar asumsi, setiap bintang memiliki sejumlah planet. Kepler menghitung planet-planet tersebut saat melintas antara Bumi dan orbit bintang.

Sejauh ini, Kepler telah menemukan 1.235 kandidat planet yang diperkirakan bisa menopang kehidupan, 54 di antaranya berada di zona Goldilocks. Misi Kepler bukan untuk memeriksa setiap planet, namun memberi gambaran pada para astronom tentang jumlah planet, khususnya yang berpotensi ditinggali makhluk hidup.

Borucki dan rekan-rekannya menggambarkan, satu dari dua bintang memiliki planet, dan satu dibanding 200 bintang memiliki planet yang berpotensi ditinggali makhluk hidup. Estimasi ini diumumkan dalam konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science, Sabtu 19 Februari 2011.

Ini baru perkiraan minimum, sebab bintang-bintang tersebut bisa memiliki lebih dari satu planet. Kepler pun belum mampu melihat planet-planet di sisi luar bintang.

Misalnya, jika Kepler berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi dan melihat ke Matahari, ketika Venus melintas, hanya ada kemungkinan 1:8 Kepler melihat Bumi.

Untuk mendapatkan estimasi total jumlah planet, para ilmuwan menggunakan frekuensi yang telah diterapkan dan mengaplikasikannya ke beberapa bintang di Bima Sakti.

Sebelum sensus dilakukan, para ilmuwan berasumsi, ada 100 miliar bintang di Bima Sakti, sementara itu, tahun lalu, para astronom Universitas Yale, memperkirakan ada 300 miliar bintang.

Jumlah sebanyak itu hanya ada di galaksi Bima Sakti. Bayangkan jumlah seluruh planet di alam semesta. Apalagi, jumlah galaksi diperkirakan ada 100 miliar.

Borucki mengatakan, kalkulasi teranyar berdasar sensus ini akan mengantarkan kepada pertanyaan, adakah kehidupan lain di luar sana. "Pertanyaan berikutnya, mengapa mereka tidak mengunjungi kita di Bumi," kata Borucki, seperti dimuat Associated Press, Minggu 20 Februari 2011. Jawabannya? "Saya tidak tahu," tukas dia.

Source: http://teknologi.vivanews.com/news/read/205526-sensus--ada-50-miliar-planet-di-bima-sakti


Tubuh Komet Rapuh Dan Lunak

Hujan komet ke Bumi disebut-sebut sebagai penyebab utama musnahnya dinosaurus pada 65 juta tahun lalu. Jejak kawah raksasa bekas hantaman benda angkasa tersebut memang terlihat di Chicxulub, Teluk Meksiko, Amerika Serikat, dan Ukraina.

Ancaman komet yang menjadi bencana mengilhami insan Hollywood membuat dua film pada 1998. Pertama, film Deep Impact, yang disutradarai Mimi Leder, dan kedua, film Armageddon, karya Michael Bay.
Pada film Armageddon, aktor Bruce Willis menjadi pahlawan karena berhasil mendarat di atas komet yang meluncur ke arah Bumi. Dia kemudian meledakkan komet tersebut dengan bom yang ditanam di dalam badan benda angkasa ini.

Langkah jagoan ala Bruce Willis itu tampaknya tidak perlu dilakukan. Tubuh komet ternyata rapuh oleh hantaman senjata buatan manusia. Hal ini ditunjukkan oleh komet Tempel 1, yang pada 2005 pernah ditembak oleh wahana antariksa Deep Impact milik NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat).

http://www.scienceinschool.org/repository/images/issue2esa1_large.jpg
Komet dan polarisasi cahaya akibat panas

Senin pekan lalu, Stardust-NExT, wahana antariksa lain milik NASA, menjemput Tempel 1 pada orbitnya. Pada jarak 178 kilometer, Stardust berhasil mengambil gambar beresolusi tinggi wajah komet Tempel 1.

Salah satu misi Stardust memang menjumpai Tempel 1 untuk mengetahui bagaimana hasil tembakan proyektil yang dilakukan Deep Impact enam tahun lalu. Termasuk meneliti komposisi komet tersebut. Ketika itu, Deep Impact tidak berhasil mengambil gambar permukaan Tempel 1.

Salah satu citra yang berhasil dipotret Stardust-NExT adalah kawah seluas 150 meter persegi yang dalam citra 2005 tidak tampak. Kawah tersebut terlihat sangat kecil pada hasil pencitraan, namun secara konsisten terlihat dari berbagai sisi. Para astronom yakin kawah itu adalah bekas hantaman pada misi Deep Impact.

Kawah bekas hantaman itu terlihat "lunak", tidak seperti kawah di permukaan batuan lain yang umumnya terbentuk dengan jelas. "Hal ini menunjukkan bahwa inti komet ini rapuh dan lemah, terlihat dari 'kelunakan' kawah yang kita lihat saat ini," kata Peter Schultz, ilmuwan dari Brown University, Providence, Rhode Island, yang terlibat dalam misi itu.

Schultz mengatakan di bagian tengah kawah itu tampak adanya gundukan. Ini menunjukkan bahwa debu komet yang terhambur ke atas saat hantaman terjadi ditarik kembali ke permukaan komet oleh gaya gravitasi. Dalam hal itu, ujarnya, kawah tersebut tampak seperti sedang mengubur dirinya sendiri.

Selain menangkap citra kawah, Stardust-NExT berhasil mengambil citra keseluruhan Tempel 1. Dalam citra tersebut, Tempel 1 tampak berbentuk bulat seperti kentang. Pada permukaan komet pertama yang berhasil diobservasi dua kali ini terdapat bercak-bercak yang menandakan bahwa permukaannya tidak rata.

Joe Veverka, peneliti utama di proyek Stardust-NExT dari Cornell University, Ithaca, menyebutkan bahwa misinya 100 persen berhasil. Banyak hal baru yang terkuak dari Tempel 1. Termasuk mengetahui partikel komet yang hancur dan berada di atmosfernya.

"Data menunjukkan bahwa Stardust mirip pesawat pengebom B-17 yang terbang melintasi senjata antipeluru dalam Perang Dunia II," kata Don Brownlee, peneliti Stardust-NExT dari University of Washington. Wahana ini, ujarnya, keluar dari potongan dan serpihan Tempel 1 yang hancur.

Dengan berhasilnya misi ini, Stardust-NExT telah menempuh jarak 5,7 miliar kilometer di angkasa. Wahana ini juga telah menyelesaikan dua misi observasi komet. Sebelumnya, wahana ini berhasil mengoleksi debu dan gas dari komet Wild.

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/21/brk,20110221-314783,id.html


Tubuh Komet Rapuh Dan Lunak

Hujan komet ke Bumi disebut-sebut sebagai penyebab utama musnahnya dinosaurus pada 65 juta tahun lalu. Jejak kawah raksasa bekas hantaman benda angkasa tersebut memang terlihat di Chicxulub, Teluk Meksiko, Amerika Serikat, dan Ukraina.

Ancaman komet yang menjadi bencana mengilhami insan Hollywood membuat dua film pada 1998. Pertama, film Deep Impact, yang disutradarai Mimi Leder, dan kedua, film Armageddon, karya Michael Bay.
Pada film Armageddon, aktor Bruce Willis menjadi pahlawan karena berhasil mendarat di atas komet yang meluncur ke arah Bumi. Dia kemudian meledakkan komet tersebut dengan bom yang ditanam di dalam badan benda angkasa ini.

Langkah jagoan ala Bruce Willis itu tampaknya tidak perlu dilakukan. Tubuh komet ternyata rapuh oleh hantaman senjata buatan manusia. Hal ini ditunjukkan oleh komet Tempel 1, yang pada 2005 pernah ditembak oleh wahana antariksa Deep Impact milik NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat).

http://www.scienceinschool.org/repository/images/issue2esa1_large.jpg
Komet dan polarisasi cahaya akibat panas

Senin pekan lalu, Stardust-NExT, wahana antariksa lain milik NASA, menjemput Tempel 1 pada orbitnya. Pada jarak 178 kilometer, Stardust berhasil mengambil gambar beresolusi tinggi wajah komet Tempel 1.

Salah satu misi Stardust memang menjumpai Tempel 1 untuk mengetahui bagaimana hasil tembakan proyektil yang dilakukan Deep Impact enam tahun lalu. Termasuk meneliti komposisi komet tersebut. Ketika itu, Deep Impact tidak berhasil mengambil gambar permukaan Tempel 1.

Salah satu citra yang berhasil dipotret Stardust-NExT adalah kawah seluas 150 meter persegi yang dalam citra 2005 tidak tampak. Kawah tersebut terlihat sangat kecil pada hasil pencitraan, namun secara konsisten terlihat dari berbagai sisi. Para astronom yakin kawah itu adalah bekas hantaman pada misi Deep Impact.

Kawah bekas hantaman itu terlihat "lunak", tidak seperti kawah di permukaan batuan lain yang umumnya terbentuk dengan jelas. "Hal ini menunjukkan bahwa inti komet ini rapuh dan lemah, terlihat dari 'kelunakan' kawah yang kita lihat saat ini," kata Peter Schultz, ilmuwan dari Brown University, Providence, Rhode Island, yang terlibat dalam misi itu.

Schultz mengatakan di bagian tengah kawah itu tampak adanya gundukan. Ini menunjukkan bahwa debu komet yang terhambur ke atas saat hantaman terjadi ditarik kembali ke permukaan komet oleh gaya gravitasi. Dalam hal itu, ujarnya, kawah tersebut tampak seperti sedang mengubur dirinya sendiri.

Selain menangkap citra kawah, Stardust-NExT berhasil mengambil citra keseluruhan Tempel 1. Dalam citra tersebut, Tempel 1 tampak berbentuk bulat seperti kentang. Pada permukaan komet pertama yang berhasil diobservasi dua kali ini terdapat bercak-bercak yang menandakan bahwa permukaannya tidak rata.

Joe Veverka, peneliti utama di proyek Stardust-NExT dari Cornell University, Ithaca, menyebutkan bahwa misinya 100 persen berhasil. Banyak hal baru yang terkuak dari Tempel 1. Termasuk mengetahui partikel komet yang hancur dan berada di atmosfernya.

"Data menunjukkan bahwa Stardust mirip pesawat pengebom B-17 yang terbang melintasi senjata antipeluru dalam Perang Dunia II," kata Don Brownlee, peneliti Stardust-NExT dari University of Washington. Wahana ini, ujarnya, keluar dari potongan dan serpihan Tempel 1 yang hancur.

Dengan berhasilnya misi ini, Stardust-NExT telah menempuh jarak 5,7 miliar kilometer di angkasa. Wahana ini juga telah menyelesaikan dua misi observasi komet. Sebelumnya, wahana ini berhasil mengoleksi debu dan gas dari komet Wild.

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/21/brk,20110221-314783,id.html


Dua Planet dalam Satu Orbit

Astronom Amerika Serikat menemukan sistem planet jauh yang belum pernah dilihat sebelumnya. Astronom ini menemukan dua planet dalam satu orbit. Seperti apa?

Penemuan ini dipastikan menambah keyakinan teori menyatakan awalnya Bumi berbagi orbit dengan badan kosmik lain seukuran Planet Mars yang kemudian berubah menjadi bulan.

Sistem baru itu ditemukan teleskop Kepler. Seperti dikutip NewScientist, pada sistem itu terdapat empat planet dan dua di antaranya mengorbit bintang induk pada orbit yang sama, satu permanen mengorbit 60 derajat dan lainnya kebalikannya.



Kemungkinan besar fenomena ini terjadi karena gravitasi ‘titik manis,’ kata astronom. Ketika satu planet mengorbit tubuh yang jauh lebih besar seperti bintang maka akan ada dua titik yang disebut Lagrange di sepanjang orbit planet tempat tubuh ketiga bisa mengorbit dengan stabil, baik pada 60 derajat di depan atau 60 derajat di belakang orbit.

Meski dalam teori planet bisa mengorbit bersama, belum ada satu orang pun pernah melihat bukti ini sebelumnya.

“Sistem seperti ini tak umum. Sistem ini satu-satunya yang telah kita lihat,” kata Jack Lissauer dari Ames Research Center NASA di Mountain View, California.

Beberapa astronom menduga hal serupa bisa terjadi di sistem surya kita. Hal ini merujuk pada bulan kita yang 50 juta tahun silam bertabrakan dengan Bumi saat tubuhnya masih seukuran Mars.

"Temuan ini menunjukkan hal yang sebelumnya kita duga tak bisa terjadi," kata astronom Princeton University Richard Gott.

http://www.inilah.com/read/detail/1269392/menakjubkan-2-planet-dalam-satu-orbit


Dua Planet dalam Satu Orbit

Astronom Amerika Serikat menemukan sistem planet jauh yang belum pernah dilihat sebelumnya. Astronom ini menemukan dua planet dalam satu orbit. Seperti apa?

Penemuan ini dipastikan menambah keyakinan teori menyatakan awalnya Bumi berbagi orbit dengan badan kosmik lain seukuran Planet Mars yang kemudian berubah menjadi bulan.

Sistem baru itu ditemukan teleskop Kepler. Seperti dikutip NewScientist, pada sistem itu terdapat empat planet dan dua di antaranya mengorbit bintang induk pada orbit yang sama, satu permanen mengorbit 60 derajat dan lainnya kebalikannya.



Kemungkinan besar fenomena ini terjadi karena gravitasi ‘titik manis,’ kata astronom. Ketika satu planet mengorbit tubuh yang jauh lebih besar seperti bintang maka akan ada dua titik yang disebut Lagrange di sepanjang orbit planet tempat tubuh ketiga bisa mengorbit dengan stabil, baik pada 60 derajat di depan atau 60 derajat di belakang orbit.

Meski dalam teori planet bisa mengorbit bersama, belum ada satu orang pun pernah melihat bukti ini sebelumnya.

“Sistem seperti ini tak umum. Sistem ini satu-satunya yang telah kita lihat,” kata Jack Lissauer dari Ames Research Center NASA di Mountain View, California.

Beberapa astronom menduga hal serupa bisa terjadi di sistem surya kita. Hal ini merujuk pada bulan kita yang 50 juta tahun silam bertabrakan dengan Bumi saat tubuhnya masih seukuran Mars.

"Temuan ini menunjukkan hal yang sebelumnya kita duga tak bisa terjadi," kata astronom Princeton University Richard Gott.

http://www.inilah.com/read/detail/1269392/menakjubkan-2-planet-dalam-satu-orbit


Tuesday, February 22, 2011

Tempat-tempat Yang Ekstrim Di Tata Surya

Tertinggi, terdalam, terpanas, teraneh. Sistem tata surya kita merupakan tempat berbagai kondisi ekstrim. Dalam bukunya yang berjudul The 50 Most Extreme Places in Our Solar System, David Baker dan Todd Ratcliff memaparkan di mana saja tempat-tempat yang paling unik hingga mengerikan di tata surya. Berikut ini beberapa contohnya :

1. Planet Jupiter
Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665.



2. Europa, bulan planet Jupiter

Europa, adalah salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi.



3. Io, bulan planet Jupiter
Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif.


4. planet Saturnus
Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi.


5. Hyperion, bulan planet Saturnus
Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya.



6. Planet Uranus dan Neptunus
Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet.


7. Planet Venus
Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya


8. Gunung Olympus , Planet Mars
Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest.



9. Planet Mars
Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter.


Sumber: http://januar18riandi.blogspot.com/2011/01/9-tempat-paling-ekstrim-di-tata-surya.html




Tempat-tempat Yang Ekstrim Di Tata Surya

Tertinggi, terdalam, terpanas, teraneh. Sistem tata surya kita merupakan tempat berbagai kondisi ekstrim. Dalam bukunya yang berjudul The 50 Most Extreme Places in Our Solar System, David Baker dan Todd Ratcliff memaparkan di mana saja tempat-tempat yang paling unik hingga mengerikan di tata surya. Berikut ini beberapa contohnya :

1. Planet Jupiter
Awan badai berkecepatan hingga 600 km/jam telah terjadi di Planet Jupiter selama hampir 345 tahun sejak pertama kali berhasil diamati pada tahun 1665.



2. Europa, bulan planet Jupiter

Europa, adalah salah satu bulan planet Jupiter memiliki palung samudera terdalam di tata surya. Kedalamannya diperkirakan mencapai 100 km atau 10 kali lipat palung Mariana, titik terdalam di Bumi.



3. Io, bulan planet Jupiter
Io, salah satu bulan planet Jupiter, adalah tempat dengan tingkat vulkanisme tertinggi di tata surya. Seluruh permukannya dipenuhi oleh gunung berapi aktif.


4. planet Saturnus
Sambaran petir/ kilat di planet Saturnus berkekuatan hingga 1000 kali lipat petir yang terjadi di bumi.


5. Hyperion, bulan planet Saturnus
Hyperion, salah satu bulan yang dimiliki planet Saturnus berotasi secara tidak beraturan, hal ini mengakibatkan waktu siang dan malam di bulan tersebut tidak pernah sama tiap harinya.



6. Planet Uranus dan Neptunus
Para peneliti mengeluarkan teori bahwa reaksi kimia yang terjadi di atmosfer Planet Uranus (kiri) dan Neptunus (kanan) akan menghasilkan hujan berlian di seluruh permukaan planet.


7. Planet Venus
Dengan suhu permukaan yang mencapai 460 derajat celcius menjadikan Planet Venus sebagai tempat paling panas di tata surya


8. Gunung Olympus , Planet Mars
Gunung Olympus di Planet Mars adalah gunung api tertinggi di tata surya. Ketinggiannya mencapai 27 ribu meter atau 3 kali lipat tinggi Gunung Everest.



9. Planet Mars
Planet Mars memiliki ngarai terbesar di tata surya, kedalamannya diperkirakan hingga 6 kali lipat kedalaman ngarai di Grand Canyon atau sekitar 10 ribu meter.


Sumber: http://januar18riandi.blogspot.com/2011/01/9-tempat-paling-ekstrim-di-tata-surya.html




Wednesday, February 16, 2011

Mantan Perwira AS Ungkap Misteri UFO

Robert Hustings, pakar peneliti UFO, dengan 7 orang mantan perwira AU Amerika mengadakan konferensi pers yang dilangsungkan di Washington National Press Club - AS.  (THE EPOCH TIMES)


Ahli riset senjata nuklir yang meneliti UFO, Robert Hastings dan tujuh mantan perwira Angkatan Udara AS mengadakan konferensi pers (27/9) di National Press Club, Washington DC. Dia membuktikan keberadaan UFO dengan peng-alamannya sendiri di markas rudal nuklir AU dan membuktikan bahwa pada saat itu sistem rudal pernah mengalami penutupan/ pelarangan.

Menurutnya, di bumi ini memang benar ada kehidupan yang datang dari planet lain. Kebenaran tentang UFO perlu diketahui oleh semua orang di setiap negara dunia, mereka berhak untuk mengetahui kebenaran itu. Ia menghimbau kepada pemerintah, waktu untuk menyingkap kebenaran itu telah tiba.

Perhatian pada senjata nuklir

Ayah Hastings menjabat sebagai Senior Chief Petty Officer Angkatan Udara AS selama 1966-1967. Ketika itu keluarga Hastings pernah tinggal di Malmstrom Air Force Base, dekat markas rudal nuklir Minuteman, yang pada saat itu sering terlihat keberadaan UFO.

Pada Maret 1967, Hastings menyaksikan sendiri ada lima UFO muncul di dasar navigasi radar menara pangkalan, hal tersebut memacu Hastings mengadakan penelitian terhadap UFO selama beberapa dekade setelahnya.

Hastings mengatakan bahwa ia pernah mendapatkan kesaksian dari 120 lebih personil mantan anggota militer AS. Kesaksian itu telah mengukuhkan semua peristiwa UFO yang pernah dialami di markas senjata nuklir selama 1945-2003.

Dia mengatakan pada 1966 pernah terjadi peristiwa yang dramatis, di markas AU North Dakota Minott, saat sedang mengamati UFO yang berkeliaran di antara sebuah rudal, secara mendadak mesin hitungan mundur dari balistik antar benua entah bagaimana telah diaktifkan, hal tersebut membuat para perwira AU AS mengalami shock hebat dan terpaksa segera mengubah jadwal peluncuran rudal.

Kebetulan, hal yang hampir sama terjadi pada 1982 di Ukraina, Uni Soviet. Menurut data dinas intelijen Uni Soviet, KGB dan kesaksian dari mantan pekerja militer Uni Soviet, ketika itu ada sebuah UFO yang sangat besar berputar-putar di atas markas senjata rudal, mendadak alat hitungan mundur rudal tiba-tiba aktif. Setelah 15 detik yang mengerikan, rudal tersebut pulih kembali pada keadaan semula.

Berdasarkan kenyataan dan sejumlah besar arsip yang dibuka pemerintah, Hastings beranggapan bahwa sejak manusia memiliki senjata nuklir, kehidupan dari dunia lain juga ikut mengawasi senjata nuklir tersebut, di mana melalui modifikasi dan pengontrolan secara kebetulan terhadap senjata nuklir tersebut telah menunjukkan adanya perhatian dari makhluk alien tersebut.

“Tidak bermaksud jahat”

Mantan perwira AU, anggota peluncuran rudal, Robert Salas percaya bahwa alien yang mengendalikan UFO ini tidak punya maksud jahat pada kita. Dia berkata, “Mereka dapat melakukan pengrusakan yang lebih parah terhadap senjata kita, tetapi pada kenyataan mereka hanya membawa pergi senjata kita, lalu setelah lewat 1 - 2 hari senjata itu dikembalikan lagi ke kita. Saya pikir niat mereka ini bukan upaya bermusuhan.”

“Tidak inisiatif publikasikan UFO”

Charles Halt, mantan letnan kolonel AU AS, pada 1980 diutus sebagai wakil komandan AS di RAF Bemtwaters, Pangkalan AU Inggris. Suatu hari rekannya dengan wajah pucat pasi berlari dan berkata padanya, “Dia datang lagi.” Holt bertanya, “Apa yang datang lagi?” Rekannya menjawab, “UFO.”

Dia pergi keluar untuk melihat UFO itu. Berwarna merah terang, di tengahnya berwarna hitam persis seperti mata, ketika itu dia sempat merekam suara. Ia melaporkan peristiwa itu pada atasannya dengan disertai rekaman. Tetapi tanggapan atasan di kemudian hari, “Benda-benda tersebut serahkan pada orang Inggris, ini masalah mereka, bukan masalah kita, dokumen laporan sebaiknya dimusnahkan.”

Halt mengatakan sikap atasan yang negatif terhadap keberadaan UFO telah membuatnya benar-benar melepaskan pelacakannya terhadap UFO, dan bahkan kemudian nyaris dilupakannya.

Robert Salas mengatakan di dalam AU AS tidak ada investigasi terhadap UFO. Dia mengatakan bahwa bagaimanapun juga, baik Washington atau Moskow, tidak akan mengambil inisiatif untuk memublikasikan pada publik tentang kebenaran UFO, karena mereka ingin melindungi kekuasaan dan kontrol mereka sendiri. Mereka beranggapan publikasi atas hal tersebut tidak membawa manfaat bagi mereka. Robert Salas beranggapan mereka seharusnya mengikuti anjuran Presiden Roosevelt yang mementingkan hak demokrasi rakyat, harus membiarkan publik tahu yang sebenarnya.

“Pemerintah AS terus memantau”

Hastings mengatakan bahwa meski pemerintah menghentikan, tetapi investigasi pribadinya terhadap UFO tidak mendapat larangan dari pemerintah. Para mantan perwira AU yang masih berhubungan dengannya juga tidak ada yang pernah mengalami pelecehan. Tapi menariknya, setiap kali dia menelepon para saksi mata, segera ia akan menerima panggilan telepon, tanpa ada suara, hanya bisa mendengar suara latar belakang si penelepon. Hastings beranggapan ini sebuah tindakan yang ingin memberitahu padanya bahwa segala aktivitasnya sedang diperhatikan pemerintah.

Hastings mengatakan, sebenarnya jika pemerintah melecehkan para saksi tersebut, hanya akan menimbulkan perhatian kuat dari media massa, dan memperluas masalah ini, dan pemerintah tidak ingin melakukan hal ini.

Hastings menyatakan, masyarakat perlu mengetahui kebenaran itu, perlu mengetahui keberadaan makhluk angkasa luar yang datang ke Bumi, bahkan kedatangan makhluk itu bukan dari satu planet saja. Orang perlu mengubah pandangan mereka tentang dunia untuk menyikapi dan menerima kenyataan ini.

http://www.epochtimes.co.id/internasional.php?id=920


Mantan Perwira AS Ungkap Misteri UFO

Robert Hustings, pakar peneliti UFO, dengan 7 orang mantan perwira AU Amerika mengadakan konferensi pers yang dilangsungkan di Washington National Press Club - AS.  (THE EPOCH TIMES)


Ahli riset senjata nuklir yang meneliti UFO, Robert Hastings dan tujuh mantan perwira Angkatan Udara AS mengadakan konferensi pers (27/9) di National Press Club, Washington DC. Dia membuktikan keberadaan UFO dengan peng-alamannya sendiri di markas rudal nuklir AU dan membuktikan bahwa pada saat itu sistem rudal pernah mengalami penutupan/ pelarangan.

Menurutnya, di bumi ini memang benar ada kehidupan yang datang dari planet lain. Kebenaran tentang UFO perlu diketahui oleh semua orang di setiap negara dunia, mereka berhak untuk mengetahui kebenaran itu. Ia menghimbau kepada pemerintah, waktu untuk menyingkap kebenaran itu telah tiba.

Perhatian pada senjata nuklir

Ayah Hastings menjabat sebagai Senior Chief Petty Officer Angkatan Udara AS selama 1966-1967. Ketika itu keluarga Hastings pernah tinggal di Malmstrom Air Force Base, dekat markas rudal nuklir Minuteman, yang pada saat itu sering terlihat keberadaan UFO.

Pada Maret 1967, Hastings menyaksikan sendiri ada lima UFO muncul di dasar navigasi radar menara pangkalan, hal tersebut memacu Hastings mengadakan penelitian terhadap UFO selama beberapa dekade setelahnya.

Hastings mengatakan bahwa ia pernah mendapatkan kesaksian dari 120 lebih personil mantan anggota militer AS. Kesaksian itu telah mengukuhkan semua peristiwa UFO yang pernah dialami di markas senjata nuklir selama 1945-2003.

Dia mengatakan pada 1966 pernah terjadi peristiwa yang dramatis, di markas AU North Dakota Minott, saat sedang mengamati UFO yang berkeliaran di antara sebuah rudal, secara mendadak mesin hitungan mundur dari balistik antar benua entah bagaimana telah diaktifkan, hal tersebut membuat para perwira AU AS mengalami shock hebat dan terpaksa segera mengubah jadwal peluncuran rudal.

Kebetulan, hal yang hampir sama terjadi pada 1982 di Ukraina, Uni Soviet. Menurut data dinas intelijen Uni Soviet, KGB dan kesaksian dari mantan pekerja militer Uni Soviet, ketika itu ada sebuah UFO yang sangat besar berputar-putar di atas markas senjata rudal, mendadak alat hitungan mundur rudal tiba-tiba aktif. Setelah 15 detik yang mengerikan, rudal tersebut pulih kembali pada keadaan semula.

Berdasarkan kenyataan dan sejumlah besar arsip yang dibuka pemerintah, Hastings beranggapan bahwa sejak manusia memiliki senjata nuklir, kehidupan dari dunia lain juga ikut mengawasi senjata nuklir tersebut, di mana melalui modifikasi dan pengontrolan secara kebetulan terhadap senjata nuklir tersebut telah menunjukkan adanya perhatian dari makhluk alien tersebut.

“Tidak bermaksud jahat”

Mantan perwira AU, anggota peluncuran rudal, Robert Salas percaya bahwa alien yang mengendalikan UFO ini tidak punya maksud jahat pada kita. Dia berkata, “Mereka dapat melakukan pengrusakan yang lebih parah terhadap senjata kita, tetapi pada kenyataan mereka hanya membawa pergi senjata kita, lalu setelah lewat 1 - 2 hari senjata itu dikembalikan lagi ke kita. Saya pikir niat mereka ini bukan upaya bermusuhan.”

“Tidak inisiatif publikasikan UFO”

Charles Halt, mantan letnan kolonel AU AS, pada 1980 diutus sebagai wakil komandan AS di RAF Bemtwaters, Pangkalan AU Inggris. Suatu hari rekannya dengan wajah pucat pasi berlari dan berkata padanya, “Dia datang lagi.” Holt bertanya, “Apa yang datang lagi?” Rekannya menjawab, “UFO.”

Dia pergi keluar untuk melihat UFO itu. Berwarna merah terang, di tengahnya berwarna hitam persis seperti mata, ketika itu dia sempat merekam suara. Ia melaporkan peristiwa itu pada atasannya dengan disertai rekaman. Tetapi tanggapan atasan di kemudian hari, “Benda-benda tersebut serahkan pada orang Inggris, ini masalah mereka, bukan masalah kita, dokumen laporan sebaiknya dimusnahkan.”

Halt mengatakan sikap atasan yang negatif terhadap keberadaan UFO telah membuatnya benar-benar melepaskan pelacakannya terhadap UFO, dan bahkan kemudian nyaris dilupakannya.

Robert Salas mengatakan di dalam AU AS tidak ada investigasi terhadap UFO. Dia mengatakan bahwa bagaimanapun juga, baik Washington atau Moskow, tidak akan mengambil inisiatif untuk memublikasikan pada publik tentang kebenaran UFO, karena mereka ingin melindungi kekuasaan dan kontrol mereka sendiri. Mereka beranggapan publikasi atas hal tersebut tidak membawa manfaat bagi mereka. Robert Salas beranggapan mereka seharusnya mengikuti anjuran Presiden Roosevelt yang mementingkan hak demokrasi rakyat, harus membiarkan publik tahu yang sebenarnya.

“Pemerintah AS terus memantau”

Hastings mengatakan bahwa meski pemerintah menghentikan, tetapi investigasi pribadinya terhadap UFO tidak mendapat larangan dari pemerintah. Para mantan perwira AU yang masih berhubungan dengannya juga tidak ada yang pernah mengalami pelecehan. Tapi menariknya, setiap kali dia menelepon para saksi mata, segera ia akan menerima panggilan telepon, tanpa ada suara, hanya bisa mendengar suara latar belakang si penelepon. Hastings beranggapan ini sebuah tindakan yang ingin memberitahu padanya bahwa segala aktivitasnya sedang diperhatikan pemerintah.

Hastings mengatakan, sebenarnya jika pemerintah melecehkan para saksi tersebut, hanya akan menimbulkan perhatian kuat dari media massa, dan memperluas masalah ini, dan pemerintah tidak ingin melakukan hal ini.

Hastings menyatakan, masyarakat perlu mengetahui kebenaran itu, perlu mengetahui keberadaan makhluk angkasa luar yang datang ke Bumi, bahkan kedatangan makhluk itu bukan dari satu planet saja. Orang perlu mengubah pandangan mereka tentang dunia untuk menyikapi dan menerima kenyataan ini.

http://www.epochtimes.co.id/internasional.php?id=920


Ufo Di Angkasa Moskow

Pada tanggal 7 Januari 2011 seberkas benda bersinar misterius muncul di atas angkasa Moskow. (vIDEO CAPTURE)

Pada tanggal 7 Januari 2011 seberkas benda bersinar misterius muncul di atas angkasa Moskow

Konon meningkatnya intensitas kemunculan UFO 7 Januari 2011 di langit Moskow tampaknya telah membuktikan prediksi seorang mantan perwira NORAD (North American Aerospace Defense Command) Amerika Serikat, Stanley A. Fulham tentang waktu dan saat kemunculan UFO di bumi.

Lalu apakah sebenarnya tujuan dari kunjungan UFO tersebut? Apakah berkaitan dengan terjadinya perubahan cuaca akhir-akhir ini?

Penampakan UFO berlanjut di berbagai belahan dunia

Menurut berita yang dilansir di situs examiner.com, pada artikel Fulham yang dipublikasikan awal Desember tahun lalu, Fulham memprediksikan kemunculan UFO di langit Moskow antara awal bulan hingga minggu kedua Januari tahun ini, dan sekitar 7 hari kemudian, UFO akan muncul di langit London.

Selain itu Fulham juga menyatakan, Alien akan secara kontinyu menampakkan diri di berbagai belahan dunia dengan tujuan menambah pengakuan manusia terhadap mereka dan berharap manusia dapat melakukannya dengan lebih baik untuk mempersiapan kontak empat mata dengan mereka.

Fulham juga pernah berhubungan dengan sekelompok Alien yang dinamakan Transcendors. Di dalam buku karangannya yang berjudul Challenges of Change, diramalkan 13 Oktober 2010, UFO akan mengunjungi kota-kota besar dunia dan ternyata pada hari tersebut benar-benar terdapat penampakan benda terbang misterius di atas langit New York.

Fulham meninggal pada 19 Desember 2010 kemarin, di usia 87 tahun akibat kanker pankreas.

Alien memutuskan untuk ikut campur tangan di bumi?

Semasa hidupnya Fulham pernah mengatakan, sebuah Otoritas Daerah Bima Sakti yang disebut 8 Dewan Peradaban (Council of 8) berpendapat, teknologi umat manusia tak mampu menghindari terjadinya kerusakan lingkungan dan kepunahan spesies.

Pada Januari 2010, mereka mengeluarkan sebuah keputusan penting, sebelum bumi hancur oleh kerusakan lingkungan. Alien akan menggunakan teknologi mereka untuk membersihkan atmosfir bumi, agar bumi terhindar dari kehancuran seperti peradaban yang mirip bumi lainnya.

“8 Dewan Peradaban” terbentuk oleh 8 peradaban kecerdasan tinggi yakni Pleiades, Orion, Sirius, Bootes, Alpha Centauri, Comsuli, Zeta Reticuli dan Pouseti.

Fulham mengatakan, manusia Pleiades akan mewakili “8 Dewan Peradaban” dan akan berbicara secara terbuka di depan Majelis Umum PBB pada 2014 nanti. Sedangkan pembenahan atmosfir bumi akan dimulai pada 2015. Antara 2010 dan 2014 tata tertib dunia yang eksis ini bakal mengalami keruntuhan, yang akan menggantikannya ialah semacam metode hidup baru. Masa peralihan itu kemungkinan mengiringi perubahan bumi, keruntuhan mata uang, kehancuran sebuah pemerintahan dan negara.

Menurut Fulham, tujuan UFO yang sering menampakkan diri di bumi adalah untuk menambah kemampuan penyesuaian umat manusia agar wakil dari Pleiades dapat mempersiapkan pembicaraan terbuka yang ditujukan terhadap umat manusia di hadapan Majelis Umum PBB pada 2014 nanti.

Fulham juga mengatakan bahwa “8 Dewan Peradaban”, pada masa lampau sekitar 1 juta tahun silam selalu berperan sebagai penjaga bumi agar terhindar dari invasi dan pengambil-alihan oleh Alien.

http://www.epochtimes.co.id/serbi.php?id=314


Mungkin Anda mencari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Label

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons